TaniHub dan Akulaku Akan Hubungkan Produk UMKM ke Pasar Global

Friday, 22 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki akan mendukung langkah TaniHub dan perusahaan fintech Akulaku dalam menghubungkan produk UMKM di Indonesia dengan pasar di luar negeri. “Ini akan sejalan dengan program Kemenkop dan UKM mendigitalisasi UMKM di Indonesia. Dengan digitalisasi, maka pendataan UMKM menjadi lebih rapi dan program akan lebih tepat sasaran”, ungkap President TaniHub Pamitra Wineka, usai menemui Menkop dan UKM Teten Masduki, di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Pamitra mengakui, timnya dari TaniHub dan Akulaku sudah berdiskusi dengan Menkop tentang teknologi yang bisa digunakan untuk membantu UMKM meningkatkan kapabilitas usahanya. Sehingga, revenue bisnis UMKM bisa meningkat. “Kita juga akan mengintegrasikan mereka ke dalam plattform digital yang besar-besar”, ucap Pamitra.

Misalnya, lanjut Pamitra, UMKM di sektor pertanian bisa diintegrasikan dengan TaniHub. Sementara untuk UMKM yang membutuhkan pendanaan akan diintegrasikan dengan Akulaku. “Proses pendanaan pun akan lebih cepat dan tepat sasaran”, kata Pamitra.

Hanya saja, aku Pamitra, pihaknya tidak hanya akan fokus pada sektor pertanian saja, melainkan seluruh usaha yang digeluti UMKM. “Dari sisi demand di luar negeri, mereka bisa dapatkan, termasuk sisi pendanaannya. Kita yang akan menyambungkan produk UMKM ke demand di luar negeri, sementara Kemenkop dan UKM yang menaungi dari sisi UMKM atau product supply-nya”, jelas Pamitra.

Selain itu, lanjut Pamitra, pihaknya juga akan memberikan kriteria UMKM yang akan mendapatkan pendanaan dari Akulaku. Sisi lain, pihaknya juga akan memberikan gambaran terkait kriteria atau spek produk terlebih dahulu, seperti apa yang dibutuhkan dan sesuai selera demand di luar negeri. “Setelah kita mengetahui itu, akan kita teruskan ke Kemenkop dan UKM sebagai yang menaungi sisi supply”, tukas Pamitra.

See also  KLHK dan US EPA Tandatangani MoU untuk Tingkatkan Kerjasama Lingkungan

Intinya, kata Pamitra, semua produk UMKM yang diproduksi harus sesuai dengan spek dari demand. “Dalam waktu dekat, kita akan buat plattform yang menghubungkan semua demand dengan UMKM di Indonesia. Itu yang akan kita matching”, tandas Pamitra lagi.

Tak hanya itu, Pamitra menyebutkan bahwa pihaknya juga akan membantu assesment Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM. “Selama ini, LPDB masih kesulitan mengidentifikasi UMKM yang akan diberi funding. Kita sudah memiliki mesin atau sistem yang didevelop Akalaku untuk mengidentifikasi UMKM. Pendanaan akan diberi sesuai dosis dan kebutuhan. Bila over funding, maka UMKM akan kesulitan mengembalikan. Begitu juga bila kurang, maka usahanya tidak akan bisa berkembang”, papar Pamitra.

Dalam kesempatan yang sama, Dinesvara Airlangga dari Tanihub, memandang bahwa UMKM yang jumlahnya luar biasa di Indonesia merupakan penopang perekonomian nasional. “Salah satu masalah mereka adalah dari sisi pendanaan. Pendanaan yang ada kurang efektif dari segi waktu dan penggunaannya”, ujar Dinesvara.

Dinesvara pun menyebut bahwa pihaknya yang akan mempermudah UMKM untuk mendapatkan pinjaman yang lebih cocok untuk produk-produk UMKM. “Tantangan lain bagi UMKM adalah mencari pasar ekspor yang memadai untuk produk mereka. Dan yang harus mereka lakukan adalah mencari mitra yang tepat untuk memasarkan produk mereka”, kata Dinesvara.

Hal-hal itulah yang akan dilakukan bersama Kemenkop dan UKM. “Kita berharap, melalui program kita ini, UMKM di Indonesia bisa maju dan berkembang lebih pesat lagi”, pungkas Dinesvara.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Penetapan RUU Tentang BUMD
Menteri Dody Minta Jajaran Bergerak Cepat, Jembatan Way Bungur Jadi Prioritas
Manfaatkan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, Transmigrasi Didorong Jadi Pilihan Masa Depan
Indonesia–Jepang Dorong Percepatan Proyek Dekarbonisasi melalui AZEC-EGM ke-9
BULD DPD RI Tegaskan Masa Depan Desa Ditentukan oleh Regulasi yang Selaras dan Berpihak
Anggaran Kementerian PU 2026 Rp118,5 Triliun, Prioritaskan Irigasi Pertanian dan Konektivitas Wilayah
Bangun Karakter Sejak Dini, Kementrans Bangun Ratusan Sekolah dan Toilet
Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95,23 Persen, Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya

Berita Terkait

Friday, 6 February 2026 - 10:18 WIB

DPD RI Dorong Penetapan RUU Tentang BUMD

Friday, 6 February 2026 - 09:53 WIB

Menteri Dody Minta Jajaran Bergerak Cepat, Jembatan Way Bungur Jadi Prioritas

Thursday, 5 February 2026 - 17:05 WIB

Manfaatkan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, Transmigrasi Didorong Jadi Pilihan Masa Depan

Thursday, 5 February 2026 - 13:16 WIB

Indonesia–Jepang Dorong Percepatan Proyek Dekarbonisasi melalui AZEC-EGM ke-9

Thursday, 5 February 2026 - 06:48 WIB

BULD DPD RI Tegaskan Masa Depan Desa Ditentukan oleh Regulasi yang Selaras dan Berpihak

Berita Terbaru

Nasional

DPD RI Dorong Penetapan RUU Tentang BUMD

Friday, 6 Feb 2026 - 10:18 WIB

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen Sepanjang 2025

Friday, 6 Feb 2026 - 10:12 WIB

Olahraga

Pertamina Enduro Tundukkan Electric PLN di GOR Ken Arok

Friday, 6 Feb 2026 - 10:01 WIB