Manajemen Peran Besar dalam Pembangunan Infrastruktur PUPR

Tuesday, 8 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dukungan manajemen menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur PUPR sehingga tepat mutu, tepat waktu dan tepat administrasi yang memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Untuk itu, dukungan manajemen di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dilaksanakan oleh Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Keempat unit organisasi ini melaksanakan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI mengenai pembahasan rencana kerja dan anggaran masing-masing Unit Eselon I Tahun Anggaran 2021 di Ruang Rapat Komisi V, Selasa (8/9/2020).

Pada TA 2021 Sekretariat Jenderal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 748,2 miliar, Inspektorat Jenderal mendapat alokasi anggaran Rp 101,7 miliar, BPIW mendapat alokasi anggaran Rp 206,17 miliar dan BPSDM mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 563,7 miliar.

“Alokasi anggaran Sekretariat Jenderal akan difokuskan pada satu program, yakni dukungan manajemen dalam pelaksanaan tugas Kementerian PUPR membangun infrastruktur,” kata Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti.

Dukungan manajemen Sekretariat Jenderal terdiri dari 10 kegiatan yakni pengelolaan perencanaan, pengelolaan keuangan, pengelolaan barang milik negara (BMN), pengelolaan umum terdiri, pengelolaan dan pengadministrasia pegawai, organisasi dan tata laksana.

Selanjutnya penyelenggaraan dan pembinaan informasi publik, pembinaan, perencanaan, harmonisasi dan publikasi peraturan perundang-undangan serta bantuan hukum, penyelenggaraan fasilitasi infrastruktur daerah sebesar, pengkajian dan pemantauan pelaksanaan kebijakan sebesar, serta pengelolaan data dan teknologi informasi bidang PUPR.

Anita mengatakan saat ini Sekretariat Jenderal memiliki Unit Kerja Eselon II baru yakni Pusat Analisis Pelaksanaan Kebijakan. Unit ini bertugas melaksanakan analisis dan pengkajian, penyusunan agenda prioritas, penyiapan bahan substantif, dan pendampingan substantif program dan kegiatan menteri, serta koordinasi pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan menteri.

See also  Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Tahun 2023 Sudah Serap 70.125 Tenaga Kerja

Selanjutnya, Inspektorat Jenderal pada TA 2021 mendapat alokasi Rp 101,7 miliar dengan tugas mengawasi anggaran Kementerian PUPR senilai Rp 149,81 triliun yang tersebar pada 10 unit organisasi, 6.000 paket pekerjaan, 186 Balai/UPT, 676 satuan kerja dan 2.215 PPK. Saat ini Inspektorat Jenderal memiliki unit kerja baru yakni Inspektorat VI dengan tugas audit investigasi, pengembangan pengawasan intern dan manajemen risiko.

Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto mengatakan pengawasan yang dilakukan Inspektorat Jenderal terdiri dari 12 kegiatan, yakni audit, reviu, evaluasi, pemantauan, pengawasan lainnya, pembangunan budaya integritas (saber pungli, ZI/WBK/WBBM, unit pengendali gratifikasi), penelitian dan pengembangan pengawasan intern, pengembangan sistem informasi pengawasan berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia, pengadaan fasilitas bidang investigasi, dukungan pengawasan (perencanaan, monitoring, evaluasi dan administrasi), serta gaji, tunjangan dan operasional kantor.

Kepala BPIW Hadi Sucahyono mengatakan terdapat lima kegiatan yang dilaksanakan pada TA 2021 yakni Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah I dan II, Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah III dan sekretariat BPIW.

Sementara Kepala BPSDM Sugiyartanto mengatakan sumber daya manusia berkualitas merupakan bagian dari prioritas nasional. Untuk itu, BPSDM melakukan pengembangan kompetensi yang terdiri dari pelatihan dan pendidikan serta pengembangan talenta yang terdiri dari penilaian potensi dan kompetensi, pemetaan dan pengambangan karir, pemantauan manajemen kinerja dan pengelolaan talenta.

Saat ini Kementerian PUPR tengah mengembangkan pendidikan bagi ASN Kementerian PUPR serta BUMN Karya melalui program Magister Super Spesialis PUPR sebagai bentuk antisipasi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masif. Kementerian PUPR juga menyiapkan kebutuhan tenaga terampil di bidang infrastruktur melalui Politeknik PUPR di Semarang. (*)

Berita Terkait

Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif
BNI Dukung Danantara Housing Expo 2026, Perluas Akses KPR
PNBP Jebol Target, Kementerian ESDM Kembali Sabet Opini WTP
Potensi Ekonomi Biru Diburu, KKP Gandeng Tim Ekspedisi Patriot
Tindak Lanjut UU 3/2026, Kementerian PANRB Dukung Optimalisasi SDM LPSK
Ketua KPK Tekankan Integritas sebagai Fondasi Tim Ekspedisi Patriot 2026
Pesta Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI di Monas
Kampus Bukan Menara Gading: Tim Ekspedisi Patriot 2026 Hadirkan Solusi Nyata bagi Kawasan Transmigrasi

Berita Terkait

Saturday, 8 August 2026 - 10:19 WIB

Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif

Friday, 7 August 2026 - 13:00 WIB

BNI Dukung Danantara Housing Expo 2026, Perluas Akses KPR

Thursday, 6 August 2026 - 10:38 WIB

PNBP Jebol Target, Kementerian ESDM Kembali Sabet Opini WTP

Thursday, 6 August 2026 - 10:26 WIB

Potensi Ekonomi Biru Diburu, KKP Gandeng Tim Ekspedisi Patriot

Wednesday, 5 August 2026 - 09:58 WIB

Tindak Lanjut UU 3/2026, Kementerian PANRB Dukung Optimalisasi SDM LPSK

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

Danantara-JBS Garap Bisnis Protein, Investasi US$2,5 Miliar

Sunday, 9 Aug 2026 - 16:19 WIB

Berita Utama

Wamendes Ariza Ajak Tiru Jepang untuk Bangun Desa Tangguh Bencana

Sunday, 9 Aug 2026 - 15:56 WIB