Bentengi Sulut, Mendagri Bersama Ketum TP-PKK Launching Gerakan Sulut Bermasker

Friday, 4 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) mengunjungi Sulawesi Utara untuk me-launching Gerakan Sulut Bermasker yang didampingi langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs.) Agus Fatoni di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2020).

Acara dihadiri oleh peserta dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat yang tidak lebih dari 50 orang di antaranya Ketua DPRD Provinsi Sulut, Kapolda Provinsi Sulut, Kasdam XIII/Merdeka, Kajati Provinsi Sulut, Kepala BIN Daerah Sulut, Danlantamal VIII, Danlanud Sri, Kepala Bakamla Zona Maritim Tengah, dan Bupati/Walikota se-Provinsi Sulut yang hadir secara fisik maupun virtual.

Mendagri mengaku, meskipun Provinsi Sulut tidak termasuk dalam indikator zona merah, atau dengan kata lain jumlah angka aktif penderita Covid-19 relatif sedikit akan tetapi Gerakan Sulut Bermasker ini penting dilaksanakan. Pasalnya, Sulut merupakan salah satu kota destinasi pariwisata nasional selain Bali. Untuk itu, sosialisasi penggunaan masker sangat penting digalangkan.

“Acara ini adalah acara yang sangat penting menurut pendapat saya karena acaranya adalah acara yang menyangkut satu protokol. Kalau protokol ini diikuti, (menurut) berbagai penelitian menunjukkan 60-70 persen kurva penularan akan menurun, yaitu penggunaan masker, selain protokol-protokol yang lain tentunya,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 ini merupakan pengalaman baru yang belum pernah dialami, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Tentunya, hal ini menjadi tantangan yang tidak mudah, terutama bagi pemerintah yang harus membuat kebijakan publik agar penanganan penyebaran Covid-19 dan dampak sosial-ekonominya tepat sasaran.

Lebih lanjut, Mendagri menyarankan perlunya pengaturan strategi dengan memahami musuh yang sedang dilawan, yakni dalam hal ini Covid-19. Dengan demikian, diharapkan pembuatan public policy dapat berdampak baik bagi masyarakat banyak.

See also  Usaha Mikro di Tabanan Kembali Menggeliat Berkat Sentuhan Banpres Produktif

“Kita paling tidak ada dua ilmu yang mendasari kita untuk memahami persoalan sebelum membuat kebijakan. Yang pertama, adalah ilmu tentang strategi, kenali musuhmu. Yang kedua, yaitu ilmu tentang public policy. Setiap mengambil kebijakan publik untuk menyelesaikan masalah publik yang berdampak kepada publik maka para pengambil kebijakan yang memiliki otoritas harus memahami persoalan sebelum mengambil kebijakan, agar kebijakannya tepat jangan sampai salah,” tandasnya.

Dalam hal ini, kebijakan-kebijakan menyosialisasikan protokol kesehatan dan membagikan masker menjadi salah satu langkah yang tepat sehingga masyarakat dapat memproteksi diri dari Covid-19. Lalu, kebijkan publik di ruang kerja dengan membuka jendela agar matahari dapat masuk dan sirkulasi udara lancar sehingga mengurangi kemungkinan untuk terpapar Covid-19.

“Di Kemendagri sudah, ruang rapat, ruang kerja saya itu semua gordennya dibuka, ventilasinya dibuka, jendela yang bisa dibuka akan dibuka. Pertama, sinar matahari bisa masuk. Kedua, adalah agar ada sirkulasi udara. Sementara, di tempat kerja yang tidak bisa ada sinar matahari masuk kami membeli lampu ultraviolet, sebelum meeting setengah jam, selesai meeting lampu ultraviolet lagi,” terangnya.

Kemudian, Mendagri juga mendorong agar pemerintah daerah bersikap tegas bagi pelanggar prokes terutama menjelang Pilkada Serentak 2020, agar tidak memicu meningkatnya penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini sudah ada Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dan Peraturan Daerah (Perda). Dengan aturan-aturan itu kedisiplinan terhadap prokes akan lebih mudah ditegakkan.

