Tabur Bunga Makam Pioner Transmigrasi, Dirjen PPKTrans: Warisan Semangat Harus Kita Gelorakan

Thursday, 7 December 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Kemendes PDTT Danton Ginting Munthe menyatakan warisan semangat dari para pioner transmigrasi yang dimakamkan di Indramayu harus terus digelorakan.

Pesan itu disampaikan saat upacara tabur bunga makam pioner transmigrasi di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/12/2023).

Upacara tabur bunga untuk mengingat peristiwa tragis meninggalnya 67 transmigran dari Boyolali dipimpin langsung oleh Dirjen PPKTrans Danton Ginting Munthe.

“Peristiwa tersebut dibuatkan monumen khusus di Kecamatan Sukra ini,” kata Danton usai upacara tabur bunga. Selain itu, jadi momentum penting dalam rangkaian pembangunan transmigrasi.

Mantan Karo Umum dan Layanan Pengadaan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka memperingati Hari Bhakti Transmigrasi ke-73 yang akan dipusatkan di Desa Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

“Semangat yang diwariskan oleh para pioner transmigrasi harus terus kita gelorakan,” tegasnya.

Sehingga pembangunan transmigrasi terus dilanjutkan dan tetap diminati oleh masyarakat.

Danton dalam kesempatan itu menyerahkan buku berjudul “Jer Basuki Mawa Beya – Kisah Inspiratif Perjuangan Transmigran Menuju Kesuksesan” kepada Bupati Indramayu, Kedisnakertrans Kabupaten Indramayu, Kadisnakertrans Jawa Barat, Kadisnakertrans Jawa Tengah.

Selain buku, juga diserahkan tali kasih kepada ahli waris pionir transmigrasi yaitu Djaelani, Suyanto, Sangidu serta penjaga Makam Pionir Transmigrasi.

Direktur Fasilitas Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi Wibowo Puji Raharjo dalam upacara juga membacakan sejarah singkat makam pionir transmigrasi.

Kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam pionir transmigrasi merupakan kegiatan tahunan Kemendes PDTT untuk mengenang peristiwa yang terjadi pada tanggal 11 Maret 1974 yang menjadi duka bagi transmigrasi.

Rombongan transmigran asal Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah yang menuju Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Rumbia Provinsi Lampung mengalami peristiwa memilukan.

See also  Sapa Santri Pondok Modern Arrisalah Ponorogo, Mendag Zulhas: Persiapkan Diri, Persaingan Semakin Ketat

Satu diantara enam bus pengangkut berisi 70 jiwa transmigran asal Kecamatan Andong, Boyolali, Jawa Tengah mengalami kecelakaan.

Kejadian bermula saat bus tersebut melewati jembatan darurat, lalu tergelincir dan terperosok ke Kali/Sungai Sewo di Desa Sukra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Musibah tersebut terjadi pada sekitar pukul 04.30 WIB dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 67 (enam puluh tujuh) orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak.

Korban meninggal kemudian dimakamkan pada area khusus seluas 0,25 Ha yang disediakan oleh Departemen Transmigrasi di dekat tempat pemakaman umum tak jauh dari lokasi kejadian.

Para transmigran yang meninggal dalam peristiwa tersebut, kemudian ditetapkan sebagai “Pionir Pembangunan Transmigrasi” karena merupakan bagian dari rombongan transmigran pertama di Indonesia yang diberangkatkan ke lokasi transmigrasi.

Kompleks pemakaman para transmigran tersebut kini dikenal sebagai “Kompleks Makam Pionir Transmigrasi”.

Di antara rombongan yang mengalami musibah tersebut, terdapat tiga orang anak-anak selamat, yaitu Djaelani, Suyanto dan Sangidu.

Di kemudian hari, mereka diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Departemen Transmigrasi dan PPH Kantor Wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Memperingati peristiwa tersebut sekaligus sebagai penghormatan kepada para pionir pembangunan transmigrasi, pada bagian depan area kompleks pemakaman dibangun sebuah monumen yang kemudian disebut “Monumen Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi”.

Upacara tabur bunga juga dihadiri Staf Ahli Menteri Anshar Husen, PSM Ahli Utama Aisyah Gamawati, pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Ditjen PPKTrans dan Kemendes PDTT, Dharma Wanita Persatuan, perwakilan PATRI (Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia), perwakilan PWT (Persatuan Wredatama Transmigrasi), dan perwakilan HMPTI (Himpunan Masyarakat Peduli Transmigrasi Indonesia).

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Bencana Gempa Sulteng, Menteri Dody Prioritaskan Keandalan Infrastruktur Dasar
Lewat HK WASH Infra, Hutama Karya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Melalui Pengelolaan Air Siap Minum
Hadapi Ancaman El Nino, Menteri PU Perkuat Irigasi dan Amankan Pasokan Air untuk Pangan Nasional
Rest Area KM 99 Kutepat Perkuat Peran Sebagai Ruang Kreatif Komunitas Sumatera Utara
Percepatan Pengadaan Lahan Tol di Sumatra Selatan, Hutama Karya Perkuat Sinergi Dengan Pemerintah Kabupaten
Kementerian PU Kucurkan Rp21 Miliar Pugar Zona Inti Pura Mangkunegaran, Jaga Marwah Cagar Budaya
Hutama Karya Rampungkan Fasilitas Dermaga dan Produksi Ekspor Semen di Tuban, Perkuat Daya Saing Indonesia di Pasar Global
Hutama Karya Rampungkan Hunian Senen, Dukung Relokasi Warga Bantaran Rel yang Tepat Sasaran

Berita Terkait

Sunday, 21 June 2026 - 14:17 WIB

Tinjau Lokasi Bencana Gempa Sulteng, Menteri Dody Prioritaskan Keandalan Infrastruktur Dasar

Saturday, 20 June 2026 - 17:38 WIB

Lewat HK WASH Infra, Hutama Karya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Melalui Pengelolaan Air Siap Minum

Saturday, 20 June 2026 - 14:29 WIB

Hadapi Ancaman El Nino, Menteri PU Perkuat Irigasi dan Amankan Pasokan Air untuk Pangan Nasional

Friday, 19 June 2026 - 18:34 WIB

Rest Area KM 99 Kutepat Perkuat Peran Sebagai Ruang Kreatif Komunitas Sumatera Utara

Friday, 19 June 2026 - 08:36 WIB

Percepatan Pengadaan Lahan Tol di Sumatra Selatan, Hutama Karya Perkuat Sinergi Dengan Pemerintah Kabupaten

Berita Terbaru

Berita Utama

Gorontalo Apresiasi BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan

Sunday, 21 Jun 2026 - 14:10 WIB

foto ist

Megapolitan

Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia 2026

Sunday, 21 Jun 2026 - 13:53 WIB