MenkopUKM Tegaskan Saat Ini Ekonomi Nasional Tergantung Pada Ekonomi Domestik

Friday, 11 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan pertumbuhan perekonomian nasional di tengah krisis multidimensi yang disebabkan wabah Covid-19, akan bertumpu pada ekonomi domestik. Karena itu, ia mendorong masyarakat berbelanja produk lokal khususnya produk UMKM sehingga terjadi perputaran ekonomi di sektor UMKM.

Ia menjelaskan daya beli masyarakat saat ini sangat terbatas, tetapi jika belanja domestik fokus di sektor UMKM, nilai transaksi perdagangan tidak lari ke luar UMKM.

“Penduduk Indonesia 260 juta jiwa, potensi pasar yang sangat besar. Kalau kesadaran masyarakat kita membeli produk UMKM kuat, kita masih bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19,” kata Menteri usai membuka Gelar Produk UMKM dalam rangka menyambut Haul ke-137 Habib Umar bin Toha bin Yahya, Kamis (10/09/2020) di Indramayu. Hadir Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, Dirut LPDB-KUMKM Supomo dan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo.

Menurutnya investasi masih akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi, karena itu yang bisa diandalkan adalah ekonomi domestik. Sumber ekonomi domestik terbagi atas dua, yaitu belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat. Dari sisi pemerintah sudah mengeluarkan regulasi bahwa belanja pemerintah dan BUMN memprioritaskan produk UMKM dengan total nilai anggaran mencapai Rp307 triliun.

“Sekarang tinggal masyarakat, beli produk UMKM, produk tetangga, beli produk teman sehingga game of trade berputar di sektor UMKM,” tegasnya.

Teten mengharapkan tumbuhnya rasa nasionalisme yang kuat di masyarakat untuk membeli produk UMKM.

MenkopUKM juga mengapresiasi pelaksanaan gelar produk UMKM dalam peringatan haul ke-137 Habib Umar bin Toha bin Yahya yang dinilai sebagai salah satu cara mendukung kelangsungan UMKM. Menurutnya kegiatan keagaaman yang bisa mendatangkan ribuan orang efektif menjadi tempat berlangsungnya gelar produk UMKM.

See also  Pantauan Peningkatan Volume Lalu Lintas Transaksi Gerbang Tol Di Ruas Tol Jabotabek dan Jawa Barat Pada H-7 s.d H-3 Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

MenkopUKM menegaskan pemerintah sudah turun memberi berbagai program bantuan untuk menjaga kelangsungan UMKM yang terpuruk akibat terjangan wabah Covid-19. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah memberikan program bantuan bagi KUMKM dari sisi pembiayaan seperti subsidi kredit, keringanan pembayaran cicilan kredit, penghapusan pajak UMK, pembiayaan dengan bunga rendah hanya 3 persen, pembiayaan lewat KUR dan lain sebagainya. Pembiayaan KUR dialokasikan pemerintah sebesar Rp190 triliun baru terserap sekitar Rp61 triliun.

Untuk menjaga sisi demand, pemerintah juga membuat program Banpres Produktif untuk Pelaku Usaha Mikro yang unbankable sebesar Rp 2,4 juta per orang dengan target sasaran 12 juta pelaku usaha mikro.

Ketahanan Nasional
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya mengatakan masyarakat harus mencintai dan menggunakan produk UMKM dalam negeri dan tidak punya kefanatikan terhadap produk asing. Dia mengigatkan kuatnya ekonomi kerakyatan merupakan cermin dari ketahanan nasional.

Habib menegaskan produksi UMKM harus menguntungkan bagi masyarakat sekitar dan ekonomi dalam negeri. Jangan mendahulukan membawa produk tersebut ke luar negeri dan memberi keuntungan bagi negara lain.

“Jangan produk UMKM itu dibawa ke luar negeri dan diberi label baru memiliki nilai, mestinya produk itu menguntungkan dalam negeri,” tegasnya.

Ekonomi kerakyatan sama halnya dengan pendidikan, sosial, keamanan bagian dari ketahanan nasional.

“Barang siapa menghidupkan UMKM, ekonomi kerakyatan dari yang paling kecil harus kita ambil dari yang besarnya adalah untuk ketahanan nasional. Itulah inti dari NKRI,” tegas Habib Luthfi.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru

Energy

Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026

Friday, 25 Sep 2026 - 20:34 WIB