Mendagri Mengapresiasi Langkah Pemda Kalsel Hibahkan APD untuk Penyelenggara Pilkada

Saturday, 18 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi langkah yang diambil Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menghibahkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penyelenggara pemilihan kepala daerah setempat. Langkah ini seharusnya diikuti daerah lain yang dari sisi anggaran sebenarnya mampu melakukannya.

” Yang membuat saya gembira, di Kalsel, pemerintah provinsinya juga sudah memberikan hibah berupa barang kepada KPU Provinsi untuk perlindungan Covid Saya menyampaikan apresiasi. Kemudian ada satu kota tadi, Banjar Baru memberikan tambahan anggaran dalam rangka pembelian alat perlindungan Covid. Nah saya baru kali ini menemukan, yang lainnya rata-rata sudah lempar handuk minta dari APBN. Khusus penanganan covid tadi sudah saya sampaikan, sebaiknya makin banyak testing makin baik, Tapi dengan testing yang makin banyak terutama PCR, kalau seadainya trend-nya naik itu jangan menjadi indikator sangat berbahaya justru kita lebih banyak tahu apa yang terjadi itu akan lebih baik kita mengendalikannya, ” kata Mendagri dalam acara konferensi pers usai menghadiri Rakor Kesiapan Pemilihan Pilakada Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi Kalsel yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, Sabtu (18/7/2020).

Yang penting, kata Mendagri, angka fatalitasnya kematian menurun dan tingkat kesembuhan meningkat. Itu menunjukkan kekebalan tubuh warga menjadi baik dan perawatan menjadi makin baik. ” Sehingga tadi saya sarankan pada Pak Gubernur dan seluruh kepala daerah dan seluruh Forkompimda yang ada Kalsel segera gerakkan masyarakat untuk betul-betul memakai masker. Barisan terdepan peran kita menghadapi Covid-19 ini bukan TNI Polri, bukan tenaga medis, yang bisa mengendalikan rakyat itu sendiri, masyarakat, tokoh-tokohnya,” ujarnya.

Maka, kata dia, sangat penting membentuk barisan pertahanan RW anti Covid. Atau ampung tangguh anti Covid. Desa tangguh anti Covid, di mana di sana warga wajib pakai masker dan di tempat itu banyak sabun untuk cuci tangan atau bagi-bagi hand sanitizer.

See also  Aman dan Nyaman, Jasa Marga Lakukan Pemeliharaan Periodik Jalan Tol Jakarta-Cikampek

” Adanya kekuatan tangan di daerah itu membuat masyaraktnya sehat. Kemudian kegiatan berjemur, menjemur barang-barang seminggu sekali mungkin, itulah kegiatan-kegiatan utamanya..Saya melihat bahwa angka yang kenaikan memang ada di luar Jawa, Sulsel, Kalsel dan Sumsel. Nah kita kalau terjadi kenaikan lihat dulu apakah kenaikan ini terjadi karema testing yang proaktif dan agresif, kalau itu dilakukan karena testingnya proaktif agresif memang resikonya akan naik, tapi jangan khawatir,” katanya.

Setidaknya lanjut Mendagri, dengan testing yang agresif, akan diketahui pola penyebarannya, dibandingkan yang testingnya sedikit, padahal terjadi penularan banyak. Yang penting sekarang yang perlu dicermati adalah angka kematian dan angka kesembuhan.

” Pilkada ini menjadi momentum bagi kita untuk menekan Covid-19. Kalau kita bisa mesetting tema sentralnya adalah peran calon kepala daerah dalam penanganannya dan dampak sosial ekonominya, kenapa? Penanganan Covid-19 sangat tergantung dari kemampuan pengendalian masyarakat. Kalau bisa mengendalikan masyarakat supaya mereka tidak tertular, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, maka itu penularannya menjadi rendah,” ujar Mendagri.

Karenanya Mendagri mengajak para kontestan Pilkada untuk adu berbuat dan adu gagasan bagaimana menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Jangan pisahkan antara Pilkada dengan Covid. Jadikan agenda penanganan Covid menjadi agenda utama Pilkada. Maka semua akan berbuat.

” Saya sampaikan tadi alat peraga diantaranya adalah boleh membagi masker, pilih nomor 1 bagi gambarnya, masif terjadi. Kalau kita menggunakan masker, penelitian di Jerman, 60 persen kurvanya akan turun. Kita lihat di jalan-jalan, semua tempat banyak masyarakat tak menggunakan masker, kenapa? Mereka tak mau atau mereka tak mampu, bikin mau dan bikin mampu. Bagikan masker buat Perdanya. Jadi rakyat gunakan hak pilih untuk memilih pemimpin yang bisa menangani Covid-19, kuncinya itu. Inilah momen terpenting rakyat satu-satunya momen rakyat dalam menentukan kebijakan itu adalah pada saat pemilu entah nasional maupun lokal Pilkada, gunakan hak pilih itu,” kata Mendagri.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru