Menkop UKM Ajak ISMI Wujudkan UMKM Naik Kelas

Saturday, 14 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (ISMI) bekerja sama untuk mewujudkan UMKM naik kelas. Program ini sangat perlu untuk mendorong tranformasi struktur ekonomi nasional agar lebih sehat dan berkeadilan. 

Struktur perekonomian nasional yang saat ini berbentuk piramid, didominasi oleh usaha mikro dengan jumlah mencapai 60 juta unit. Adapun kontribusinya terhadap PDB hanya 60 persen. Berbanding terbalik dengan usaha besar yang jumlahnya hanya 5.500 unit namun kontribusi terhadap PDB mencapai 40 persen. 

“Kita sama-sama mendukung dan mendorong perubahan struktur ekonomi yang lebih berkeadilan agar tidak dikuasai segelintir orang. Kita harus kerja keras mewujudkan UMKM naik kelas,” kata Teten dalam HUT ke-7 sekaligus membuka Rakornas ISMI  2019 di Serang, Jumat, (13/12). Hadir Wakil Ketua Umum ISMI Muhammad Suaidi.

Menteri mengatakan program UMKM naik kelas ini dilaksanakan dengan pendekatan klaster, komunitas. Karena itu sangat tepat jika ISMI terlibat dalam mendukung strategi UMKM naik kelas. 

Teten menegaskan jika 10 persen saja UMKM naik kelas, dampaknya terhadap perubahan struktur ekonomi nasional sangat siginifikan. 

“Jika 10 persen dari 60 ribu lebih usaha menengah menjadi usaha besar, berarti ada 6.000 usaha menengah yang harus naik kelas. Dari 10 persen usaha kecil yang jumlahnya lebih dari 700 ribu unit, berarti ada 70 ribu usaha kecil yang akan naik kelas menjadi usaha menengah. Mari kita sama-sama mencari usaha itu,” kata Teten. 

Ditegaskan, jika tidak terjadi UMKM naik kelas, usaha mikro yang umumnya merupakan usaha informal akan semakin besar jumlahnya. Persaingan di antara usaha mikro semakin tajam. 

Ia mengajak ISMI melihat peluang usaha dari komoditas produk unggulan di setiap daerah. Dikatakan, berbagai produk ekspor Indonesia yang dulu menjadi unggulan namun kini menurun tajam seperti sepatu, tekstil seiring terjadinya sunset industry. Karena itu harus ada produk unggulan domestik yang harus digali dan dapat diolah dengan baik. 

See also  Kementerian PUPR Bersihkan Lahan dan Bangun Jaringan Irigasi-Drainase Dukung Pengembangan Food Estate di Keerom Papua

Produk unggulan yang bisa ditingkatkan salah satunya produk kelautan dan perikanan,  seperti komoditas rumput laut dan udang. Teten mengemukakan pengelolaan tambak udang rakyat dapat meningkat produksi udang secara nasional. Ditargetkan perluasan tambak udang hingga 350 ribu hektar di 17 lokasi di seluruh Indonesia dapat meningkatkan ekspor udang. Ia menyebut India yang merupakan eksportir udang terbesar dunia juga mengembangkan tambak udang rakyat. 

Produk unggulan lainnnya adalah holtikultura, home decor, halal food, muslim fashion. 

“Pembiayaan relatif mudah, ada KUR ada dana bergulir LPDB. BRI sudah diminta untuk mengalokasikan kreditnya 80 persen untuk UMKM. Dengan model bisnis yang kita kenalkan, ada komoditas unggulannya dan ada off taker, BRI mau membiayai,” kata Teten. 

Ia menegaskan dalam mencapai UMKM naik kelas tidak saja mendorong pada akses pembiayaan murah, tetapi UMKM masuk suply chain bahkan global value chain. 

Ekspor UKM Indonesia masih rendah hanya 14 persen, jauh dari negara lain seperti ekspor UKM Vietnam 17 persen, Korea 60 persen, Jepang 55 persen, China 70 persen. 

Berita Terkait

Tol JORR-S Padat Imbas Pekerjaan, Hutama Karya Lakukan Penanganan
Ketika Gaza Ingin Dipindahkan, Anak-anaknya Hanya Ingin Pulang
Siswa MA Purwakarta Baru Tahu Al-Aqsa Diganggu Israel
Hutama Karya Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Dengan Hadir Lebih Dekat melalui Layanan Kesehatan dan Apresiasi bagi Pengguna Jalan
Anggaran Kementerian PU Tahun 2027 Ditetapkan Sebesar Rp114,59 Triliun
Kementerian PU Dukung Penanganan Karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah
Jembatan Lumut Aceh Tengah Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih Pascabencana
Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 22:47 WIB

Tol JORR-S Padat Imbas Pekerjaan, Hutama Karya Lakukan Penanganan

Saturday, 5 September 2026 - 20:59 WIB

Ketika Gaza Ingin Dipindahkan, Anak-anaknya Hanya Ingin Pulang

Saturday, 5 September 2026 - 07:34 WIB

Siswa MA Purwakarta Baru Tahu Al-Aqsa Diganggu Israel

Friday, 4 September 2026 - 20:53 WIB

Hutama Karya Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Dengan Hadir Lebih Dekat melalui Layanan Kesehatan dan Apresiasi bagi Pengguna Jalan

Wednesday, 2 September 2026 - 22:39 WIB

Anggaran Kementerian PU Tahun 2027 Ditetapkan Sebesar Rp114,59 Triliun

Berita Terbaru

Nasional

Ketika Gaza Ingin Dipindahkan, Anak-anaknya Hanya Ingin Pulang

Saturday, 5 Sep 2026 - 20:59 WIB