daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (2/7). Dalam kunjungan itu, Pramono menyebut proyek tersebut sebagai salah satu role model penyelesaian persoalan banjir dan penataan kawasan kumuh di Jakarta.
“Pertama-tama saya ingin memberikan apresiasi. Inilah salah satu contoh role model untuk penyelesaian persoalan di lapangan,” kata Pramono.
Proyek yang tengah dikerjakan berupa pembangunan tanggul penahan tanah di sisi timur dan barat Kali Grogol. Infrastruktur ini dibangun untuk menjaga stabilitas bantaran sungai, mencegah longsor, sekaligus mengurangi risiko banjir akibat luapan kali.
Pramono mengapresiasi pembangunan di kawasan tersebut karena dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni penanganan banjir dan penataan lingkungan. Ia menegaskan, setelah pembangunan rampung, kawasan tersebut harus dijaga agar tidak kembali dipenuhi bangunan liar.
“Dan nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun membuat bangunan liar di atas jalan ini,” tegasnya.
Karena itu, Pramono menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk bersama-sama menjaga kawasan tersebut. Ia juga meminta agar dilakukan penataan lanjutan berupa pembangunan taman dan penghijauan di sekitar Kali Grogol.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, total anggaran proyek Kali Grogol Segmen Kemanggisan mencapai sekitar Rp62 miliar. Anggaran tersebut disiapkan melalui skema multi-years dari 2025 hingga Desember 2026.
“Anggarannya sudah disediakan sampai dengan Desember 2026 untuk segmen ini dengan panjang kurang lebih 1.072 meter,” ujar Ika.
Sebelum pembangunan dimulai, Dinas SDA DKI Jakarta lebih dulu melakukan pengerukan Kali Grogol dengan kedalaman sekitar satu meter. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi aliran air di kawasan tersebut.
Diketahui, kawasan Kali Grogol sebelumnya kerap dilanda banjir akibat luapan sungai. Selain itu, kondisi bantaran kali di sejumlah segmen juga rawan longsor. Karena itu, pembangunan tanggul penahan tanah dinilai penting untuk menjaga kestabilan bantaran sungai sekaligus melindungi warga dari ancaman banjir.








