Kementan Genjot Penggunaan Varietas Produksi Tinggi di Kawasan Jagung

Sunday, 12 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penanaman jagung tahun 2020 seluas 4,49 juta hektar dengan produktivitas lebih tinggi. Salah satu terobosan yang dijalankan yakni mendorong penggunaan varietas jagung berproduksi tinggi di kawasan sentra jagung sehingga produktivitas jagung nasional meningkat.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menjelaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkomitmen untuk menyediakan pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia secara mandiri. Jagung salah satu komoditas yang ditargetkan agar dapat dipenuhi sendiri untuk pakan ternak dan konsumsi dan agar petani jagung semakin sejahtera.

“Rata- rata produktivitas jagung lokal saat ini sekitar 6,4 ton per hektar. Kementan menargetkan produktivitas tersebut naik menjadi 8 hingga 9 ton per hektar. Kementan telah memiliki banyak varietas yang potensinya 11 ton perhektar. Jadi target ini kita optimis wujudkan,” demikian Suwandi di Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Suwandi menyebutkan minimal ada 14 varietas jagung produksi tinggi yang dikembangkan di kawasan yakni Nasa umur panen 103 hari setelah tanam (hst) potensi produksinya 13,7 ton/ha, JH37 potensinya 12,5 ton/ha, JH45 sebesar 12,6 ton/ha, JH30 sebesar 12,6 ton/ha, Pertiwi 7 sebesar 12,25 ton/ha, NK7202 sebesar 12,9 ton/ha, B59TX sebesar 12,7 ton/ha, P36 sebesar 13 ton/ha, BISI 321 sebesar 14,75 ton/ha, BISI 819 sebesar 14,19 ton/ha, P37 sebesar 12,1 ton/ha, DMI 1 sebesar 12,5 ton/ha, DMI 2 sebesar 12,4 ton/ha dan varietas Makmur4 potensi produksinya 11,9 ton/ha. Harap diingat ini adalah sekedar contoh potensi produksi sesuai diskripsi benih, belum aktual produksi.

“Semua varietas jagung tersebut memiliki potensi hasil diatas 11 ton/ha dan apabila benih ditanam tidak tepat sesuai kondisi dan persyaratan, maka hasilnya belum tentu mencapai setinggi potensi. Justru ini menjadi tantangan bagi petani untuk berbudidaya secara baik sehingga mampu menghasilkan provitas tinggi minimal mendekati potensi,” terang Suwandi.

See also  UNTUK KESEKIAN KALINYA BUPATI MEMINTA AGAR KAUM PEREMPUAN DI KABUPATEN TOLITOLI SELALU AKTIF MENGAWAL PROSES PEMBANGUNAN DAERAH

Oleh karena itu, ia mengharapkan kepada para petani agar teliti sebelum membeli dan memperhatikan diskripsi benih disesuaikan dengan kondisi agroekosistem setempat dan kebutuhan. Misalnya pada wilayah kekeringan dan pada lahan ada naungan lebih cocok pakai varietas JH-37, untuk di wilayah dataran tinggi cocok varietas JH 30 dan pertiwi 7, misalnya varietas BISI 321 bisa ditanam di musim kemarau, atau silakan dipilih sesuai diskripsi varietas dan wilayah agroekosistem.

“Ini masih banyak varietas benih jagung yang tidak disebutkan satu persatu, karena banyak jenisnya. Di setiap wilayah petani memiliki selera pilihan benih berbeda-beda berdasar pengalamannya. Silahkan para petani pilih dan ikuti aturan persyaratan budidaya,” tutur Suwandi.

Suwandi menambahkan beberapa sentra produksi jagung saat ini sudah bisa mencapai target produktivitas 8 hingga 9 ton per hektar. Peningkatan produktivitas dapat menjamin tercukupinya kebutuhan jagung.

“Kementan jamin produksi jagung, biasanya musim tanam sama mengikuti musim padi. Pola tanam bisa monokultur, bisa tumpangsari, bisa tumpang sisip, pergiliran tanam atau pola lain. Jagung ditanam di lahan sawah, lahan kering, tadah hujan maupun integrasi dengan tanaman kelapa sawit dan lainnya, terpenting tersedia air bisa ditanam jagung. Dimana, penanaman dilakukan secara terus menerus sehingga musim panen terus berlanjut sepanjang waktu,” ucapnya.

Berita Terkait

Syukuran HUT Ke-22 DPD RI Bersama OKD Sulut
DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 10:24 WIB

Syukuran HUT Ke-22 DPD RI Bersama OKD Sulut

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Berita Terbaru

Nasional

Budaya & Adat Papua Jadi Bahan Ajar Bagi Anak-anak Di Manokwari

Sunday, 18 Oct 2026 - 22:10 WIB