Jokowi: Kita Harus Berani Ubah Channel Bekerja Dari “Channel Ordinary’ Ke ‘Extraordinary’

Tuesday, 4 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Presiden Joko Widodo mengajak untuk berani memberikan nuansa berbeda, pemikiran-pemikiran baru, menuntun dan menemukan cara-cara yang lebih cepat, serta memacu anak buah agar menempuh jalan lebih cepat, smart shortcut, serta goal oriented (orientasi selalu hasil.

Kepala Negara menilai bahwa letak permasalahannya ada pada tata kelola pemerintah yang semua harus diubah. Ia menambahkan bahwa terlalu banyak peraturan yang membelenggu sendiri padahal disusun sendiri.

“Terlalu banyak prosedur, terlalu banyak tahapan-tahapan padahal sebetulnya kita bisa langsung. Terlalu banyak birokrasi, sekali lagi yang terjebak oleh aturan yang kita buat sendiri,” kata Presiden.

Inilah, menurut Presiden, pekerjaan besar ke depan, termasuk di TNI-Polri, dan seluruh peserta yang mengikuti diklat karena ke depan akan menjadi pimpinan-pimpinan di TNI dan Polri.

Dalam kondisi normal pun, Presiden tekankan cara kerja tetap harus berorientasi pada hasil, cepat, dan efisien, karena sekali lagi ke depan negara yang cepatlah yang akan memenangkan kompetisi-kompetisi yang ada apalagi saat berada dalam situasi sulit, kondisi krisis baik kesehatan maupun ekonomi.

Dari channel dan cara-cara rumit, masuk kepada cara yang cepat dan sederhana. Ditegaskan Presiden, dari yang SOP normal kepada SOP shortcut.

Dari regulasi dan peraturan-peraturan yang rumit, lanjut Presiden, menjadi membuat peraturan-peraturan yang sesedikit mungkin dan sesederhana mungkin serta dari SOP yang berbelit-belit kepada SOP yang mudah dan cepat.

“Sekali lagi, kalau cara-cara ini bisa kita lakukan, saya meyakini kita akan bisa melewati masa yang sulit. Ini masa yang tidak mudah ini,” katanya.

Kemudian, Presiden sampaikan bahwa semua masuk kepada sebuah budaya baru kerja di dalam situasi yang normal yang diharapkan nantinya tahun depan sudah berada pada posisi pulih ekonomi, vaksinnya sudah ketemu, dan bisa dilaksanakan vaksinasi secara massal pada seluruh rakyat.

See also  Kementerian PANRB Dukung Penguatan Penyuluh Pertanian untuk Swasembada Pangan

Berita Terkait

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol
Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM
PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur
214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi
DP Cuma 1 Persen, 130 Ribu Rumah Dipamerkan di Danantara Expo
ignitePRO Hadir di BATIC 2026, Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata
Kementerian PU Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 18:33 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Tuesday, 1 September 2026 - 23:53 WIB

Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol

Tuesday, 1 September 2026 - 19:27 WIB

Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM

Monday, 31 August 2026 - 14:24 WIB

PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur

Saturday, 29 August 2026 - 17:11 WIB

214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi

Berita Terbaru