“Maka tolonglah untuk rekan-rekan kepala daerah dan Forkopimda jangan biarkan terjadi kerumunan yang tidak bisa menjaga jarak, yang bisa menimbulkan penularan. Konsisten Perda/Perkada sudah ada, khusus Pilkada kita sudah tahu 50 maksimal dengan jaga jarak,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pjs. Gubernur Sulut Agus Fatoni mengungkapkan, Gerakan Sulut Bermasker merupakan lanjutan dari Gerakan Gebrak Masker dari PKK yang sudah pernah dilaksanakan pada 14 Agustus 2020 silam. Hal itu bertujuan agar masyarakat lebih memahami dan sadar akan penerapan protokol kesehatan.

See also  Dinkes DKI Ajak Orang Tua Manfaatkan Layanan Imunisasi Gratis

“Gerakan Sulut Bermasker merupakan edukasi penerapan protokol kesehatan dan utamanya masyarakat dapat menggunakan masker bukan hanya karena dipaksakan tapi menjadi suatu budaya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Agus juga melaporkan bahwa jumlah masker yang ada di Sulut sudah berhasil terkumpul sebanyak 11.398.954 buah. Masker tersebut disediakan oleh pemerintah provinsi/kab/kota, Forkopimda, para pasangan calon (paslon), pemerintah desa, kelurahan, sejumlah bank yang ada di Sulut dan stakeholder lainnya. Selain itu, terkait dengan tindak lanjut SE Menteri perihal kesiapsiagaan bencana alam, Agus mengaku telah melaksanakan simulasi dan sosialisasi.

“Kami telah melakukan kegiatan apel kesiapsiagaan bencana sebanyak 4 kali dan juga simulasi yang dilaksanakan bersama-sama. Kami terus melakukan sosialisasi, melakukan edukasi dalam rangka mitigasi bencana dan penanganan bencana yang ada di Sulut,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa pada hari ini Provinsi Sulut akan menerima Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang akan diserahkan langsung oleh Mendagri.

“Pada hari ini juga direncanakan akan diserahkan Anjungan Dukcapil Mandiri dari Bapak Mendagri kepada dua kabupaten/kota yaitu Walikota Kotamobagu dan Bupati Minahasa Provinsi Sulut,” pungkasnya.

Berita Terkait

Darwati A. Gani Siap Dukung Kegiatan Kaum Muda Aceh yang Bermanfaat
Penutupan Sementara Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggan –Kayu Agung
DPD RI Kawal Implementasi UU Cipta Kerja di Bogor
Susun DIM, Komite I DPD RI Kunker ke Kantor Gubernur Jabar untuk Inisiasi Revisi UU Penataan Ruang
Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah
Irman Gusman Kembali Salurkan PIP Rp1,205 Miliar untuk 2.008 Siswa SD, SMP dan SMK di Sumatera Barat
GKR Hemas dan Yashinta Dorong DIY Jadi Provinsi Paling Aman Bagi Perempuan
Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Berita Terkait

Tuesday, 17 February 2026 - 19:04 WIB

Darwati A. Gani Siap Dukung Kegiatan Kaum Muda Aceh yang Bermanfaat

Monday, 9 February 2026 - 17:31 WIB

Penutupan Sementara Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggan –Kayu Agung

Thursday, 5 February 2026 - 06:54 WIB

DPD RI Kawal Implementasi UU Cipta Kerja di Bogor

Tuesday, 3 February 2026 - 16:28 WIB

Susun DIM, Komite I DPD RI Kunker ke Kantor Gubernur Jabar untuk Inisiasi Revisi UU Penataan Ruang

Tuesday, 27 January 2026 - 17:30 WIB

Komite IV DPD RI: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

foto istimewa

Ekonomi - Bisnis

Epson Indonesia Ajak Media Main Padel Sebelum Buka Puasa Bersama

Thursday, 12 Mar 2026 - 00:59 WIB

News

Hutama Karya Siagakan Layanan Tol Sambut Mudik Lebaran 2026

Thursday, 12 Mar 2026 - 00:48 WIB

Berita Utama

Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Mudik Lebaran 2026

Thursday, 12 Mar 2026 - 00:42 WIB