Pelaku Koperasi Sambut Baik Dukungan Pemerintah Dalam Digitalisasi Koperasi

Thursday, 21 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima Audiensi dari Koperasi Digital dan KSP Sahabat Mitra Sejati di Ruang Rapat Menteri Koperasi dan UKM. Jakarta(20/11/2019) / daelpos.com

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima Audiensi dari Koperasi Digital dan KSP Sahabat Mitra Sejati di Ruang Rapat Menteri Koperasi dan UKM. Jakarta(20/11/2019) / daelpos.com

DAELPOS.com – Pengurus Koperasi menyambut baik komitmen pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) yang terus mendorong agar koperasi-koperasi di Indonesia bisa go digital. Sebab digitalisasi koperasi saat ini merupakan sebuah tuntutan karena sudah memasuki revolusi industri 4.0. Koperasi yang tidak mau mendigitalisasikan layanan dan produknya diyakini tidak akan bersaing.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati, Ceppy Yana Mulyana, usai bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop), Teten Masduki di kantornya, Jakarta, Rabu (20/11). Menurutnya, Teten sebagai Menkop yang baru menaruh perhatian lebih agar koperasi bisa mulai melek teknologi sehingga kualitas layanannya meningkat.

Ceppy menyatakan bahwa pemerintah melalui Kemenkop dan UKM sudah menyatakan siap membantu dan mendukung upaya-upaya digitalisasi koperasi. Menurutnya, Teten memastikan bahwa Kemenkop dan UKM tidak hanya akan menjadi regulator saja namun juga akan menjadi fasilitator sehingga akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu koperasi yang ingin go digital.

“Nah dengan begini, di awali dengan hal yang baik dan dengan pertemuan seperti ini mudah-mudahan ada kelanjutan agar kita bisa mencapai goals yang kita harapkan,” ujar Ceppy.

KSP Sahabat Mitra Sejati sendiri mengaku sudah merasakan manfaat dari ujicoba digitalisasi yang sudah dilakukannya. Saat ini dengan anggota sekitar 6.000 anggota mulai dimudahkan dengan inovasi layanan digital tersebut. Proses transaksi simpan pinjam di KSP ini semakin mudah dan cepat. Dijelaskan Ceppy bahwa perbaikan layanan ini tidak lepas dari dukungan Kemenkop dan UKM.

“Saat ini kita punya produk simpanan yang kita sebut dengan produk “SOBATKU” atau simpan online sahabatku. Itu menjadi produk digital yang kita harapkan bisa bermanfaat bagi anggota kami yang jumlahnya ribuan,” pungkas Ceppy.

See also  Kemendes PDTT luncurkan aplikasi Desa Melawan COVID-19 dan e-HDW

Sementara itu di tempat yang sama CEO Koperasi Digital (KODI), Inra Sumahamijaya, menambahkan bahwa dengan melihat manfaat dari digitalisasi seperti yang dimiliki KSP Sahabat Mitra Sejati tersebut, pelaku koperasi yang masih berpikir tradisional seharusnya mulai berubah. Pasalnya dengan perkembangan teknologi yang pesat sudah semestinya koperasi juga adaptif dan dinamis dalam merespons berbagai perkembangan terbaru di tengah masyarakat. Jika hal itu dinafikkan dengan sendirinya koperasi akan kehilangan anggotanya.

Untuk memudahkan digitalisasi sebuah koperasi, KODI menawarkan sebuah solusi melalui platform kodi.id. Dengan menggunakan platform KODI yang dibangunnya ini, kata Inra, akan mendorong koperasi baik simpan pinjam atau koperasi serba usaha lainnya bisa lebih berdaya saing. Di dalam platform tersebut sudah disiapkan template-template tertentu yang bisa memudahkan koperasi mendigitalisasi semua produk dan layanannya.

“Jadi kita ini semacam fasilitator untuk mendigitalisasikan koperasi dengan teknologi agar koperasi bisa lebih transparan, bisa terjangkau tanpa harus mengembangkan sendiri. Di sana (kodi.id) Sudah ada templatenya,” tutur Inra.

Saat ini setidaknya sudah ada 30 koperasi di Indonesia yang telah memanfaatkan layanan kodi.id. Inra berharap dengan dukungan dari Kemenkop dan UKM akan semakin banyak koperasi di Indonesia yang tersadarkan untuk segera mendigitalisasikan koperasinya terlepas menggunakan platform kodi.id atau tidak.

“Untuk kita ingin endorsement dari pak Menteri (Teten Masduki) dan juga dukungan seperti yang kita butuhkan berupa izin dari beliau agar kodi ini bisa scale up. Sebab kita akan membangun program workshop di beberapa kota di Indonesia, nah tentunya harus izin dari beliau juga,” pungkas Inra.

Berita Terkait

Menaker Desak Perbaikan K3 PT ASL Tuntas Mei 2026
Wakil Menteri PANRB Tinjau Pemulihan Pelayanan Publik di Sumatra Utara
Mendes Yandri dan World Bank Matangkan Pengelolaan Dukungan Program untuk Desa-desa Indonesia
Silaturahmi ke Ponpes Ustaz Adi Hidayat, AHY dan Iftitah Bahas Penguatan SDM Unggul
Prabowo–Trump Teken Perjanjian Dagang Bersejarah di Washington
Hutama Karya Tuntaskan Masjid Negara IKN 100%, Tarawih Perdana Ramadan 2026
Respons Cepat Kementerian PU, Jembatan Armco Gampong Salah Sirong Segera Dibangun
Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka, Jasa Raharja Sediakan 23.500 Kuota

Berita Terkait

Tuesday, 24 February 2026 - 20:05 WIB

Menaker Desak Perbaikan K3 PT ASL Tuntas Mei 2026

Tuesday, 24 February 2026 - 12:40 WIB

Wakil Menteri PANRB Tinjau Pemulihan Pelayanan Publik di Sumatra Utara

Monday, 23 February 2026 - 20:42 WIB

Mendes Yandri dan World Bank Matangkan Pengelolaan Dukungan Program untuk Desa-desa Indonesia

Sunday, 22 February 2026 - 14:11 WIB

Silaturahmi ke Ponpes Ustaz Adi Hidayat, AHY dan Iftitah Bahas Penguatan SDM Unggul

Friday, 20 February 2026 - 17:32 WIB

Prabowo–Trump Teken Perjanjian Dagang Bersejarah di Washington

Berita Terbaru

Berita Utama

Menkeu Purbaya Sambut Presiden AIIB Zou Jiayi di Jakarta

Wednesday, 25 Feb 2026 - 14:48 WIB

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Pemprov DKI Larang Izin Baru Lapangan Padel di Perumahan

Wednesday, 25 Feb 2026 - 14:06 WIB