daelpos.com — Pentingnya integritas generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa menjadi pesan yang disuarakan dalam Lomba Rakyat yang digelar Partai Demokrat.
Salah satu peserta, Elok Jati Linuwih, siswi kelas XI dari Mandua Wonosobo yang berasal dari Kalibawang, Wonosobo, menyampaikan gagasan tentang pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.
Dalam pidatonya yang mengangkat tema “Integritas adalah Kunci Kejayaan Bangsa”, Elok mengajak masyarakat untuk melihat kembali apa yang sesungguhnya menentukan masa depan sebuah bangsa di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Menurut Elok, kekayaan sumber daya alam, kemajuan teknologi, kecerdasan, dan prestasi akademik memang penting. Namun, semuanya tidak akan cukup apabila tidak dikelola oleh manusia yang memiliki integritas.
“Banyak negara kaya sumber daya tapi miskin. Banyak negara canggih AI tapi rakyatnya tidak percaya satu sama lain. Maka saya percaya faktor penentu nomor satu adalah integritas manusia yang mengelolanya,” ujar Elok.
Elok menilai Indonesia saat ini tidak kekurangan orang pintar. Setiap tahun lahir jutaan lulusan, sementara perkembangan teknologi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi.
Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Ia menyoroti persoalan penyalahgunaan data pribadi, hoaks yang dapat menyebar dengan cepat, budaya instan, hingga individualisme yang semakin berkembang di tengah masyarakat.
“Tanpa kompas moral, kepintaran bisa jadi bumerang,” katanya.
Karena itu, Elok menilai pendidikan harus memiliki perhatian yang lebih besar terhadap pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus melahirkan manusia yang memiliki lima karakter utama: jujur, bertanggung jawab, disiplin, peduli, dan berani.
Ia meyakini pendidikan karakter akan menjadi bagian penting dalam membangun bangsa. Manusia yang berintegritas, menurut Elok, akan memperkuat keadilan, meningkatkan kepercayaan publik, membangun demokrasi yang sehat, dan pada akhirnya mendorong terciptanya ekonomi yang maju dan berkeadilan.
Dalam pidatonya, Elok juga mengajak generasi muda untuk memahami bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar.
“Perubahan besar tidak dimulai dari istana. Dia dimulai dari perbuatan kecil yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat menjadi bagian dari pembangunan integritas, seperti tidak mencontek, saling menghargai, menepati janji, disiplin, dan berani menyampaikan pendapat ketika melihat sesuatu yang tidak benar.
Bagi Elok, integritas bukanlah sesuatu yang dapat dibangun secara instan. Integritas justru lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus.
“Integritas tidak dibangun dalam satu hari. Integritas adalah kebiasaan baik yang kita ulang seribu kali,” tegasnya.
Elok juga mengingatkan bahwa generasi muda tidak semestinya hanya diposisikan sebagai penerus bangsa. Mereka memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan arah Indonesia di masa depan.
“Kalian bukan generasi penerus. Kalian adalah generasi penentu,” katanya.
Di akhir pidatonya, Elok menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan untuk mencapai kemajuan.
“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Indonesia hanya sedang menunggu lebih banyak orang yang berintegritas. Mari kita jemput masa depan dengan integritas,” pungkasnya.
Pesan Elok dari Wonosobo menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat teknologi berkembang atau seberapa banyak sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh karakter manusia yang berada di baliknya. Dari daerah, suara generasi muda turut menjadi bagian dari percakapan besar tentang masa depan Indonesia—tentang bagaimana kecerdasan, keberanian, dan integritas dapat berjalan bersama untuk membangun bangsa yang maju dan berkeadilan.
Melalui Lomba Rakyat, Partai Demokrat membuka ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan, keberanian, dan pandangannya tentang Indonesia masa depan. Partai Demokrat percaya bahwa masa depan bangsa harus dibangun bersama generasi muda—bukan hanya untuk mereka, tetapi bersama mereka.








