daelpos.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara terbesar di Indonesia itu ditutup sementara pada Minggu (6/9).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan hasil asesmen terhadap kondisi abu vulkanik.
“Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai 05.30 WIB,” kata Lukman dalam keterangannya, Minggu (6/9).
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut hasil paper test yang dilakukan pada Minggu dini hari.
Pengujian yang berlangsung pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB itu menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu (6/9) pukul 00.35 WIB-01.05 WIB menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” jelasnya.
Dampak penutupan sementara tersebut cukup signifikan. Sebanyak 33 penerbangan terdampak akibat penghentian operasional bandara.
Dari jumlah tersebut, 16 penerbangan internasional bahkan harus dibatalkan.
Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan pengelola Bandara Soekarno-Hatta, penutupan sementara diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.
Perpanjangan penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat abu vulkanik dapat mengganggu operasional pesawat, termasuk berpotensi memengaruhi kinerja mesin pesawat.
Pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan asesmen terhadap kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap wilayah sekitar bandara.
Operasional penerbangan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.








