Menkop dan UKM Minta Pengrajin Songket Jangan Tergantung Bahan Baku Impor

Friday, 8 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menginginkan agar para pelaku UKM yang memproduksi kain tenun dan songket di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya jangan terlalu tergantung pada bahan baku impor.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat berkunjung ke pelaku UKM yang memproduksi tenun dan songket yakni Fikri Collection Kota Palembang, Jumat (8/11/2019) berdialog dengan pemilik usaha yakni Fikri dan sejumlah karyawannya.

“Saya mendapati ternyata bahan baku untuk tenun dan songket 60-70 persennya masih impor,” kata Teten.

Material seperti benang emas yang menjadi elemen penting dalam songket sebagian besar masih diimpor dari Thailand dan China.

Oleh karena itu, Teten mengusulkan dan mengupayakan jalan keluar dengan beberapa langkah yang telah dilakukan misalnya di Mongolio dimana ada UKM di negara itu yang membudidayakan ulat sutera dengan memberinya makanan berupa tanaman jenis tertentu sehingga mampu menghasilkan kokon berwarna emas.

Hal seperti itu, kata dia, dapat direplikasikan di Indonesia sehingga konten lokal untuk bahan baku songket dan tenun dapat diperbesar.

Teten Masduki menegaskan akan membangun iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku UKM di tanah air sehingga ketika iklim produksi sudah terbentuk dengan baik pengembangannya bisa semakin mudah dan cepat.

Pada kesempatan itu, ia berdialog dengan pemilik galeri songket Fikri yang memulai usahanya sejak 1997 dan mencari tahu kendala yang dihadapi di lapangan.

Fikri mengajak Teten untuk melihat langsung produksi songket di galerinya yang kerap kali memakan waktu hingga tiga bulan untuk selembar kain.

Salah satu songket andalan Fikri adalah motif Naga Besaung yang cirinya adalah memuat banyak unsur warn emas dipadupadankan dengan warna-warna lembut seperi biru langit atau abu muda. “Ini terinspirasi dari budaya masa lalu karena Palembang juga banyak pengaruhnya dari budaya Tionghoa,” kata Fikri.

See also  Capaian Gemilang, Pertamina Catatkan UMK Naik Kelas Sebanyak 6.731 Mitra Binaan Selama 3 Tahun

Selain Naga Besaung ada pula motif cantik manis, yang tidak terlalu ramai, tidak terlalu banyak benang emas, biasa di pakai dalam kesempatan acara yang tidak terlalu formal. “Biasa dipakai di acara adat Palembang atau Medan,” lanjut Fikri.

Harga selembar songket di galeri Fikri beragam ada yang Rp500.000, Rp1,5 juta, Rp35 juta, bahkan Rp75 juta yang proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan mesin, karenanya untuk satu pasang songket yang terdiri dari satu helai selendang dan bawahan, waktu pembuatannya bisa sampai tiga bulan. (FSL)

Berita Terkait

Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai
Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027
Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 22:23 WIB

Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai

Monday, 5 October 2026 - 22:31 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

Monday, 5 October 2026 - 15:08 WIB

Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Saturday, 3 October 2026 - 21:44 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi

Saturday, 3 October 2026 - 16:20 WIB

Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Tuesday, 6 Oct 2026 - 20:04 WIB

News

BNI Gandeng Indomaret, Akses Modal Mitra Usaha Diperkuat

Tuesday, 6 Oct 2026 - 19:56 WIB