Gus Halim Kenalkan Batik dan Makanan Desa ke Delegasi Rwanda

Monday, 9 October 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menerima Audiensi delegasi pemerintah Rwanda Kabera Godfrey beserta jajaran, di ruang kerja, Senin 09/10/23.
Foto : Angga/Kemendespdtt

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menerima Audiensi delegasi pemerintah Rwanda Kabera Godfrey beserta jajaran, di ruang kerja, Senin 09/10/23. Foto : Angga/Kemendespdtt

DAELPOS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengenalkan batik melalui baju dan sarung yang ia pakai serta blangkon yang merupakan bagian dari budaya milik Indonesia saat audiensi dengan delegasi Pemerintah Republik Rwanda, Afrika Tengah.

Selain itu ia juga menjelaskan secara rinci tentang wajik dan getuk, makanan desa yang disajikan dalam forum audiensi tersebut.

“Ini makanan Indonesia, bahannya dari ketan dikasih gula aren. Ini dari singkong dikasih parutan kelapa. Kalau ini rasanya gurih asin. Kita bahas tentang bagaimana membangun desa sambil makan makanan desa, silakan dicoba,” katanya saat audiensi dengan delegasi Rwanda di Kantor Kemendes PDTT Jakarta, Senin (9/10/2023).

Delegasi Pemerintah Republik Rwanda bersama organisasi nirlaba SPARK Microgants bertemu Gus Halim untuk mempelajari berbagai aspek pembangunan perdesaan di Indonesia. Termasuk praktik-praktik terbaik, kebijakan, dan inovasi, yang telah diterapkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selama audiensi berlangsung, Gus Halim menjelaskan secara rinci terkait cara Indonesia membangun dari desa. Salah satunya melalui Kemendes PDTT membangun desa dengan penyaluran dana desa sejak 2015 hingga saat ini, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), hingga program transmigrasi dilaksanakan pemerintah sejak 1950.

Gus Halim yakin setiap negara memiliki konsep pembangunan yang berbeda-beda karena menyesuaikan kondisinya dari segala aspek.

Hal ini juga ia terapkan dalam membangun desa di seluruh Indonesia untuk menyesuaikan kebutuhan, potensi yang dimiliki, dan masalah yang dihadapi.

“Di Indonesia lebih dari tujuh puluh lima ribu desa memiliki sejarah pertumbuhan yang berbeda-beda, budaya beda, bahkan bahasanya banyak yang berbeda. Sehingga tidak bisa kita ambil satu kesimpulan umum bahwa model pembangunan desa terbaik adalah jenis tertentu,” ujarnya.

See also  Kembangkan Program Pembinaan Warga Lapas, Kementerian Imipas Gandeng PLN Manfaatkan Potensi FABA di Cilacap

Delegasi Pemerintah Republik Rwanda tertarik dan ingin mengkaji secara mendalam tentang konsep Indonesia khususnya Kemendes PDTT dalam melaksanakan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, para delegasi disertai juga akan turun langsung ke desa-desa, di antaranya yang berada di Provinsi Jawa Barat.

“Jadi kami sangat menantikan rincian konsep pembangunan itu, seperti dana desa, bagaimana pengaturan di desa, jadi kami sangat menantikan sesi lebih teknis dengan tim bapak,” ujar Kabera Godfrey, salah satu delegasi Pemerintah Republik Rwanda.

Hadir mendampingi Gus Halim dalam audiensi tersebut di antaranya Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PDP Sugito, Dirjen PPKTrans Danton Ginting Munthe, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Bito Wikantosa, dan Direktur Pengembangan Produk Unggulan Ari Indarto Sutjiatmo.

Sementara itu, Kabera Godfrey didampingi delegasi Pemerintah Republik Rwanda lainnya yakni Ngendahimana Pascal dan Uwimana Japhet.

Audiensi ini juga diikuti secara aktif oleh perwakilan dari SPARK Microganst yaitu Nsabimana Gilbert, Mugwaneza Rachel, Mugeni Liliane, dan Harshil Haren Parekh.

Berita Terkait

950 Dapur MBG Disorot, Tak Higienis Siap-Siap Ditutup!
Berikan Orasi Ilmiah, Mendes Yandri Ajak Lulusan UIN SMH Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa
Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa
Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT
Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif
Kemendag Dorong Komersialisasi Kekayaan Intelektual untuk Perkuat Daya Saing Produk Indonesia
BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi
HR CPO Turun, Bea Keluar Agustus Jadi USD 148 per Ton

Berita Terkait

Saturday, 8 August 2026 - 18:21 WIB

950 Dapur MBG Disorot, Tak Higienis Siap-Siap Ditutup!

Saturday, 8 August 2026 - 13:51 WIB

Berikan Orasi Ilmiah, Mendes Yandri Ajak Lulusan UIN SMH Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

Friday, 7 August 2026 - 20:06 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa

Friday, 7 August 2026 - 13:17 WIB

Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT

Thursday, 6 August 2026 - 15:32 WIB

Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif

Berita Terbaru

Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta / foto ist

Megapolitan

Gedung Abdul Muis Terbakar, Data Pajak DKI Aman

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:28 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono / foto ist

Berita Utama

950 Dapur MBG Disorot, Tak Higienis Siap-Siap Ditutup!

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:21 WIB