Rakornas PKP, Mendes Yandri Paparkan Desa Tematik dan SEHATI

Thursday, 2 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gedung Mina Bahari III, Kamis (2/7/2026).

Presiden Prabowo Subianto menjadikan desa sebagai subyek pembangunan dengan mencantumkan dalam Asta Cita ke-6 yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan. Mengejawantahkan Asta Cita, Kemendes PDT menetapkan 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Salah satunya adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

“BUMDesa saat ini jumlahnya lebih dari 45 ribu dengan usaha di bidang Desa Tematik, yaitu pangan, pertanian, dan kelautan,” kata Mendes Yandri.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga masuk dalam 12 program prioritas ini karena menggunakan Dana Desa. KDMP diibaratkan Lilin Kecil yang menyinari desa karena untuk menerangi Indonesia tidaklah cukup Obor di Monas tapi lilin-lilin kecil yang bersinar terang di desa.

Mendes Yandri juga menuturkan jika dirinya telah menerbitkan Permendesa Nomor 1 tahun 2024 yang mensyaratkan 20 persen Dana Desa untuk mendukung Ketahanan Pangan yang kemudian banyak melahirkan Desa-desa Tematik. Salah satunya, desa yang berkaitan dengan perikanan darat yaitu budidaya Ikan Nila, Ikan Lele dan lainnya.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Keluatan atas pendampingan program Kemendes selama ini. Saat ini hampir 1.000 BUMDesa jadi penyuplai bahan baku Makan Bergizi Gratis,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Mendes Yandri berharap ada afirmasi terhadap BUMDesa agar lebih banyak menjadi penyuplai bahan baku MBG melalui SPPG agar bisa jadi pemain utama di tingkat desa. Pasalnya, lewat Desa Tematik seperti Desa Lele, Desa Ikan Nila dan Desa Ayam Petelur telah bersiap jadi rantai pasok program prioritas Pemerintah saat ini.

See also  Jokowi Tetapkan 15 Januari Sebagai Hari Desa

Dipaparkan Mendes Yandri, menggandeng World Bank, Kemendes telah meluncurkan Program Swasemba Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI). Program ini bakal menyasar 7.000 hingga 10.000 desa, dimana setiap desa bisa peroleh bantuan hingga Rp2,5 miliar.

“Salah satu yang disasar adalah Desa Nelayan. Kami akan menggerakkan budidaya perikanan darat, termasuk mungkin budidaya rumput laut,” kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Berkat kolaborasi dengan KKP, saat ini telah ada Desa lewat BUMDesa dari Pandeglang telah ekspor ikan ke luar negeri, yaitu Ikan Mas Nyonya dari Desa Bandung dengan negara tujuan Vietnam. Selain itu, Desa Kertasana yang sukses ekspor Ikan Koi Mas ke Kanada, Prancis, Inggris dan Afrika Selatan dengan pendapatan miliaran rupiah per tahun.

“Kolaborasi Octahelix yang didengungkan Kemendes saat ini, kami yakin Asta Cita Presiden Prabowo dapat terwujud karena kita ini Super Team, bukan Superman,” kata Mendes Yandri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pada tahun ini Pemerintah Pusat fokus swasembada protein ikan setelah swasembada karbohidrat sudah tercapai.

“Tahun ini fokusnya adalah protein ikan, baik ikan tangkap dari laut maupun budi daya,” kata Zulhas, sapaan akrabnya.

Zulhas mengatakan bahwa saat ini untuk swasembada karbohidrat seperti beras, dan jagung sudah terealisasi, untuk itu pemerintah mencoba fokus swasembada protein ikan.

Ia menjelaskan bahwa untuk swasembada protein ikan baik budi daya maupun tangkap dilakukan dengan memperbaiki tata kelola perikanan terutama di kampung nelayan salah satunya dengan mendirikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Zulhas menyebutkan bahwa kampung tersebut nantinya akan menyediakan kebutuhan para nelayan, seperti pabrik es batu, gudang beku, balai lelang dan sebagainya.

See also  Mardani: Saatnya Evaluasi Kebijakan “New Normal”

Turut hadir Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati, Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus, Para Gubernur dan Bupati se-Indonesia.

Turut dampingi Mendes Yandri, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani dan Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nugroho Setijo Nagoro.

Berita Terkait

Pulihkan Konektivitas Aceh, Penanganan Permanen Jalan dan Jembatan Terus Berlanjut
Perjuangkan Pelestarian Aksara Kawi, LaNyalla Temui Fadli Zon
BPD Tak Sekadar Bank Daerah, Mesin Dividen dan Penggerak Ekonomi Lokal
Larang Konsep One Man Show, Mendes Ingin Realisasi Program SEHATI Berbasis Kolaborasi
Arsitektur Menarik Sekolah Rakyat Cirebon, Punya Gapura Berpadu Budaya Lokal
Hutama Karya Gelar Aktivasi Mozy, Kenalkan Fitur Baru Aplikasi Pengelolaan Jalan Tol
Telkom Indonesia Salurkan Bantuan Rumah Bibit dan Lakukan Restorasi Mangrove di NTB
DPD RI Dorong Revisi UU Perindustrian

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 17:10 WIB

Pulihkan Konektivitas Aceh, Penanganan Permanen Jalan dan Jembatan Terus Berlanjut

Thursday, 2 July 2026 - 17:01 WIB

Rakornas PKP, Mendes Yandri Paparkan Desa Tematik dan SEHATI

Wednesday, 1 July 2026 - 01:20 WIB

Perjuangkan Pelestarian Aksara Kawi, LaNyalla Temui Fadli Zon

Wednesday, 1 July 2026 - 01:16 WIB

BPD Tak Sekadar Bank Daerah, Mesin Dividen dan Penggerak Ekonomi Lokal

Tuesday, 30 June 2026 - 17:57 WIB

Larang Konsep One Man Show, Mendes Ingin Realisasi Program SEHATI Berbasis Kolaborasi

Berita Terbaru

News

Pemerintah-DPR Bahas RUU PFII

Thursday, 2 Jul 2026 - 18:16 WIB

ilustrasi / foto ist

Berita Terbaru

Pusat Bisnis Jadi Raja Baru Harga Tanah di Jakarta

Thursday, 2 Jul 2026 - 17:56 WIB

Berita Utama

Rakornas PKP, Mendes Yandri Paparkan Desa Tematik dan SEHATI

Thursday, 2 Jul 2026 - 17:01 WIB