Tiap Tahun Berulang, Mensos Risma Diskusikan Penanganan Banjir di Aceh Tamiang

Thursday, 10 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kabupaten Aceh Tamiang kerap dilanda banjir, seperti yang terjadi saat ini. Untuk mencari solusi terkait hal tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini berdiskusi hangat dengan Bupati, Wakil Bupati Aceh Tamiang, beserta jajarannya.

Banyak hal didiskusikan. Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga berbagi pengalaman mengatasi banjir saat menjadi Wali Kota Surabaya. “Pada intinya, membahas bagaimana supaya penanganan (terhadap banjir berjalan efektif). (Sehingga banjir) tidak terjadi setiap tahun seperti ini. Tapi, ini sangat teknis sekali,” kata Mensos berkunjung ke Posko Pengungsian di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (9/11).

Kepada Bupati Aceh Tamiang Mursil, Mensos mencontohkan penanganan banjir yang beberapa kali ia lakukan saat memimpin Kota Surabaya selama dua periode. Mensos menggunakan metode pengerukan sungai-sungai yang dangkal menggunakan alat berat.

Menurut Mensos, teknik ini juga bisa diterapkan untuk menangani banjir rutin Aceh Tamiang. “Kalau saya dulu pake alat berat untuk mengeruk sungai-sungai yang sudah dangkal. Tapi, itu harus bersama-sama, ngga bisa masing-masing. Harus segera juga, kasihan itu (penyintas), sudah berhari-hari (mereka mengungsi),” kata Mensos.

Sebelumnya, Mensos terlebih dulu menemui penyintas di tenda serbaguna Kemensos. Mensos menyerahkan bantuan paket makanan dan mainan anak, serta menyerahkan santunan kepada dua ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir.

Bantuan yang diserahkan diterima langsung Bupati Mursil, senilai total Rp1.926.045.466 terdiri dari bantuan tanggap darurat senilai Rp1.576.045.466 dan bantuan bahan natura di dapur umum senilai Rp350.000.000.

Tak sampai di situ, Mensos juga menyempatkan berbelanja sendiri ke Pasar Kualasimpang, untuk memenuhi kebutuhan penyintas banjir yang tengah mengungsi di Gedung Olah Raga (GOR) Tamiang. Hal ini dilakukan setelah medengarkan pengakuan personel Tagana di dapur umum bahwa  mereka kekurangan alat masak dan keperluan dapur untuk 1.500 porsi nasi bungkus setiap hari.

See also  Menpora RI: Wujudkan Olahraga Indonesia yang Maju, Kemenpora RI dan KONI Harus Berjalan Seiring

“Cukup engga ini peralatan masaknya untuk masak 500 porsi sekali makan? Peralatannya cukup?” kata Mensos pada Tagana Aceh Tamiang, Sarmilah. Yang ditanya menyatakan tidak cukup karena pengungsinya banyak. “Yang dikasih kualinya kecil kecil, kompornya cuma 2, masaknya harus beberapa kali, nunggu yang satu masak (matang), baru bisa masak lagi yang lain. Jadi, ngga cukup peralatannya, Bu,” kata dia.

Jawaban ini sontak menuai reaksi spontan Mensos, “Di mana ada yang jual (peralatan masak) di sini? Biar saya beli sendiri,” kata dia. Saat itu pula, Mensos bergerak ke Pasar Kualasimpang, pasar terdekat dari lokasi pengungsian GOR Tamiang.

Blusukan ke pasar, Mensos masuk ke satu toko kelontong dan berhasil mendapatkan seperangkat alat masak dan keperluan dapur, seperti beberapa buah wajan penggorengan dan kuali, suthil, tampah, serta baskom berukuran besar, untuk diserahkan kepada Tagana.

Sebelumnya diberitakan, beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang diterjang banjir, Selasa pekan lalu (01/11). Hujan tanpa henti menyebabkan debit sungai meluap dan jebol tanggul sehingga membanjiri beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Tinggi muka air mencapai 30 sentimeter sampai 2 meter.

Saat dikunjungi Mensos, Rabu (9/11), kondisi lingkungan sekitar di sepanjang jalan menuju lokasi posko pengungsian di Kantor Camat Bendahara juga masih digenangi air. Tinggi genangan air yang merendam beberapa rumah bervariasi.

Hingga saat ini, situasi banjir belum surut seiring dengan tingginya curah hujan di Aceh Tamiang. Banjir terpantau masih menggenangi pemukiman warga. Akses jalan dari dan menuju Kabupaten Aceh Tamiang pun sebagian masih terendam banjir.

Terdapat 321 titik pengungsian yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Seluruhnya, menjadi tempat hunian penyintas untuk sementara waktu, hingga banjir surut dan dinyatakan aman untuk kembali ke rumah.

Berita Terkait

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027
Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo
Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 22:31 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

Monday, 5 October 2026 - 15:08 WIB

Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Saturday, 3 October 2026 - 21:44 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi

Saturday, 3 October 2026 - 16:20 WIB

Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi

Friday, 2 October 2026 - 07:53 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Berita Terbaru