Pertemuan Ilmiah HATHI 2021, Menteri PUPR Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Smart Water Management Antisipasi Dampak Badai La Nina

Saturday, 30 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong keterlibatan akademisi dan para ahli khususnya yang tergabung dalam Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) untuk memanfaatkan inovasi dan teknologi dalam memitigasi dan mengantisipasi hidrometeorologi. Salah satunya dampak dari fenomena badai La Nina yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada akhir tahun 2021 dan awal 2022.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan dengan besarnya tantangan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) seperti prasarana pengendali banjir, kita perlu memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk pengelolaan SDA yang terpadu (Integrated Water Resources Management – IWRM) dan diwujudkan melalui penerapan Smart Water Management System (SWM).

“Pengelolaan SDA dapat dilakukan dengan lebih baik dan berkelanjutan, dengan decision support system yang handal berbasis sistem cerdas,” kata Sekjen Zainal Fatah saat membacakan sambutan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ke-38 HATHI dan Seminar Internasional HATHI Ke-7 di Kota Surabaya, Sabtu (30/11/2021).

Sekjen Zainal Fatah menuturkan melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Seminar Internasional ini diharapkan HATHI dapat menemukan terobosan baru agar kita semakin siap dan siaga akan kejadian La Nina tahun ini. HATHI sebagai wadah dan sarana para engineers untuk berkarya, diharapkan dapat memberikan solusi kerekayasaaan yang handal dalam menjawab tantangan pengelolaan SDA di Indonesia.

“Saya ingin mengingatkan kembali bahwa dalam melaksanakan pengelolaan SDA yang berkelanjutan, keterpaduan pendekatan secara struktural dan non struktural sangat penting. Selain itu, pendekatan pengelolaan yang bersifat non-engineering juga tidak kalah penting. Partisipasi seluruh pemangku kepentingan, terutama kelompok masyarakat perlu didorong agar dapat diposisikan sebagai pemeran utama,” ujar Sekjen Zainal Fatah.

See also  Kementerian PANRB Terima Penghargaan Pengelolaan Sistem Informasi Terbaik Tahun 2020

Menurut Sekjen Zainal Fatah, hasil kajian dari beberapa pihak menunjukkan bahwa kecenderungan peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim global. Untuk negara tropis seperti Indonesia, perubahan iklim ini berdampak pada meningkatnya variabilitas pola dan intensitas hujan.

Sebagai upaya mengantisipasi fenomena badai La Nina, Kementerian PUPR telah menyiapkan sejumlah langkah seperti mengaktifkan Satgas Penanggulangan Bencana Pusat untuk melakukan monitoring terhadap semua infrastruktur yang ada di Indonesia agar bisa mengetahui volume banjir yang bisa ditampung. Kemudian juga melaksanakan Standar Operasi Prosedur (SOP) siaga bencana seperti mengosongkan 205 bendungan dengan volume tampungan sebesar 4,7 miliar m3.

Selanjutnya membuka seluruh pintu pengeluaran 12 kolam retensi dengan volume tampungan 6,8 juta m3 dan bendung gerak dengan volume tampungan 65,8 juta m3, mengempiskan 12 bendung karet dengan volume tampungan 7,3 juta m3, membuka tunnel pengendali banjir dan floodway, dan mengoperasikan 192 unit pompa pengendali banjir dengan kapasitas 263,4 m3/detik.

Prediksi La Nina juga digunakan untuk mengantisipasi kecelakaan konstruksi pada pembangunan bendungan on-going dengan menempatkan petugas di hulu Coffer Dam sejauh 5 –10 km, untuk mengamati pola debit air yang masuk di sungai yang sedang dibangun bendungannya. Selain juga menginventarisasi bahan banjiran yang ada di masing-masing BBWS/BWS yang tersebar di 34 provinsi seperti geobag dan kawat bronjong serta alat berat seperti dump truck, excavator, dan perahu karet, termasuk kesiapsiagaan petugas.

Acara PIT HATHI Tahun 2021 dilaksanakan secara langsung di Surabaya dan terhubung secara virtual dengan mengambil tema Pengelolaan Infrastruktur untuk Ketahanan Air Berkelanjutan. Hadir secara virtual Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR sekaligus Ketua Umum HATHI periode 2020-2023 Jarot Widyoko dan hadir secara langsung Ketua Panitia PIT HATHI 2021 Muhammad Rizal yang juga Kepala BBWS Brantas, Sekretaris Umum HATHI Ismail Widadi, Ketua HATHI Jatim Nadjadji Anwar, Kepala Dinas PU SDA Pemprov Jatim Muhammad Isa Anshori, para Senior dan pengurus HATHI se-Indonesia serta Kepala Balai/Balai Besar Wilayah Sungai di 34 Provinsi. (*)

Berita Terkait

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong
DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Thursday, 8 October 2026 - 16:18 WIB

Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut

Thursday, 8 October 2026 - 12:48 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Thursday, 8 October 2026 - 08:13 WIB

Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya

Berita Terbaru