Di FAO, Mentan Dorong Bantuan ke Negara Afrika dan Pasifik

Tuesday, 21 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Pertanian RI mendorong organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di bawah naungan PBB untuk aktif membantu negara mitra di Afrika dan Pasifik yang masih terbelakang dalam ketahanan pangan.

Hal ini disampaikan Mentan Syahrul Yasin Limpo saat bertemu dengan Deputy Director General FAO Laurent Thomas (21/1) di kantor pusat FAO, Roma, Italia.

“Indonesia selama ini telah banyak membantu negara-negara mitra di Afrika,” kata Mentan.

Misalnya, kata dia, membangun training center di Gambia dan Tanzania, lalu membuat proyek percontohan pengembangan kacang  kedelai di Madagaskar dan padi di Sudan. Indonesia juga mengirim bantuan traktor tangan untuk beberapa negara pasifik seperti Fiji dan Vanuatu.

“Indonesia memiliki banyak tenaga ahli dalam berbagai bidang yang siap untuk bekerjasama dengan FAO dalam membantu negara-negara mitra di Afrika dan Pasifik,” kata Syahrul.

Dalam pertemuan itu, Mentan bicara delapan poin penting sebagai posisi pertanian Indonesia. Pertama, Indonesia mendorong kerjasama lebih erat dengan FAO sebagai organisasi pangan internasional, sebagai salah satu produsen sumber pangan terbesar di dunia, untuk memenuhi pangan nasional dan dunia.

Mentan juga mengajak FAO dalam mengembangkan Agriculture War Room (AWR) di Indonesia yang berfungsi sebagai pusat kontrol monitoring dan evaluasi mobilisasi sumber daya pertanian. Mentan mengundang seluruh technical team FAO untuk membantu Indonesia.

Dirinya ingin memastikan validitas data yang lebih kuat dan pencapaian produksi yang lebih efektif, efisien, dan berstandar Internasional, yang pada implementasinya dikawal secara intensif melalui Kostratani yang baru saja dibentuk.

FAO diharapkan dapat berperan dalam menyeimbangkan situasi pasar produk pertanian yang cenderung diskriminatif, dan merugikan negara berkembang selaku produsen. Negara-negara importir yang pada umumnya negara maju, menerapkan standar-standar yang seringkali menyulitkan dan menekan daya tawar negara eksportir, dalam hal ini khususnya kelapa sawit bagi indonesia.

See also  KLHK Perkuat Rantai Nilai Pengelolaan Sampah Menuju Ekonomi Sirkular

Mentan mendukung hand-in-hand initiative yang menjadi program DG FAO yang baru, yang fokus pada program kemitraan antara negara maju dan berkembang untuk dapat maju bersama dalam berbagai aspek rantai nilai usaha pertanian.

Indonesia juga mengajak FAO untuk bersama-sama membantu negara-negara ketiga yang membutuhkan bantuan teknis, khususnya penguatan kapasitas melalui pusat-pusat pelatihan yang telah dibangun Indonesia di beberapa negara Afrika, seperti Tanzania dan Gambia.

Deputy Director General FAO Laurent Thomas, mengatakan FAO sangat terkesan dengan inisiatif Mentan dalam pengembangan AWR. Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan program FAO.

Tim FAO menyampaikan secara singkat data management system yg ada di FAO seperti AMIS, pemanfaatan GIS, early warning system, dan pemanfaatan teknologi artificial intelligent lainnya. FAO berkomitmen penuh untuk mendukung indonesia dalam pengembangan AWR dan program digitalisasi pertanian modern di indonesia.

Dalam pertemuan itu, Menteri Pertanian juga mendapatkan kesempatan untuk meninjau berbagai fasilitas data management system yang dimiliki oleh FAO.

Berita Terkait

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama
Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir
Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi
Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards
Kementerian PU Tangani Longsor, Jalan Tarutung–Sipirok Kembali Bisa Dilalui
Kementerian Transmigrasi Perkuat Program Trans Tuntas, 194 Bidang Tanah Transmigran di Satuan Permukiman (SP) 1 Padang Tarok Telah Bersertipikat
Kementerian PU Tingkatkan Penerapan Teknologi BIM pada Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkendara

Berita Terkait

Saturday, 31 October 2026 - 18:17 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Friday, 30 October 2026 - 22:16 WIB

Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Friday, 30 October 2026 - 12:41 WIB

Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi

Friday, 30 October 2026 - 10:32 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Friday, 30 October 2026 - 10:05 WIB

Kementerian PU Tangani Longsor, Jalan Tarutung–Sipirok Kembali Bisa Dilalui

Berita Terbaru