Meninggal Kelaparan, Terungkap Berkas Permohonan Ibu Yuli untuk Dapat Bansos Ditolak

Tuesday, 21 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ist

Foto Ist

DAELPOS.com – Nasib Ibu Yuli, warga di Kota Serang, Provinsi Banten, yang meninggal dunia setelah dikabarkan kelaparan bersama keluarganya berhari-hari, sontak menarik perhatian publik. Namun bantuan yang mengalir sejak nasibnya diberitakan media massa akhir pekan lalu tidak bisa mengubah nasib Ibu Yuli, yang meninggal dunia pada Senin 20 April 2020.

Agus Jakaria, Ketua RT 03 RW 07, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang – tempat Ibu Yuli tinggal –mengaku pernah membawa berkas keluarga almarhum ke pemerintah untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos). Namun data keluarga itu ditolak, lantaran tertulis bekerja sebagai petugas kebersihan yang dikira sudah mendapatkan gaji setiap bulan.

Benar, suaminya, Mohamad Holik, bekerja sebagai “petugas kebersihan” yang mencari barang bekas dan layak jual dari tempat sampah atau tepatnya pemulung. Namun penghasilannya pun tak menentu.

Jika dirata-rata hanya Rp30 ribu pendapatan per hari paling besarnya. Uang sebesar itu harus dibagi untuk makan bersama Yulie, Holik, dan empat orang anak mereka.

“Saya bawa data 15 Kepala Keluarga (KK), 5 KK saya bawa lagi karena tidak masuk kategori, di situ termasuk Pak Holik, karena status pekerjaannya sebagai [petugas] kebersihan. Saya bawa berkasnya ke Kesos, saya bilang ke almarhum, ‘Berkasnya saya bawa lagi,’” kata Agus saat ditemui di kediaman Ibu Yuli, Selasa 21 April 2020.

Agus menjelaskan bahwa bantuan datang ke keluarga Ibu Yuli sejak Sabtu, 18 April 2020, usai ramai diberitakan oleh media massa bahwa keluarga itu sempat menahan lapar dengan hanya minum air galon selama dua hari. Bantuan diberikan langsung ke Ibu Yuli oleh para relawan.

“[Bantuan dari pemerintah] belum ada, adanya Sabtu, datangnya bantuan banyak sorenya,” terang Agus.

See also  MenkopUKM Dorong Petani Bangun Korporatisasi Petani Melalui Koperasi

Dia juga menjelaskan bahwa adik Ibu Yuli  pernah bercerita kepada dia bahwa almarhum sempat mengalami sakit kepala pada Minggu, 19 April 2020 dan tidak bisa tidur di malam hari. Kemudian, pada Senin, 20 April 2020 sekitar pukul 15.00 WIB, Ibu Yulie menghembuskan nafas terakhir.

“Saya pernah ngobrol sama adiknya, ada keluhan di kepala, kurang tidur. Kata Pak (petugas) Puskesmas (ingin ketemu dengan adiknya) untuk wawancara dengan adiknya, pingin tahu keluhannya (almarhum),” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Ibu Yulie dan suaminya, Mohamad Holik, bersama empat anak mereka kelaparan hingga hanya meminum air galon selama dua hari. Usai ramai diberitakan, banyak bantuan kepada keluarga almarhum. Namun Ibu Yuli meninggal dunia pada Senin, 20 April 2020. []

Berita Terkait

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Wednesday, 23 September 2026 - 06:38 WIB

Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terbaru