Kemenkop dan UKM Gandeng Start Up untuk Garap Pemanfaatan Lahan Perhutanan Sosial

Monday, 13 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Menerima Audiensi VP OF Corporate Service Tani Hub Astri Purnamasari, Chief Financial Officer Sayur Box Arif Zamani dan CEO Aruna Farid Naufal Aslam Farid Naufal Aslam, di Ruang Rapat Menteri, Jakarta Senin (13/01/2020).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Menerima Audiensi VP OF Corporate Service Tani Hub Astri Purnamasari, Chief Financial Officer Sayur Box Arif Zamani dan CEO Aruna Farid Naufal Aslam Farid Naufal Aslam, di Ruang Rapat Menteri, Jakarta Senin (13/01/2020).

DAELPOS.com – Kementerian Koperasi dan UKM  menggandeng sejumlah start up (e-commerce platform) sektor pertanian dan perikanan untuk  menggarap pemanfaatan lahan perhutanan sosial. Tujuannya agar lahan-lahan yang dibagikan pada masyarakat sekitar, bisa berkembang menjadi skala bisnis, bahkan bisa melakukan ekspor.

“Kami di Kemenkop dan UKM  dititipi mengelola program pemanfaatan lahan perhutanan sosial, dimana pemerintah membagikan HGU per KK  menerima 2 hektare selama 25 tahun. Saat ini sudah dibagikan hampir 4 juta hektar dari total  13,7 juta hektar. Mereka akan kita dorong dalam  dalam kluster-kluster per 50 atau 100 hektar  supaya bisa  dikelola dalam skala bisnis,” kata Menkop dan UKM Teten Masduki, usai bertemu dengan start up Tanihub,  Sayurbox dan Aruna, di Jakarta, Senin (13/1/2020).

“Saya tertarik untuk bekerjasama dengan start up untuk  membuat bisnis model agar para petani itu bisa memanfaatkan lahannya dalam skala bisnis. Para start up ini kan tahu soal supply dan demand di pasar, saya juga berharap start up ini bisa menjadi offtaker (pembeli) untuk produksi yang dihasilkan petani penggarap pemanfaatan kehutanan sosial,” ujar Menteri Teten.

Menkop dan UKM mengatakan sudah mengumpulkan kelompok-kelompok penerima perhutanan sosial,  dan sekarang tinggal mencari  offtaker  dan  bisa memberikan masukan bisnis model apa yang menguntungkan khususnya  di sektor agribisnis dan holtikultura,  bukan lagi komoditi primer,  bagaimana pembiayaannya dan apa.yang dibutuhkan market/pasar. 

“Fokus saya  dalam  pemanfaatan perhutanan sosial ini adalah bagaimana mengembangkan bisnis model dan wirausaha. Bagaimana mereka punya usaha dalam skala bisnis.  Saya butuh masukan dari teman start up apa yg diperlukan untuk meningkatkan usaha para petani penerima lahan,” jelas Menkop dan UKM.

Siap Jadi Offtaker
Para start up yang diundang menyatakan siap bekerjasama dengan Kemenkop dan UKM, sekaligus menjadi offtaker  dari produksi yang dihasilkan para petani penggarap pemanfaatan hutan sosial. 

See also  Jasa Marga Catat 372 Ribu Kendaraan Balik ke Jabotabek

“Ini sebenarnya adalah pertemuan pertama yang isinya saling mengenalkan apa yang selama ini sudah kami kerjakan dan tampaknya ada kecocokan dengan program dari Kemenkop dan UKM. Nantinya tentu akan dibicarakan lebih lanjut bagaimana teknis pelaksanannya,”  ujar  VP Corporate Service Tanihub Astri Purnamasari.

Astri menambahkan para start up ini membutuhkan fasilitasi pemerintah dalam hal regulasi, misalnya masalah sertifikasi untuk UKM ekspor, karena tak hanya di dalam negeri saja, namun negara tujuan ekspor juga meminta persyaratan sertifikasi seperti ISO, sertifikasi halal dan sebagainya.

CFO Sayurbox Arif Zamani  menambahkan, pihaknya juga sepakat mengenai perlunya pembicaraan lanjutan agar apa yang direncanakan Kemenkop dan UKM bisa menjadi sinergi dengan star up di sektor pertanian. 

“Sebagai start up yang mengkhususkan pada produk buah-buahan dan sayur-sayuran, kami sudah mulai bisa membuat proyeksi berapa kebutuhan disatu tempat, bagaimana supply  dan demandnya. Ini yang akan kita garap bersama-sama. Potensi sektor pertanian dan kelautan kita besar sekali, butuh kerja bareng semua pihak,” ujar Arif.

CEO Aruna, Farid Naufal Aslam menambahkan, di sektor  perikanan, potensi ekspornya juga besar. “Kami mengkhususkan membantu nelayan sampan atau kapal kapal kecil, untuk menjadi offtaker mereka dan memasarkan produk perikanan sampai ke pasar ekspor,” tambah Farid. (RED)

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Pascabencana Banjir di Padang melalui Padat Karya, Libatkan Warga dalam Pemulihan Permukiman
Menteri Dody Minta Kapasitas Jalan Banda Aceh–Krueng Raya Disiapkan untuk Kebutuhan Mendatang
Menteri Dody Pastikan Infrastruktur Pengendali Banjir di Sungai Krueng Aceh Siap Hadapi Musim Hujan
Menteri Dody Siapkan Pembangunan Check Dam dan Normalisasi Sungai di Padang
Menteri PU Tinjau Longsor Tapan–Batas Jambi, Instruksikan Cek Hulu Sungai untuk Cegah Longsor Susulan
Budaya & Adat Papua Jadi Bahan Ajar Bagi Anak-anak Di Manokwari
Mentrans Iftitah Dorong Indonesia Kuasai Teknologi Sampah Jadi Energi
Kementerian PU Percepat Pemulihan Pascabanjir di Padang, Fasilitas Umum dan Permukiman Dibersihkan

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 13:14 WIB

Kementerian PU Tangani Pascabencana Banjir di Padang melalui Padat Karya, Libatkan Warga dalam Pemulihan Permukiman

Tuesday, 20 October 2026 - 23:26 WIB

Menteri Dody Minta Kapasitas Jalan Banda Aceh–Krueng Raya Disiapkan untuk Kebutuhan Mendatang

Tuesday, 20 October 2026 - 23:23 WIB

Menteri Dody Pastikan Infrastruktur Pengendali Banjir di Sungai Krueng Aceh Siap Hadapi Musim Hujan

Tuesday, 20 October 2026 - 15:49 WIB

Menteri Dody Siapkan Pembangunan Check Dam dan Normalisasi Sungai di Padang

Tuesday, 20 October 2026 - 06:05 WIB

Menteri PU Tinjau Longsor Tapan–Batas Jambi, Instruksikan Cek Hulu Sungai untuk Cegah Longsor Susulan

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

Pramono Dorong Percepatan Belanja APBD DKI Jakarta

Thursday, 22 Oct 2026 - 13:04 WIB