Panas AS-Iran di Dua Medan

Monday, 6 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah membara. Serangan AS yang membunuh Mayor Jenderal Qasem Soleimani mencuatkan isu World War 3 atau Perang Dunia Ketiga.

Soleimani yang merupakan Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran tewas setelah serangan udara AS pada Jumat (3/1) pagi. Serangan itu diarahkan ke area dekat kargo di Bandara Baghdad.

Serangan udara AS itu, menurut para pejabat Irak, juga menewaskan seorang pria bernama Abu Mahdi al-Muhandis yang menjabat wakil komandan dari kelompok milisi pro-Iran di Irak bernama Pasukan Mobilisasi Populer (PMF). PMF menyebut ada tujuh orang tewas akibat serangan udara AS tersebut.

Seperti dikutip Associated Press, salah satu pejabat keamanan Irak menyebut Al-Muhandis tiba di bandara Baghdad dalam konvoi bersama anggota milisi lainnya untuk menyambut Soleimani, yang pesawatnya baru saja mendarat dari Lebanon atau Suriah.

Dua pejabat dari PMF, seperti dilansir Associated Press, menyebut bahwa jasad Soleimani terkoyak akibat serangan udara AS itu, sedangkan jasad Al-Muhandis belum ditemukan. Menurut seorang pejabat senior Irak, jasad Soleimani berhasil diidentifikasi dari cincin yang dipakainya.

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan yang disiarkan televisi dari Florida pada Jumat (3/1) waktu setempat mengatakan serangannya yang menewaskan Soleimani untuk menghentikan perang.

“Soleimani merencanakan serangan segera dan jahat terhadap para diplomat dan personel militer Amerika tapi kita menangkapnya saat beraksi dan mengakhirinya,” ucap Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida.

Trump menyebut Soleimani sebagai sosok kejam yang ‘menjadikan kematian orang-orang tak bersalah sebagai keinginannya yang sakit’. “Kita merasa nyaman bahwa kekuasaan terornya telah berakhir,” imbuhnya.

Setelahnya pada Minggu (5/1) dua peluru mortir menghantam Zona Hijau di ibu kota Irak dan dua roket menghantam pangkalan yang menampung pasukan AS. Serangan itu terjadi sehari setelah serangan mematikan pada Soleimani.

See also  Jejak Intelektual Muhammad Tito Karnavian

Zona Hijau merupakan daerah kantong berkeamanan tinggi tempat kedutaan besar AS. Militer Irak mengatakan bahwa satu proyektil menghantam zona itu, sementara yang lain mendarat dekat dengan daerah itu. Sirine terdengar di kompleks AS, sumber di sana mengatakan kepada AFP.

Sepasang roket Katyusha kemudian menghantam pangkalan udara Balad di utara Baghdad, tempat pasukan AS berpangkalan. Sumber keamanan di sana melaporkan sirene menggelegar dan mengatakan pesawat pengintai dikirim di atas pangkalan untuk menemukan sumber roket.

Rupanya serangan tidak hanya terjadi di dunia nyata. Peretas turut beraksi di dunia maya. Sebuah situs milik pemerintah AS diretas oleh kelompok peretas atau hacker yang mengaku mewakili pemerintahan Iran.

Situs yang diretas itu milik Federal Depository Library Program (FDLP), sebuah program yang dibuat untuk menyediakan publikasi pemerintah federal AS untuk publik. Situs tersebut diubah tampilannya (deface) dan kemudian dibuat tak bisa diakses oleh publik.

FDLP ini adalah program milik Goverment Publishing Office (GPO) milik pemerintah AS. Tujuan program ini adalah untuk mempublikasikan dokumen dan informasi milik pemerintah AS ke publik.
Si hacker meninggalkan pesan di situs tersebut, yang kurang lebih isi pesannya berisikan pernyataan yang menyebut situs tersebut diretas oleh Iran Cyber Security Group Hacker. Mereka pun menyebutkan kalau ini hanyalah sebagian kecil dari kemampuan perang siber Iran.

Di sisi lain Trump memberi peringatan. Dia menargetkan 52 situs di Iran dan akan menghantamnya dengan ‘sangat cepat dan sangat keras’ jika republik itu menyerang personel atau aset Amerika.

Trump mengatakan, beberapa dari situs tersebut “pada tingkat yang sangat tinggi & penting bagi Iran & budaya Iran, dan target-target itu, dan Iran itu sendiri, AKAN DIHANTAM SANGAT CEPAT DAN SANGAT KERAS. AS tidak menginginkan ancaman lagi!”(dtk)

Berita Terkait

214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi
DP Cuma 1 Persen, 130 Ribu Rumah Dipamerkan di Danantara Expo
ignitePRO Hadir di BATIC 2026, Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata
Kementerian PU Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka
Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Berita Terkait

Saturday, 29 August 2026 - 17:11 WIB

214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi

Friday, 28 August 2026 - 01:22 WIB

DP Cuma 1 Persen, 130 Ribu Rumah Dipamerkan di Danantara Expo

Thursday, 27 August 2026 - 12:26 WIB

ignitePRO Hadir di BATIC 2026, Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata

Monday, 24 August 2026 - 07:00 WIB

Kementerian PU Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

Saturday, 22 August 2026 - 11:22 WIB

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Berita Terbaru

Berita Utama

OJK Perkuat Budaya Menabung Generasi Muda Lewat Program KEJAR

Sunday, 30 Aug 2026 - 18:37 WIB

foto istimewa

Ekonomi - Bisnis

Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026, Dorong Literasi Keuangan Pelajar

Sunday, 30 Aug 2026 - 18:33 WIB

Berita Utama

Luncurkan Festival Duta Desa Gen Z, Mendes: Tajir Melintir dari Desa

Sunday, 30 Aug 2026 - 00:19 WIB

Nasional

Menteri Dody Kejar 3 Sekolah Rakyat Kepri Rampung Juni 2027

Sunday, 30 Aug 2026 - 00:08 WIB