Diduga Terkandung Zat Sembuhkan Covid 19, Aliansi Pemuda Daerah ini Sarankan Menkes Bentuk Tim Peneliti

Sunday, 22 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nazarullah Ketua Aliansi Pemuda Aceh Jakarta (Foto : Istimewa)

Nazarullah Ketua Aliansi Pemuda Aceh Jakarta (Foto : Istimewa)

DAELPOS.com – Ketua Aliansi Pemuda Aceh Jakarta Mendesak Pemerintah Pusat Untuk Segera Melakukan Penelitian GANJA Untuk Penyembuhan Covid-19

Negara Indonesia saat ini dihantui Oleh Virus Covid-19 atau CORONA Bahkan Hingga 21 Maret sudah Nyatakan 450 orang Positif Corona dan 38 Orang Meninggal Dunia dan 20 Orang dinyatakan Sembuh.

Makanya dalam Hall ini Nazarulllah Ketua Aliansi Pemuda Aceh-Jakarta Mendesak Menteri Kesehatan Republik Indonesia Agar Membentuk TIM Peneliti GANJA untuk Mengetahui dan Memastikan Bahwa Senyawa atau Zat Aktif yang Terdapat dalam tumbuhan GANJA kemungkinan Besar Dapat Menyembuhkan Penyakit COVID-19 yg Melanda Indonesia saat ini.

Negara2 Maju di dunia sudah Melakukan Penelitian pada Tumbuhan Ganja dan Banyak terdapat Mamfaatnya.
Kita tau Indonesia Menetapkan Ganja Narkotik Golongan 1 di atur dalam UUD,
Semua tumbuhan Ganja dilarang Untuk Keperluan apapun di atur dlm UUD 35 2009 Tentang Narkotik.

Namun ada bebarapa Negara melegalkan GANJA untuk Keperluan Medis.
Setidaknya ada tiga tujuan suatu negara melegalkan kepemilikan ganja, yakni untuk kepentingan medis, nonmedis (kepentingan rekreasi), dan campuran keduanya (sepenuhnya).

Sementara kepentingan medis dan nonmedis cukup jelas, negara yang melegalkan ganja sepenuhnya berarti memiliki regulasi yang mengizinkan penjualan dan budidaya, termasuk untuk konsumsi medis maupun rekreasi.

Oleh karena itulah, Kanada yang kini menjadi pasar legal ganja terbesar di dunia mengeluarkan The Cannabis Act—hukum penggunaan ganja di Kanada, berisi aturan beragam di 10 provinsi dan 3 wilayah.

Meski begitu, 46 negara bagian di AS tercatat melegalkan ganja dengan berbagai tujuan.

Selain negara-negara bagian di AS, mayoritas negara di dunia juga melegalkan penggunaan ganja medis. Bahkan, ada beberapa negara yang melarang penggunaan ganja rekreasi, tetapi menetapkan kebijakan dekriminalisasi ataupun menoleransi sebagai pelanggaran nonpidana.

See also  KPK Sita Uang dan Dokumen di Rumah Dinas Bupati Sidoarjo

Sejak 2014, Chili melegalkan penanaman ganja medis dan pada 2015, obat-obatan turunan ganja boleh dibeli di apotek menggunakan resep.

Semenjak 2016, hukum di Chili juga menolerir penanaman dan kepemilikan sejumlah kecil ganja untuk kepentingan rekreasi dan spiritual.

Di Peru, kepemilikan ganja diperbolehkan asalkan untuk penggunaan pribadi, tidak dipakai di muka umum, dan bersifat segera.

Kongres Peru meloloskan RUU untuk melegalkan ganja medis, sekaligus memungkinkan produksi, penjualan, dan impor minyak ganja.

Argentina memperbolehkan ganja medis, pun mendiskriminalisasi sejumlah kecil ganja yang dikonsumsi di tempat pribadi. Di Spanyol, ganja boleh ditanam dan dipakai di tempat pribadi sejak tahun 1990-an. Negara ini juga memiliki ratusan klub ganja, meskipun penjualan bertujuan komersial tetap ilegal.

Belgia memperbolehkan orang berusia 18 tahun ke atas memiliki ganja maksimal tiga gram. Membudidayakan pun diperbolehkan, walaupun cuma satu pohon.

Di Inggris, ganja medis untuk kepemilikan dan pembudidayaan akan dilegalkan per 1 November 2018. Syaratnya, ketika tidak ada obat lain yang terbukti bekerja.

Kendati ganja ilegal di Belanda, warga negaranya diizinkan untuk merokok ganja di kedai-kedai kopi. Pemakaian publik juga didekriminalisasi hingga lima gram. Syaratnya, kedai kopi tidak boleh mengiklankan soal ganja dan pengunjung tidak menyebabkan gangguan.

Hal serupa terjadi di Kamboja Meski kepemilikan ganja resmi ilegal, larangan itu sering lalai ditegakkan. Banyak restoran yang terletak di Phnom Penh, Siem Reap, dan Sihanoukville, dimasak dengan ganja atau sebagai hiasan tambahan.

Indonesia Harus Segera Melalukan Penelitian Agar tidak Salah dalam Memahami Tanaman Ganja..(*)

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB