Mendagri: Lima Visi Presiden untuk Pertumbuhan Ekonomi, Antisipasi Bonus Demografi

Monday, 24 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., mengatakan 5 (lima) Visi Presiden Joko Widodo yang berupa pembangunan SDM yang unggul, melanjutkan pembangunan infrastruktur, melakukan penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi atau reformasi birokrasi, serta transformasi ekonomi dari berbasis SDA ke manufaktur dan jasa, bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dan untuk mengantisipasi bonus demografi yang akan dihadapi bangsa Indonesia.

“Kalau kita membaca 5 (Lima) Visi Bapak Presiden, sebetulnya tujuannya 2 (dua) saja. Yang pertama adalah beliau ingin mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5% dengan memperkuat mesin produksi, kemudian untuk mengatisipasi bonus demografi,” kata Mendagri saat membuka Rakornas Kepala BPSDM Provinsi dan Kepala BKPSDM Kab/Kota Seluruh Indonesia di Auditorium Lantai 4 BPSDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (24/02/2020).

Mendagri menjelaskan kondisi dan dinamika global yang menuntut setiap negara untuk survive dan mendominasi negara lain dengan cara non- militer, salah satunya melalui instrumen sosial-budaya dan ekonomi. Maka, untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, bangsa Indonesia dihadapkan untuk mempersiapkan produksi dan angkatan kerja yang mumpuni.

“Nah ini perang ekonomilah yang utama, instrumen yang paling penting. Kalau kita bicara ekonomi tidak akan lepas dari produksi, siapa yg mampu membuat mesin produksi yang lebih masif dia akan mendominasi yang lain. Dan kalau bicara produksi pasti akan tidak lepas dari angkatan kerja, dan Indonesia memiliki jumlah penduduk nomor 4 terbesar setelah China, India, dan Amerika. Kita bisa menjadi negara yang potensi yang bisa mendominasi, punya angkatan kerja besar, SDA melimpah,” ujarnya.

Meski demikian, pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja yang tinggi tersebut perlu diantisipasi agar tak menjadi bencana demografi. Salah satunya dengan menyiapkan SDM unggul yang terampil agar menjadi bonus demografi yang potensial.

See also  Polri Telusuri Kasus Persekusi Anggota Banser NU

“Kita menghadapi fenomena yang bisa positif, bisa (juga) negatif. Yang disebut dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, sehingga menghasilkan jumlah penduduk angkatan muda yang tinggi yang disebut bonus demografi. Ini akan menjadi peluang untuk kita karena ini bisa menjadi tenaga kerja yang potensial. Pertumbuhan penduduk kita sangat tinggi sekali, tahun ini diperkirakan 263 juta jiwa, ini sekali lagi bisa menjadi potensi untuk memperkuat mesin produksi kita, ekonomi kita,” jelas Mendagri.

Di samping itu, pertumbuhan penduduk yang tinggi juga perlu ditopang dengan pendidikan dan gizi yang tercukupi agar menghasilkan SDM unggul. Oleh karenanya, Pemerintah melalui berbagai langkahnya terus berupaya meminimalisasi angka stunting di Indonesia.

“Tetapi di sisi lain kalau seandainya mereka tidak bekerja atau tidak terampil dalam bekerja itu menjadi beban. Bonus demografi bisa menjadi bencana demografi, kalau mereka tidak sehat, stunting, kekerdilan, dikarenakan kurang pasokan gizi di usia dini sejak dalam kandungan. Jadi otomatis badan yang sehat itu modal penting utnuk menciptakan SDM yang berkualitas untuk tenaga kerja yang produktif. Selain itu, tentu pendidikan, pengetahuan dan keterampilan, pendidikan formal maupun pendidikan yang non formal, pendidikan keterampilan vokasional,” terangnya.

Dengan sejumlah antisiapasi dalam menghadapi bonus demografi, diharapkan mampu menyiapkan angkatan kerja, di samping menghindari dampak bencana demografi yang dimungkinkan terjadi apabila Pemerintah kurang bisa mengantisipasinya.

“Jangan sampai terjadi bencana demografi, kalau mereka ‘nganggur tidak bekerja maka larinya akan ke gangguan kamtibnas, gangguan sosial, kasus kriminal meningkat, potensi konflik akan meningkat, dan seterusnya. Makanya program Bapak Presiden yang pertama adalah membangun SDM yang unggul, baru yang kedua melanjutkan pembangunan infrastruktur, menyederhanakan regulasi untuk menciptakan lapangan kerja, menyederhanakan birokrasi untuk perizinan lapangan kerja, baru transformasi ekonomi,” kata Mendagri. []

Berita Terkait

Menteri Dody Tancap Gas Rampungkan Sekolah Rakyat Kuantan Singingi
Gaspol Kendaraan Listrik! Purbaya: Insentif Lanjut, Prabowo Siapkan Stimulus Baru
Sudah Fungsional, Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara Siap Sambut MPLS Tahun Ajaran 2026-2027
Kementerian PU Kolaborasi dengan PMI Tangani Dampak Kekeringan di Kabupaten Kubu Raya
Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lombok Barat yang Terdampak Kekeringan
Wamen PANRB: Hoegeng Awards Jadi Apresiasi bagi Polisi Berintegritas dan Berdedikasi
Menkeu Kantongi Tugas Khusus, Duit Sekolah Rakyat Siap!
Hutama Karya Perkuat Hubungan Industrial melalui Munas IX Serikat Karyawan

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 14:49 WIB

Menteri Dody Tancap Gas Rampungkan Sekolah Rakyat Kuantan Singingi

Wednesday, 5 August 2026 - 14:34 WIB

Gaspol Kendaraan Listrik! Purbaya: Insentif Lanjut, Prabowo Siapkan Stimulus Baru

Tuesday, 4 August 2026 - 20:35 WIB

Sudah Fungsional, Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara Siap Sambut MPLS Tahun Ajaran 2026-2027

Tuesday, 4 August 2026 - 18:19 WIB

Kementerian PU Kolaborasi dengan PMI Tangani Dampak Kekeringan di Kabupaten Kubu Raya

Tuesday, 4 August 2026 - 17:40 WIB

Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lombok Barat yang Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru

Nasional

Menteri Dody Tancap Gas Rampungkan Sekolah Rakyat Kuantan Singingi

Wednesday, 5 Aug 2026 - 14:49 WIB

Faris Patria Chariansyah dan Hilmy Lazuardhy Nurramadhan (Ilustrasi / foto ist)

Energy

Dua Siswa MAN IC Serpong Wakili RI di Olimpiade Nuklir Dunia

Wednesday, 5 Aug 2026 - 14:42 WIB

Berita Terbaru

Tindak Lanjut UU 3/2026, Kementerian PANRB Dukung Optimalisasi SDM LPSK

Wednesday, 5 Aug 2026 - 09:58 WIB