Siapapun Capres PDIP 2024, Anies Harus Disingkirkan Dulu

Saturday, 15 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tony Rosyid, (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

DAELPOS.com – Salah ketik! Ini dia! Satu kesalahan yang selama ini dicari dan ditunggu, ketemu! Bahan bagus. Bahkan bagus banget. Gak boleh dilewatkan!

Kalau merasa salah, mundur aja! Kata Gilbert Simanjuntak, seorang anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP. Ini cacat administrasi, cacat hukum, katanya lagi. KPK harus turun, lanjutnya.

Ini manipulasi. Ini pembohongan publik, kata Prasetyo Edi Marsudi, ketua DPRD DKI dari PDIP. Hari ini saya masih punya palu. Kalau dia keras, saya akan keras, katanya lagi.

Apa sih masalahnya, sampai keras-kerasan begitu? Sampai bilang manipulasi, pembohongan publik, KPK harus turun, dan minta ada yang mundur. Situasinya seperti mau kiamat aja.

Ini hanya soal surat Pemprov DKI ke mensesneg terkait ijin penyelenggaraan ajang Formula E yang akan menggunakan kawasan Monas. Begitu menurut penjelasan Syaefullah, Sekda DKI. Dalam surat yang dikirim pemprov DKI ada salah ketik. Harusnya tertulis “Tim Sidang Pemugaran (TSP)” , tapi ditulis “Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)”.

Manipulasi.. Pembohongan publik… Sabar! Dianggap manipulasi atau pembohongan publik, jika ada kesengajaan. Perlu dicek, ada gak kesengajaan? Kalau ada kesengajaan, siapa pihak yang melakukannya? Staf pegawai, biro hukum, sekda, atau gubernur? Jangan belum apa-apa, sudah teriak mundur! KPK harus turun! Saya masih punya palu! Emosional banget bung. Tukang bangunan di dekat rumah saya juga punya banyak palu. Hehehe.. Maaf, guyon!

Pemprov salah, iya! Ada ketelodoran administrasi. Wajar jika DPRD menegur. Memang harus diingatkan. Gak boleh terulang. Gak boleh lagi teledor. Kendati tak ada risiko fatal, baik terkait keuangan atau yang lain. Tetap harus dievaluasi dan Pemprov mesti lebih hati-hati.

See also  Pertumbuhan Diprediksi Turun, Pemerintah Tak Perlu Salahkan Corona

Tapi, kalau negur ya sewajarnya menegur. Gak perlu emosional, mengumbar ke media dan pakai ancaman palu segala. Calm! Slow! Kecuali jika mau dijadikan panggung untuk hajar gubernur. Nah, itu lain soal. Sudah bias!

Kalau terlalu keras reaksinya, rakyat justru malah bertanya: gara-gara salah ketik saja sebegitu marahnya, ada apa ini? Seolah lupa dengan persoalan Harun Masiku yang entah sedang makan malam bersama siapa.

Gak perlu nyuruh KPK turun bro. Entar ribut soal surat geledah lagi. Berabe! Jangan khawatir, tanpa disuruh, KPK, BPK, kepolisian dan ICW sudah melototin. Kemana aliran dana untuk ajang Formula E diawasi.

Rakyat melihat bahwa ajang Formula E yang akan digelar bulan Juni di sekitar kawasan Monas adalah event internasional. Ini akan menjadi promosi Indonesia di mata dunia. Bukan hanya untuk Jakarta. Apalagi untuk gubernur. Tapi, bagi sebagian politisi, ini dianggap peristiwa politik. Sukses ajang Formula E, maka nama Anies selaku gubernur akan makin berkibar. Tidak saja di tingkat nasional, tapi juga global. Ngiri ya? Makanya jadilah gubernur DKI. Tapi, kalau jadi gubernur yang cerdas. Jangan sibuk nyari upeti di reklamasi dan sumber waras.

Kesuksesan Anies dianggap oleh sebagian politisi sebagai investasi untuk 2024. Bahaya! Karena itu, sebisa mungkin diganjal. Semua yang potensial menjadi investasi Anies harus dihambat dan dihalangi. Ini cara efektif untuk menghadang Anies maju di 2024.

Saat ini, Anies memang tokoh paling populer. Berbagai survei, dukungan terhadap Anies untuk 2024 tertinggi. Sementara, belum ada tokoh lain, terutama dari PDIP, yang potensial untuk dilawankan dengan Anies. Puan Maharani? Sepertinya belum ngangkat. Kalau begitu, kenapa gak dukung Anies saja? Cocok! Declare usung Anies, adem bro!

See also  Menteri Basuki Resmikan Masjid Baitul Arham di Sumenep

Jika gak punya calon yang berpotensi menang, sikap yang paling rasional adalah mendukung yang sudah ada. Gak perlu paksaan diri untuk nyalon jika peluangnya kecil. Ini barangkali yang sedang dipikirkan partai-partai lain seperti Nasdem.

Publik umumnya sudah paham dan gak terlalu heran. Semakin diganjal, semakin dihambat, semakin dihalang-halangi, justru blessing buat Anies. Mirip aktor James Bon dalam sebuah film. Selalu bisa keluar dari jebakan maut musuh-musuhnya. Kalau ini adalah fakta yang terjadi selama ini. Berkah, kata para kiai.

Bagi rakyat, 2024 masih jauh. Para politisi gak usah pada galau dan over acting. Tugas kalian yang sudah punya kursi adalah melayani dan menyuarakan kebutuhan rakyat. Memberikan kemampuan terbaik untuk bangsa dan negeri ini. Bukan bikin gaduh. Kalau mau buat gaduh, jangan jadi politisi. Jadi tukang obat saja dan teriak-teriak di pinggir jalan. Obat pusing…, obat lemes… , obat nguatin syahwat… , obat kesepian…, Manjur… Murah… Harga kejangkau…kasiatnya langsung tokcer… Ayo beli… beli… Nah, pasti jalanan gaduh!(*)

Berita Terkait

Roadshow SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Makassar, Astra Cari Penggerak Perubahan dari Indonesia Timur
Optimalkan Pengawasan ODOL, Jasa Marga Pasang Rangka Gantry RFID di Ruas Tol JORR
Bukan Lagi Penonton, Saatnya Generasi Muda Ambil Peran Lewat Tim Ekspedisi Patriot
Sepuluh Asosiasi Desa Dukung Program MBG dan KDMP
Akses Lembah Anai Telah Dibuka 24 Jam, Progres Penanganan Capai 73% 
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, LaNyalla Serukan Rekonstruksi Total Arsitektur Hukum dan Ekonomi Nasional
Gorontalo Apresiasi BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan
Kementerian PU Targetkan 10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

Berita Terkait

Thursday, 25 June 2026 - 13:43 WIB

Roadshow SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Makassar, Astra Cari Penggerak Perubahan dari Indonesia Timur

Thursday, 25 June 2026 - 13:12 WIB

Optimalkan Pengawasan ODOL, Jasa Marga Pasang Rangka Gantry RFID di Ruas Tol JORR

Wednesday, 24 June 2026 - 18:00 WIB

Bukan Lagi Penonton, Saatnya Generasi Muda Ambil Peran Lewat Tim Ekspedisi Patriot

Tuesday, 23 June 2026 - 18:59 WIB

Sepuluh Asosiasi Desa Dukung Program MBG dan KDMP

Monday, 22 June 2026 - 18:45 WIB

Akses Lembah Anai Telah Dibuka 24 Jam, Progres Penanganan Capai 73% 

Berita Terbaru

ilustrasi / foto ist

News

Ganjil Genap Gerbang Tol Tetap Mengacu Aturan Lama

Saturday, 27 Jun 2026 - 10:41 WIB

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga aktivis perempuan Fahira Idris / foto ist

News

Kasus Penyekapan Bandung, Fahira Sampaikan Tujuh Desakan

Saturday, 27 Jun 2026 - 10:29 WIB