Pelepasliaran 13 Yaki di Bolaang Mongondow Timur, Kado Pertamina untuk Alam Indonesia

Thursday, 26 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – PT Pertamina (Persero) bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dan Yayasan Masarang melepasliarkan 13 ekor Monyet Hitam Sulawesi yang juga disebut Yaki macaca nigra di kawasan konservasi TWA Gunung Ambang Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada (25/11) setelah melalui proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki. 

Pelepasliaran itu dilakukan secara langsung oleh VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, Kepala BKSDA Sulut, Ir. Noel Layuk Allo MM, Camat Kecamatan Modayag, Sudikromo, Ketua Yayasan Masarang, Hasudungan Pakpahan serta Manajemen Pertamina Geothermal Energy Area Geothermal Lahendong dan Integrated Terminal Bitung Pertamina Regional Sulawesi.

Momen Pelepasliaran Yaki ini menjadi rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina ke-63 serta peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional yang jatuh pada tanggal 5 November silam. 

Arya Dwi Paramita mengatakan Program CSR Konservasi Yaki merupakan program CSR Integrated Terminal Bitung Pertamina Regional Sulawesi dan PGE Area Lahendong yang sudah berjalan dari tahun 2017. 

“Program CSR Pertamina terdiri dari 4 pilar yaitu salah satunya adalah konservasi keanekaragaman hayati yang masuk pada pilar Pertamina Hijau. Hal ini merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada pelestarian flora dan fauna, dimana saat ini Pertamina memiliki 55 program konservasi sejenis yang dilaksanakan oleh unit operasi Pertamina di seluruh Indonesia. Tentunya jenis flora dan fauna endemik menyesuaikan kondisi wilayah masing – masing baik secara geografis wilayah maupun lokasi operasional bisnis Pertamina,” terangnya. 

Pada konservasi Yaki ini, Pertamina memberikan dukungan berupa dukungan pembibitan pohon pakan alami yaki, dukungan medical check up untuk animal keeper untuk meminimalisir resiko zoonosis serta pembuatan kandang habituasi untuk Pelepasliaran Yaki di Gunung Ambang. Selain itu, Pertamina bersama Yayasan Masarang memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Tasikoki Conservation Camp dan Pendidikan Konservasi serta sosialisasi ke sekolah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melindungi satwa langka. 

See also  Awal Tahun, Kemendagri Dorong Pemda Tingkatkan Penyerapan APBD

“Tahun lalu, Pertamina menyelenggarakan event tahunan Eco Run sebagai kegiatan charity menjelang HUT Pertamina dalam bentuk event berlari yang hasil donasinya diberikan untuk kepedulian kepada lingkungan, salah satunya yaitu donasi untuk konservasi monyet Yaki yang saat itu menjadi maskot tema tahunan. Kegiatan tersebut berhasil menggalang donasi hingga 400 juta. Sehingga, total bantuan CSR pertamina untuk mendukung konservasi Yaki sejak tahun 2017 hingga sekarang yaitu sebesar 550 juta,” tambahnya. Adapun hasil penggalangan donasi dari kegiatan Eco Run dimanfaatkan untuk program pemeriksaan Yaki untuk dilepasliarkan, program pelepasliaran, program edukasi, pemugaran kandang dan penyediaan peralatan medis klinik. 

“Sebagai salah satu contoh Konservasi Yaki ini, kita berharap dapat menciptakan ekosistem konservasi yang terintegrasi. Lokasi pelepasliaran Desa Liberia Timur, Kec. Modayang, Kab. Bolaan Mongondow Timur kami berikan bantuan Bina Lingkungan Bibit dan Pupuk senilai Rp 50 juta kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Belerang, Desa Liberia Timur. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) nomor 8 yaitu menciptakan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, program ini dapat memberikan lebih banyak multiplier effect secara berkelanjutan kepada masyarakat sekitar,” ujar Arya. 

Pertamina sebagai korporasi yang menjunjung tinggi prinsip Environmental Social Governance (ESG) menerapkan praktik-praktik penyelamatan lingkungan yang dikombinasikan dengan pemberdayaan masyarakat disaat yang bersamaan. “Seperti ditemui di Gn. Ambang ini, Pertamina memberdayakan masyarakat untuk menanam tanaman produktif dengan tujuan memberikan nilai ekonomi dan tidak merambah hutan habitat Yaki,“ pungkas Arya. 

