Inisiasi Sentra Susu Sapi Terbesar di DIY, Dokter Hewan Binaan Program Kemitraan Pertamina Jadi Juara 1 Local Hero Award Tingkat Nasional

Wednesday, 2 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman dikenal sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Desa tersebut menjadi cikal bakal bagi lebih dari 500 peternak sapi menghasilkan 8.400 liter susu sapi per hari yang dipasok ke beberapa perusahaan industri susu besar di Indonesia, 3 di antaranya adalah Nestle, Ultra Jaya, dan Sari Husada.

Di balik keberhasilan desa Glagaharjo menjadi sentra penghasil susu terbesar tersebut, ada satu tokoh inspiratif yang menjadi penggerak bagi peternak lainnya. Ialah dokter hewan yang lahir dan besar dari daerah tempatan bernama Daud Suroto. Pria berusia 54 tahun tersebut mengaku telah berusaha mengembangkan sentra susu sapi Glagaharjo sejak tahun 1993.

“Sebelumnya para peternak sapi hanya menggantungkan penghasilannya dari penjualan sapi potong, padahal penjualan tersebut sifatnya musiman, seperti pada hari raya qurban atau Idul Adha. Untuk itu saya ajak untuk beralih menjadi peternak susu sapi,” ungkap Daud.

Dirinya mengajak kawan-kawan peternak di daerahnya untuk membentuk Koperasi Peternak Sarono Makmur sebagai wadah bagi para peternak lokal untuk menghasilkan susu sapi perah secara berkelompok.

“Berawal dari hanya 5 peternak sebagai anggota koperasi, saat ini sudah berkembang sangat signifikan menjadi 500 peternak yang tidak hanya berada di desa Glagaharjo tapi sudah menyebar ke beberapa desa di wilayah di DIY bahkan hingga Jawa Tengah,” terang Daud.

Di antaranya di desa Kepuharjo, Kabupaten Bantul; Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta; Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul; Desa Balerante, Klaten; dan beberapa desa kecamatan di Magelang dan Boyolali.

Perjalanan panjang Daud bersama kawan peternak lainnya sempat terhalang bencana alam erupsi Merapi pada tahun 2010. Usahanya bersama teman-temannya jadi terpuruk karena terdampak abu merapi. 

See also  Usai Tanam Cabe Rawit, Senator Stefa "Sambangi" Pasar Tradisional Tompaso Baru Pantau Stok dan Harga Pangan

“Penghasilan kami menurun drastis, total kerugiannya mencapai Rp 22 milyar. Fasilitas peternakan seperti kandang dan alat-alat tidak bisa difungsikan lagi sehingga harus diperbaiki atau beli baru. Syukur Alhamdulillah pada saat itu kami sudah menjadi mitra binaan Program Kemitraan Pertamina sejak tahun 2007 sehingga kami mendapat perhatian dan sangat terbantu sekali untuk bangkit hingga seperti saat ini,” ujarnya.

Berkat semangat perjuangan bersama peternak lainnya yang bangkit dari keterpurukan bencana alam saat itu, Daud didapuk menjadi juara 1 Local Hero Award 2020 yang diselenggarakan oleh Pertamina. Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Arya Yusa Dwicandra mengungkapkan itu merupakan ajang apresiasi kepada tokoh inspiratif yang menjadi penggerak dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan Pertamina.

“Ada 5 kategori Local Hero Award, di antaranya kategori pendidikan, lingkungan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan kategori program kemitraan UMKM yang dimenangi oleh Daud,” imbuh Arya.

Dia menjelaskan penyelenggaraan Local Hero Award telah dilaksanakan Pertamina dari tahun ke tahun dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pertamina.

“Melalui ajang ini kami ingin membagikan kisah pahlawan lokal yang kami temui di tengah masyarakat wilayah operasi kami kepada masyarakat luas, agar semakin banyak yang terinspirasi dan tergerak untuk mengikuti jejaknya,” tutup Arya.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB