Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Sadawarna, Tingkatkan Produksi Lumbung Pangan Terbesar di Jawa Barat

Wednesday, 28 December 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Sadawarna di Kabupaten Subang dan Sumedang untuk mendukung ketahanan pangan dan pengendalian banjir di Provinsi Jawa Barat, Selasa (27/12/2022). Bendungan Sadawarna merupakan bendungan ke-33 yang telah diresmikan dan dioperasikan sejak 2015, serta termasuk dari 61 bendungan yang ditargetkan selesai hingga 2024 mendatang.

Peresmian bendungan ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Bupati Indramayu Nina Agustina, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dan dilanjutkan dengan penebaran benih ikan ke bendungan.

Presiden Jokowi mengatakan Bendungan Sadawarna memiliki tampungan 70 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 680 hektare dengan manfaat utama untuk mengairi area persawahan seluas 4.280 hektare di Kabupaten Subang dan Indramayu.

“Kita harapkan dengan banyaknya waduk-waduk yang dibangun di Indonesia, produktivitas tanaman pangan, utamanya padi dan hortikultura dan lain-lainnya bisa naik, sehingga ketahanan dan kemandirian pangan kita semakin baik,” kata Presiden Jokowi.

Menteri Basuki mengatakan pembangunan bendungan yang masif harus dibarengi dengan langkah modernisasi irigasi, yakni melalui pengembangan dan pemeliharaan daerah irigasi premium. Sistem irigasi premium mendapatkan jaminan suplai air dari bendungan untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian.

“Di Provinsi Jawa Barat juga tengah dibangun 2 bendungan lainnya, yakni Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang dan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya,” kata Menteri Basuki.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan dirinya mewakili masyarakat Jawa Barat mengucapkan terima kasih atas selesainya pembangunan Bendungan Sadawarna. Bendungan Sadawarna merupakan bendungan ke-5 di Jawa Barat yang telah selesai dan diresmikan sejak 2014. Di mana sebelumnya telah selesai Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor.

See also  Tinjau Ruas Parung Bogor, Menteri Dody Pastikan Percepatan Penanganan Kerusakan Jalan

“Penyumbang surplus beras di Indonesia ranking 1 adalah Kabupaten Indramayu, produksinya hingga 1,3 juta ton per tahun. Adanya Bendungan Sadawarna InsyaaAllah produksinya akan naik hingga 1,8 juta ton per tahun,” kata Ridwan Kamil.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan selain untuk mendukung irigasi lahan pertanian, Bendungan Sadawarna juga memiliki manfaat sebagai pengendali banjir Sungai Cipunegara yang mengalir dari Gunung Bukit Tunggul di Pegunungan Bandung Utara dan bermuara ke Laut Jawa, tepatnya di wilayah utara Jawa Barat.

Menurut Dirjen Jarot, Bendungan Sadawarna memiliki kapasitas tampung 70,86 juta m3 dengan panjang bendung kurang lebih 933 meter dan tinggi 40 meter. Titik bendungan diukur dari hulu sungai memiliki jarak sekitar 43 km. Di sisi lain, panjang Sungai Cipunagara 147 km, sehingga dari titik Bendungan Sadawarna dapat mengendalikan banjir sekitar 1/3 DAS Cipunagara.

“Sisanya kami harapkan dukungan dan dorongan dari pemerintah kabupaten/kota yang berada di daerah aliran Sungai Cipunagara untuk memulai mengelola run-off yang mengalir ke sungai. Misalnya dengan sumur resapan, kolam retensi, atau embung-embung,” kata Jarot Widyoko.

Konstruksi Bendungan Sadawarna mulai dikerjakan sejak November 2018 dan berakhir pada Desember 2022 melalui dua paket pekerjaan, yakni Paket I Kerja Sama Operasi (KSO) PT. Wijaya Karya – PT Daya Mulia Turangga – PT Barata Indonesia dan Paket II oleh PT. Nindya Karya – PT Adhi Karya (KSO) dengan anggaran APBN senilai Rp2.065 miliar. Kehadiran Bendungan Sadawarna juga berpotensi memasok air baku sebesar 1,2 m3/detik untuk  Kabupaten Subang, Indramayu, dan Sumedang serta potensi Sumber Tenaga Listrik sebesar 2 MW.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yudha Mediawan, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Bastari, Kepala Biro Komunikasi Publik Pantja Dharma Oetojo, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, dan Direktur Utama Nindya Karya Haedar A. Karim. (*)

Berita Terkait

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang
DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial
Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air
Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026
Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026
BNI dan Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan dan Perpajakan Digital bagi UMKM
Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung
Tandatangani SKB 3 Menteri, Mendes Yandri Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:18 WIB

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang

Monday, 21 September 2026 - 18:27 WIB

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Monday, 21 September 2026 - 18:01 WIB

Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air

Saturday, 19 September 2026 - 22:05 WIB

Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Friday, 18 September 2026 - 17:01 WIB

Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Berita Terbaru