Jelang Mudik Lebaran 2020, Tiga Ruas Tol Siap Dioperasikan

Wednesday, 18 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus berupaya untuk memenuhi target capaian pembangunan jalan tol 2020-2024 sepanjang 2.500 km, untuk menambah panjang dan melengkapi jaringan jalan tol yang sudah dioperasikan hingga 2020 yakni 2.300 km yang meliputi 54 ruas tol, termasuk Jembatan Suramadu.

Pada tahun 2020 ini Kementerian PUPR menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan 28 ruas tol sepanjang 482 km. Tiga di antaranya sudah dilakukan uji laik fungsi dan sudah siap untuk dioperasikan, serta dapat digunakan saat mudik Lebaran 2020. Ketiga tol tersebut adalah Tol Manado – Bitung Seksi I, Tol Pekanbaru – Dumai dan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung (Seksi Kayu Agung – Jakabaring).

“Saya harap di bulan April tol Pekanbaru – Dumai dan Manado – Bitung sampai Danowudu sudah selesai konstruksinya sehingga bisa beroperasi mendukung kelancaran lalu lintas saat mudik Lebaran 2020,” ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa saat lalu.

Pertama, ruas Tol Manado – Bitung dengan total panjang 39 km. Progres pembangunan Seksi I (Manado – Airmadidi) sepanjang 14 km telah mencapai 100%, baik lahan dan fisik. Seksi 2A (Airmadidi – Kauditan) sepanjang 6,5 km progres fisik 98,16% dan lahan 99,61%, ditargetkan selesai pada April 2020. Seksi 2B (Kauditan- Bitung) sepanjang 18,5 km progres fisik 45,59% dan progres lahan 97,25%, ditargetkan selesai pada akhir Desember 2020.

Pembangunan Tol Manado – Bitung bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dari dan menuju ke Pelabuhan Internasional Bitung. Keberadaan tol ini juga akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan pendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Manado – Bitung – Likupang, termasuk akses ke Pulau Lembeh. Tol ini akan memangkas jarak tempuh yang tadinya 90 menit menjadi 30 menit saja.

See also  Mendagri Minta Pemda Segera Cairkan NPHD Pilkada sebelum 15 Juni

Kedua adalah Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km. Progres pembangunan Seksi I (Pekanbaru – Minas) sepanjang 9,5 km telah mencapai 100% baik fisik maupun lahan. Sementara Seksi 2 – 6 sepanjang 120,9 km progres fisik telah mencapai 89,19% dan lahan 94,26%, ditargetkan selesai pada akhir April 2020.

Kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju. Presiden Jokowi juga mengatakan kehadiran tol ini akan mempercepat mobilitas orang dan logistik sehingga meningkatkan daya saing sekaligus stok infrastruktur nasional.

“Tol ini akan memperpendek jarak tempuh antara Pekanbaru – Dumai menjadi 131 kilometer di mana melalui jalan nasional jaraknya 200 kilometer. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Trans Sumatera mencapai 75% dari Feasibility Study, ini lebih tinggi dari tol Trans Jawa. Saya kira truk pengangkut bahan seperti sawit bisa pindah menggunakan jalan tol dengan pertimbangan hitungan waktu. Dengan tol ini, pengguna dapat menghitung waktu perjalanan bahan dari asal sampai ke pabrik,” ungkap Menteri Basuki.

Di Seksi IV Tol Pekanbaru – Dumai juga dibangun empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam. Sebab seksi ini melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil di mana keduanya merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.

Ketiga adalah Tol Kayu Agung – Palembang – Betung Seksi Kayu Agung – Jakabaring sepanjang 33,5 km di mana progres fisik dan lahan sudah mencapai 100%. Ruas tol ini juga siap digunakan oleh publik dan dioperasionalkan sebelum mudik Lebaran 2020. Sedangkan Seksi Jakabaring – Jalintim Sumatera sepanjang 9 km progres fisiknya telah mencapai 52,45 dan lahan 100%, ditargetkan selesai Desember 2020. Seksi 2 dan 3 (Jalintim – Betung) sepanjang 69,19% progres fisik telah mencapai 22,15% dan lahan 59,69%. (*)

Berita Terkait

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

Berita Utama

Cegah Stunting, TEP UNDIP Ajak Warga Senggi Olah Pangan Lokal

Friday, 25 Sep 2026 - 11:49 WIB

Energy

Siapkan SDM Nuklir, ITPLN Luncurkan Buku Teknologi PLTN

Friday, 25 Sep 2026 - 06:45 WIB