KemenkopUKM, Mastercard dan Mercy Corps Indonesia Jalin Kemitraan Perkuat Digitalisasi 40.000 UMKM

Friday, 4 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Koperasi dan UKM, Mastercard Center for Inclusive Growth dan Mercy Corps Indonesia hari ini, Kamis (3/9/2020) memperkuat kemitraan untuk mendukung penguatan layanan digital bagi UMKM di Indonesia. Sinergi ini akan menyasar 40.000 UMKM di tanah air melalui skema pelatihan dan pendampingan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi kemitraan ini untuk memperbaiki kondisi UMKM di masa dan setelah pandemi Cvid-19. Sebab, berdasarkan survey yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM, Covid-19 telah berdampak pada UMKM diantaranya 26,8% mengalami penurunan permintaan, 24,9% mengalami kendala pemasaran, 23,8% mengalami kesulitan akses bahan baku, 23,5% mengalami kendala SDM, dan lain-lain.

Teten menegaskan UMKM yang mampu bertahan, bahkan usahanya tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online. Dilain pihak, baru 13% UMKM yang telah memiliki akses ke layanan digital, baik melalui digital marketing, digital payment, digital financial services, dan berbagai bentuk layanan digital lainnya.

“Kami menyambut baik peran Mastercard dalam mempelopori Mastercard Academy 2.0 (MA 2.0), sebagai prakarsa keterampilan unggulan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia agar berhasil dalam ekonomi digital dan kami mendukung fitur seri webinar Mastercard Academy 2.0 yang juga akan diperkuat melalui platform MicroMentor Indonesia,” kata Teten Masduki, Kamis (3/9/2020).

Sinergi dilakukan melalui kegiatan pendampingan usaha melalui platform digital melalui integrasi antara platform MicroMentor Indonesia (micromentor.org) dengan platform e-learning yang diinisiasi oleh KemenUKM (www.edukukm.id), akses mentoring bisnis one-to-one dengan relawan mentor, webinar pengembangan bisnis, serta pelatihan keamanan siber kepada setidaknya 30.000 UMKM di Indonesia melalui skema non-APBN.

Teten juga menambahkan “Kami, KemenkopUKM bersama dengan tim MicroMentor Indonesia akan melatih dan mendampingi UMKM tentang tata cara penggunaanya melalui platform MicroMentor Indonesia yang diintegrasikan dengan platform pelatihan berbasis daring KemenkopUKM di edukukm.id dan dapat menjangkau 40.000 UMKM.”

See also  Pertamina-Garuda, Sukses Uji Gunakan Sustainable Aviation Fuel

Navin Jain, Country Manager of PT Mastercard Indonesia, mengatakan dalam masa krisis Covid-19 telah menunjukkan kekuatan ekonomi digital untuk menopang masyarakat dan perdagangan selama masa-masa sulit. Seiring para pelaku bisnis mempercepat transformasi digital, ada kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap pemain di dalam ekosistem dilengkapi dengan keterampilan, pengetahuan, alat-alat, dan teknologi yang tepat sehingga tidak ada yang tertinggal di masa depan.

“Melalui berbagai inisiatif seperti Mastercard Academy 2.0, Mastercard berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menciptakan ekonomi digital yang inklusif, yang bekerja dan memberikan manfaat kepada setiap orang di mana pun, dan kapan pun,” kata Navin Jain.

Ade Soekadis, Executive Director Mercy Corps Indonesia mengatakan dengan mengintegrasikan platform MicroMentor Indonesia (id.micromentor.org) dengan platform e-learning yang diinisiasi oleh KemenkopUKM (www.edukukm.id), akan semakin banyak lagi fasilitas yang dapat diakses UMKM sesuai kebutuhan mereka dan tentunya dapat menjangkau wirausaha yang lebih luas lagi di Indonesia.

Direncanakan MicroMentor Indonesia dapat menjangkau 50.000 UMKM dan profesional bisnis serta menciptakan 35.000 interaksi hingga pertengahan 2022 dan diharapkan dapat terus berkembang di tahun-tahun selanjutnya.

MicroMentor Indonesia atau MMI (id.micromentor.org) telah diluncurkan sejak Juni 2019 di Indonesia yang merupakan platform mentoring pertama yang tersedia secara gratis di Indonesia yang dikembangkan oleh Mercy Corps Indonesia (mercycorps.or.id) dan merupakan bagian dari platform global MicroMentor. MMI adalah platform yang dikembangkan untuk menghubungkan wirausaha mikro dan kecil dengan relawan profesional dan wirausahawan berpengalaman sebagai mentor untuk mentoring one-to-one.

Dalam satu tahun peluncuran, sebanyak 14.000 wirausaha mikro dan kecil serta relawan mentor di Indonesia telah mendaftar di platform MMI. Sekitar 40% dari pengguna tersebut adalah pengguna aktif, dan menciptakan lebih dari 1.200 koneksi mentoring. Dari pengguna tersebut: 89% wirausaha mengalami peningkatan omzet usaha; 91% mampu bertahan di tahun pertama usahanya; dan menciptakan 1.158 lapangan pekerjaan baru.

Berita Terkait

Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor
Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan
Hutama Karya Raih Founders’ Honors Bentley 2026 lewat Inovasi Konstruksi Digital pada Proyek Kompleks Parlemen Nusantara
Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung
Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif
Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP
Kementerian PU Kebut Pemulihan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga
Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka

Berita Terkait

Friday, 6 November 2026 - 09:46 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor

Thursday, 5 November 2026 - 19:00 WIB

Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan

Thursday, 5 November 2026 - 17:50 WIB

Hutama Karya Raih Founders’ Honors Bentley 2026 lewat Inovasi Konstruksi Digital pada Proyek Kompleks Parlemen Nusantara

Wednesday, 4 November 2026 - 21:35 WIB

Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung

Wednesday, 4 November 2026 - 21:32 WIB

Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif

Berita Terbaru

Energy

ITPLN Pacu Kualitas Akademik, Bidik Akreditasi Unggul

Saturday, 7 Nov 2026 - 14:53 WIB