PT TWC Lakukan Pengembangan Wisata Kawasan Borobudur

Monday, 18 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) ikut mendorong pengembangan ekosistem pariwisata di kawasan Candi Borobudur. Ekosistem pariwisata ini yang membuat destinasi berkelanjutan sehingga bisa berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga di sekitarnya.

“Destinasi tidak bisa berdiri sendiri. Keberadaannya ditopang oleh ekosistem di sekitarnya. Ekosistem ini yang membuat destinasi itu berkelanjutan. Itulah yang menjadi dasar bagi kami membentuk Balkondes,” terang Direktur Utama PT TWC Edy Setijono saat menjadi narasumber acara Sinkronisasi Perencanaan Pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur di Taman Lumbini TWC Borobudur, Sabtu (16/10/2021).

Sejak 2016, PT TWC ikut terlibat dalam program community development untuk mempersiapkan masyarakat menyongsong pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa ikut terlibat langsung dalam mengembangkan potensi wisata di kawasan yang berada di kaki Pegunungan Menoreh ini.

“Targetnya itu masyarakat bisa menjadi pelaku ekonomi dalam porsinya masing-masing. Jangan sampai nanti saat wisatawan banyak datang, masyarakat tidak bisa mengakses, sehingga mereka termarjinalisasi di lingkungannya sendiri,” lanjut Edy Setijono.

Anggota Komisi X DPR RI Esti Wijayanti berharap upaya PT TWC dalam pengembangan masyarakat Borobudur ini bisa didorong bersama dengan berbagai pihak demi kesejahteraan bersama.

“Pariwisata salah satu pendukung ekonomi kita. Tujuannya demi kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai masyarakat sekitar hanya bisa melihat saja, tapi tidak bisa ikut benefit dari itu. Peran semua pihak dibutuhkan untuk mendorong hal ini,” terangnya.

Dirut Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita mengatakan dengan ditunjuknya Borobudur sebagai DPSP membuat candi yang dibangun di masa Dinasti Syailendra ini akan dikunjungi 4-5 juta wisatawan per tahunnya.  “Kita bisa menangkap peluang itu, agar pariwisata ini bisa bersama-sama tumbuh di seluruh kawasan yang ada di sekitar Borobudur,” ungkapnya.

See also  Lewat Kemitraan Inklusif, Kadin-Kemenperin dan Astra Dorong IKM Naik Kelas

Berita Terkait

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis
Menkeu: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I-2026
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan
JTTS Hidupkan Ratusan UMKM, Hutama Karya Sulap Rest Area Jadi Motor Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Tuesday, 26 May 2026 - 23:17 WIB

BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo

Monday, 25 May 2026 - 17:32 WIB

Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit

Saturday, 23 May 2026 - 22:26 WIB

BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terbaru