Produksi Padi Aman, Harga Beras Stabil

Saturday, 4 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Panen padi sudah mulai terlihat di beberapa wilayah di Indonesia. Menurut data Kerangka Sampling Area (KSA) BPS prediksi luas panen April dan Mei lebih luas dibandingkan bulan Maret. Bulan April luas panen sebesar 1,73 juta hektar setara 5,27 juta ton beras dan produksi Mei 3,8 juta ton beras. Akan ada surplus 2,8 juta ton beras untuk produksi di bulan April ini. Perkiraan stok beras April 2020 sebesar 6,7 juta ton dan mencapai 8 juta ton beras di bulan Mei nanti.

Sutarto Alimoeso, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) tidak menampik bahwa kondisi beras di Indonesia diyakini masih cukup dan surplus dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan bulan suci Ramadhan nanti. “Memang bulan Maret kemarin produksinya belum di puncak seperti halnya tahun-tahun lalu. Ya karena petani-petani ini musim tanamnya bergeser, banyak yang tanam di Januari,” ungkapnya saat diwawancara via telepon pada hari Jumat (3/4).

Soetarto pun mengapresiasi langkah antisipatif Pemerintah menghadapi puncak panen raya nanti. Sudah ada gerakan menjaga harga aman melalui Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling). “Kebetulan Perpadi ambil bagian dalam program ini. Jadi Kementan itu menggandeng penggilingan-penggilingan kecil untuk bantu serap gabah petani, nah darimana modalnya, digandeng jugalah lembaga keuangan seperti KUR dari perbankan untuk membiayai penggilingan yang kecil-kecil ini,” ujarnya.

Soetarto mengakui Pemerintah sudah selangkah lebih maju memikirkan bagaimana kedepan nanti supaya harga tidak bergejolak. Disamping itu juga menghidupkan kembali penggilingan skala kecil supaya lebih berdaya. Sudah banyak yang menikmati program ini, mereka jadi bisa mengembangkan usahanya yang semula hanya ada penggilingan bisa nambah modal untuk beli alat pascapanen yang lain, tentunya supaya nilai tambah berasnya lebih tinggi.

See also  Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Joe Biden

Ia juga meminta masyarakat tak perlu khawatir akan pasokan pangan dalam negeri karena hitungannya bulan ini memang sudah puncak panen raya. Kondisi wabah covid 19 tentu tak akan menghalangi petani untuk tetap produksi. Hanya yang perlu dijaga bersama saat ini jangan sampai ada hambatan di produksi beras di penggilingan padi dan distribusi antar wilayah.

Sama halnya dengan Soetarto, Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menyambut positif langkah pemerintah yang sudah antisipasi dan turun tangan seperti dengan melakukan serap gabah petani, melakukan kerjasama dengan penggilingan, dan bahkan hari ini kerjasama dengan gojek untuk layanan antar bahan pangan.

“Saya kira Pemerintah sudah melakukan beberapa langkah inovatif dan strategis terutama untuk meyakinkan rakyat bahwa bahwa meskipun kondisi yang sedang terbatas tetap akan terus dicarikan solusinya,” ujar Winarno
Dengan adanya Kostraling ini Winarno berharap puncak panen raya nanti harga di tingkat petani akan tetap stabil dan tidak sampai di bawah HPP sehingga jangan sampai harga yang diterima di bawah biaya produksi petani.

Perlu diketahu berdasarkan Permendag 24 tahun 2020 yang baru saja ditetapkan, HPP untuk gabah kering panen naik menjadi Rp. 4.200 per kg.

Di tempat berbeda Gatut Sumbogodjati, Direktur PPHTP Ditjen Tanaman Pangan Kementan saat diwawancara mengatakan bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia sedang panen.Catatannya selama 6 hari terhitung dari tanggal 29 Maret sampai 3 April sudah ada 163 Kabupaten yang melaporkan lahan yang sedang dan siap panen, ada bukti 679 foto dan 105 video yang kami kumpulkan. “Ini kondisi riil di lapangan, jadi kami ada hitungan matematis dengan BPS dan kami juga ada laporan riil di lapangan, beber Gatut.

See also  Pemprov DKI Boyong Jakpreneur Dalam Gelaran Pujafest 2022 DI Yogyakarta

Laporan produktivitas yang dihasilkan masih tinggi, contohnya di Jabar, Jatim, Jateng rata-rata 7-8 ton per hektar, bahkan ada yang bisa capai 10 ton/hekta. Untuk luar Jawa banyak yang di atas 5 ton per hektar. Jadi tidak benar ada penurunan provitas akibat adanya cuaca. Terkait harga, dengan kadar air 15%. masih bagus di kisaran Rp 4.600 per kg GKP. Sedangkan harga beras medium di PIBC untuk IR 64 III harganya masih di Rp 8.500 dan IR 42 di harga RP 11.500, jika ditilik tahun lalu harganya di kisaran yang sama, tidak ada kenaikan. Jadi tidak perlu risau, kami pastikan stok pangan bulan April ini aman, tukas Gatut

Berita Terkait

Kementerian PU Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka
Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian
Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom
Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 07:00 WIB

Kementerian PU Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

Saturday, 22 August 2026 - 11:22 WIB

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Friday, 21 August 2026 - 10:32 WIB

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun

Thursday, 20 August 2026 - 10:57 WIB

Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Wednesday, 19 August 2026 - 22:01 WIB

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

BNI Dukung Pagi Sore Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan

Wednesday, 26 Aug 2026 - 19:19 WIB

Berita Utama

Perkuat Hubungan Diplomasi, Kuwait-Indonesia Akan Kolaborasi Bangun Desa

Wednesday, 26 Aug 2026 - 19:14 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid mengambil sumpah jabatan dan mengukuhkan Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (26/08/2026). Foto: Komdigi

Berita Utama

Meutya Hafid Dorong KPI Adaptif Hadapi Era Streaming

Wednesday, 26 Aug 2026 - 18:58 WIB

Berita Utama

Jelang Aksi di DPR, Polda Metro Jaya Pastikan Jakarta Tetap Aman

Wednesday, 26 Aug 2026 - 18:51 WIB