DBD Mengintai, PKB Banten Melakukan Fogging

Sunday, 5 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sejak bulan Maret, DBD terus mengintai warga Tangsel seiring statusnya sebagai zona merah dalam penyebaran covid-19. Ini membuat PKB Banten mengambil langkah antisipasi dengan melakukan fogging di seluruh wilayah Banten.

Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi menyampaikan, fogging dilakukan atas permintaan warga. “Warga menyampaikan keluhan masih adanya korban DBD. Akhirnya kami melakukan fogging,” katanya pada media di Tangsel Minggu (5/5).

Ketua Fraksi PKB DPRD Banten menjelaskan bahaya DBD jangan sampai dianggap remeh di tengah upaya pencegahan covid-19 di Banten. Menurutnya, antisipasi dini bisa dilakukan dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan.

“Memang beban penanganan covid-19 masih harus kita pikul, namun kita harus tetap waspada bahaya DBD. Karena tiga bulan terakhir masih ada korban di DBD di masyarakat,” pintanya.

Ahmad Fauzi mengaku diminta warga untuk mengambil langkah fogging dalam mengurangi bahaya DBD. “Kami dengan senang hati bisa membantu masyarakat dalam mengantisipasi bahaya DBD dengan fogging. Praktis dan ekonomis,” tutupnya.

Adapun wilayah pertama yang melakukan fogging yang dimulai di RW 09 Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang Tangsel. “Hari ini kita mulai melakukannya melibatkan kader PKB dan masyarakat,” kata Ketua PAC PKB Pamulang Sarjono di sela-sela kegiatan fogging.

Bagi Sarjono, beberapa tempat di wilayah Tangsel rawan terkena DBD. Pasalnya kebiasaan membiarkan genangan air masih terjadi. “Terutama sampah botol dan gelas plastik yang ada di area bukan pemukiman, ini jarang diperhatikan,” keluhnya.

Memang pengakuan warga, ucap Sarjono, genangan air baik di satu wadah dan atau got sudah banyak ditertibkan seiring program grebek jentik yang melibatkan pengurus RT, tapi itu hanya menyasar di area pemukiman.

See also  BULD DPD RI Evaluasi Tata Kelola Desa Hadapi Tantangan Global

“Peluang sekecil apapun nyamuk bisa berkembang biak harus dihilangkan. Kami tadi mengoptimalkan fogging di area kosong sambil membersihkan sampah gelas dan botol plastik,” jelasnya.

Sarjono menyampaikan fogging akan dilakukan bertahap ke beberapa wilayah atas permintaan warganya. “Ini harus tetap atas idzin lingkungan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Darwati A. Gani Siap Dukung Kegiatan Kaum Muda Aceh yang Bermanfaat
Penutupan Sementara Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggan –Kayu Agung
DPD RI Kawal Implementasi UU Cipta Kerja di Bogor
Susun DIM, Komite I DPD RI Kunker ke Kantor Gubernur Jabar untuk Inisiasi Revisi UU Penataan Ruang
Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah
Irman Gusman Kembali Salurkan PIP Rp1,205 Miliar untuk 2.008 Siswa SD, SMP dan SMK di Sumatera Barat
GKR Hemas dan Yashinta Dorong DIY Jadi Provinsi Paling Aman Bagi Perempuan
Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Berita Terkait

Tuesday, 17 February 2026 - 19:04 WIB

Darwati A. Gani Siap Dukung Kegiatan Kaum Muda Aceh yang Bermanfaat

Monday, 9 February 2026 - 17:31 WIB

Penutupan Sementara Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggan –Kayu Agung

Thursday, 5 February 2026 - 06:54 WIB

DPD RI Kawal Implementasi UU Cipta Kerja di Bogor

Tuesday, 3 February 2026 - 16:28 WIB

Susun DIM, Komite I DPD RI Kunker ke Kantor Gubernur Jabar untuk Inisiasi Revisi UU Penataan Ruang

Tuesday, 27 January 2026 - 17:30 WIB

Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

News

Pendampingan Undip Dorong Produksi Kerupuk Ikan Rempang

Wednesday, 11 Mar 2026 - 10:19 WIB