Menkop dan UKM : Usaha Mikro Butuh Partner agar Bisa Terhubung Dengan Ekosistem

Tuesday, 3 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA: Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan usaha mikro membutuhkan partner atau kemitraan agar mereka bisa terhubung dalam ekosistem. Pasalnya usaha mikro yang jumlahnya puluhan juta itu jika berusaha sendiri tak akan mampu memenuhi permintaan pasar secara continue dan dalam volume yang besar.

“Jumlah usaha mikro itu 63 jutaan mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan sampai warung yang namun sesuai namanya usahanya mereka kecil kecil, di sektor pertanian, lahan merekapun sempit. Jadi dibutuhkan startup baru yang bisa jadi partner usaha mikro untuk bisa terhubung dalam ekosistem” kata Menkop dan UKM Teten Masduki, di sela pembukaan pendaftaran Grab Ventures Velocity (GVV) angkatan 3, di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Hadir dalam acara itu Menkominfo Johnny G Plate, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Arif Rahman Hakim, serta perwakilan startup alumni GGV 2 diantaranya Tanihub, Sayurbox dan Pergiumroh.

Menkop Teten memaparkan, dalam kunjungannya ke sejumlah daerah seperti di Papua, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Sumatera, banyak usaha mikro dengan hasil komoditas yang memiliki nilai tinggi semisal kopi, umbi2an, kepiting, furniture, maupun buah tropis. “Namun pasokannya dalam skala kecil dan ini membutuhkan kemitraan yang bisa menghubungkannya dengan market yang membutuhkan supply dalam jumlah besar dan teratur,” jelasnya.

Karena itu lanjut Menkop dan UKM, pihaknya mendukung dan memberikan apresiasi atas inisiatif Grab Indonesia dalam memunculkan startup baru yang bisa memberikan manfaat pada usaha-usaha mikro agar bisa naik kelas atau scale up.

Menkop dan UKM Teten menambahkan Kemenkop dan UKM juga sudah menulai menggandeng startup dalam mengangkat usaha mikro yang kebetulan sebagian juga alumnus GGV yaitu TaniHub dan Sayurbox, keduanya sektor pertanian serta Aruna di sektor perikanan. Sedang untuk usaha mikro warung, Kemenkop dan UKM juga bekerjasama dengan Warung pintar, dan Grab kios.

See also  Gus Halim Beri Penghargaan 10 Pemenang Promosi Desa Wisata

Menurut Menteri Teten Masduki, yang masih sangat dibutuhkan dalam mengangkat usaha mikro terhubung dengan ekosistem adalah, para seller (penjual) di market place yang bisa aktif mencari offtaker atau pembeli

Berdayakan 117 Ribu Usaha Mikro

Sementara itu Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, mengatakan Grab yang sudah beroperasi 6 tahun di Indonesia, cukup memahami apa saja tantangan dan kebutuhan perusahaan starup di Indonesia. “Melalui GGV kami harap bisa meningkatkan kualitas starup Indonesia dan sehingga bisa menjadi Unicorn baru san menjadikan Indonesia sebagai startup terbesar di Asia Tenggara, “katanya.

Neneng menjelaskan, di Indonesia kini ada 2.193 startup atau urutan ke lima terbesar dunia setelah Amerika Serikat (46 ribu startup), India (6.000), Inggris (4.900) dan Kanada (2.400)

Neneng menjelaskan dari dua angkatan GVV sebelumnya telah mendorong pertumbuhan 15 startup, yang 10 diantaranya merupakan startup Indonesia, diantaranya adalah TaniHub, Qoala, Tamasia, Porter, Sayurbox dan Pergiumroh. “Mereka telah mampu memberdayakan lebih dari 117 ribu usaha mikro,” kata Neneng.

Ia menambahkan untuk GGV angkatan 3 yang pendaftarannya dibuka sampai akhir Maret 2020 ini dibagi dalam dua track yaitu, restoran value-add service dan usaha logistik. []

Berita Terkait

Potongan Ojol Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai 1 Juli
Hutama Karya Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Catatkan Pertumbuhan Berkualitas
Jalan Daerah Era Presiden Prabowo Diperlebar Menjadi Sekitar 8 meter Dari Semula Sekitar 3 Meter
Mentrans: Masa Depan Indonesia Tidak Ditentukan oleh Jawa
Kelola 14 Ruas Tol Di Indonesia, Hutama Karya Catatkan Kinerja Positif Pengelolaan Jalan Tol
Mentrans: Abad ke-21 Bukan Lagi Era Memindahkan Penduduk, Tapi Memindahkan Talenta
Tinjau Lokasi Bencana Gempa Sulteng, Menteri Dody Prioritaskan Keandalan Infrastruktur Dasar
Lewat HK WASH Infra, Hutama Karya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Melalui Pengelolaan Air Siap Minum

Berita Terkait

Wednesday, 24 June 2026 - 12:39 WIB

Hutama Karya Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Catatkan Pertumbuhan Berkualitas

Tuesday, 23 June 2026 - 19:06 WIB

Jalan Daerah Era Presiden Prabowo Diperlebar Menjadi Sekitar 8 meter Dari Semula Sekitar 3 Meter

Tuesday, 23 June 2026 - 13:18 WIB

Mentrans: Masa Depan Indonesia Tidak Ditentukan oleh Jawa

Tuesday, 23 June 2026 - 13:07 WIB

Kelola 14 Ruas Tol Di Indonesia, Hutama Karya Catatkan Kinerja Positif Pengelolaan Jalan Tol

Sunday, 21 June 2026 - 18:13 WIB

Mentrans: Abad ke-21 Bukan Lagi Era Memindahkan Penduduk, Tapi Memindahkan Talenta

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen

Wednesday, 24 Jun 2026 - 18:23 WIB