Sementara itu, Ir. Noel Layuk Allo MM mengatakan Yaki ini merupakan hasil penyelamatan dari perdagangan satwa dan evakuasi dari kepemilikan illegal oleh BKSDA Sulut. “Pelepasliaran Yaki ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) dan juga BKSDA Sulawesi Utara bersama mitra kerjanya, yaitu Yayasan Masarang – PPS Tasikoki, EPASS Tangkoko, Macaca Nigra Project (MNP), dan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI),” terangnya. 

See also  Dihijaukan dengan Tanaman Produktif, Kolam Regulasi Nipa-Nipa Sulsel Jadi Andalan Pengembangan Ekonomi

Lebih lanjut Noel mengatakan pada tanggal 15 November 2020 lalu, kelompok Yaki ini dipindahkan ke kandang pelepasliaran di TWA Gn. Ambang untuk menjalani proses habituasi agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum mereka benar-benar akan bebas di alam liar. 

Noel menjelaskan di Indonesia, Yaki merupakan satwa yang dilindungi sebagaimana tertuang dalam UU. No. 5 Tahun 1990. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui SK Dirjen KSDAE No. 180/IV-KKH/2015 telah menetapkan Yaki sebagai salah satu jenis dari 25 jenis satwa terancam punah prioritas yang perlu ditingkatkan populasinya. 

“Kegiatan Pelepasliaran Yaki (Macaca nigra) ini diharapkan dapat menambah populasi Yaki liar di alam sehingga dapat menjadi sarana edukasi dan juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap satwa liar. Jika upaya konservasi Yaki tidak dilakukan dari sekarang maka Yaki akan semakin terancam dan mendekati ambang kepunahan,” tegasnya. 

Disisi lain, Sudikromo, Camat Kecamatan Modayag mengapresiasi Pertamina dan pemerintah dengan dilakukannya pelepasliaran Yaki ini.

“Pemerintah harus sinergi, berbagai elemen dan lembaga melalui acara ini mendukung program ini. Dengan dilepasliarkan Yaki diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Liberia Timur. Berharap dengan kegiatan semacam ini dapat dipertahankan, masyarakat dapat merawat dan mengembangkan. Mari kita semua bertanggungjawab, ciptaan Tuhan harus dijaga bersama,”tandasnya.

Berita Terkait

Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah
Irman Gusman Kembali Salurkan PIP Rp1,205 Miliar untuk 2.008 Siswa SD, SMP dan SMK di Sumatera Barat
GKR Hemas dan Yashinta Dorong DIY Jadi Provinsi Paling Aman Bagi Perempuan
Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru
HK Realtindo Luncurkan Show Unit Damar di H City Sawangan
BAP DPD RI Perkuat Advokasi Penyelesaian Konflik Kawasan Hutan di Aceh
Setjen DPD RI Perkuat Sistem Revisi Anggaran yang Cepat, Terpadu, dan Akuntabel
Warga Blitar Terlantar di Banda Aceh Dipulangkan atas Peran dan Bantuan Haji Uma

Berita Terkait

Tuesday, 27 January 2026 - 17:30 WIB

Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah

Wednesday, 7 January 2026 - 13:02 WIB

Irman Gusman Kembali Salurkan PIP Rp1,205 Miliar untuk 2.008 Siswa SD, SMP dan SMK di Sumatera Barat

Thursday, 18 December 2025 - 22:27 WIB

GKR Hemas dan Yashinta Dorong DIY Jadi Provinsi Paling Aman Bagi Perempuan

Monday, 8 December 2025 - 12:24 WIB

Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Saturday, 6 December 2025 - 18:21 WIB

HK Realtindo Luncurkan Show Unit Damar di H City Sawangan

Berita Terbaru

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana  / foto ist

Berita Utama

Perkuat Kolaborasi, Menpar Dorong Wisata ASEAN Ramah Lingkungan

Friday, 30 Jan 2026 - 13:20 WIB

foto ist

Berita Utama

Pasar Saham Melemah, Dirut BEI Mundur

Friday, 30 Jan 2026 - 13:14 WIB

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Perluasan Muara Angke Dinilai Positif, DPRD Minta Pengawasan

Friday, 30 Jan 2026 - 09:35 WIB