Forum DKI: Reshuffle Bukan option, Tetapi Keniscayaan

Thursday, 10 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sebuah prestasi langka ditorehkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kurun waktu dua pekan mencokok dua menteri aktif dalam operasi tangkap tangan (OTT). Pertama adalah menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo yang menjadi tersangka suap dalam proek ekspor benih lobster. Edy ditangkap KPK tanggal 26 November 2020 di Bandara Sukarno Hatta. Sementara itu Menteri Sosial Juliari Batubara menjadi tersangka suap dalam proyek Bansos Covid19. Juliari menyerahkan diri ke KPK beberapa jam setelah anak buahnya terkena Operasi tangkap tangan KPK pada tanggal 06 Desember 2020.

Keduanya lantas mengundurkan diri dari posisi menteri. Akibatnya saat ini ada dua pos menteri kosong. Kekosongan ini menjadikan  reshuffle Kabinet Indonesia Maju bukan lagi opsi, namun merupakan keniscayaan. Tak mungkin Presiden Joko Widodo membiarkan kekosongan ini berlarut-larut. Bandot DM selaku Koordinator Forum Diskusi Kebangkitan Indonesia (Forum DKI) memperkirakan resuffle akan segera dilakukan oleh Presiden. “Mestinya sebelum Natal sudah ada reshufle, karena berikutnya Presiden mesti fokus pada pemilihan calon pengganti Kapolri,” ujarnya.

Namun, tambahnya, yang urgent bukan waktu pelaksanaan penggantiannya. Setahun lebih Kabinet indonesia Maju, belum ada prestasi signifikan yang ditunjukkan. Harus diakui, Kabinet Indonesia Maju dibentuk dengan asumsi normal dan parameter yang sama dengan Kabinet Indonesia Bersatu. Sehingga komposisi kabinet terkesan kompromistis dan tidak serius.

Namun, di tahun 2020 ini kita menghadapi wabah pandemi Covid19. Perekonomian dunia porak poranda. Sejumlah kerjasama ekonomi batal. Di dalam negeri pun kondisi sempat chaos, terutama karena tidak ada anggota kabinet yang siap dengan hantaman badai Covid19. Tim Ekonomi yang menurut proyeksi hanya tinggal melanjutkan program-program Kabinet Indonesia Bersatu, nyaris lumpuh.

See also  Heru Budi Tegaskan Pemprov DKI Dukung Penuh Piala Dunia U-17

Ditangkapnya dua menteri aktif oleh KPK otomatis menjatuhkan wibawa kabinet yang di sisi lain masih memiliki tugas berat melawan radikalisme, intoleransi dan terorisme. Wacana pemberantasan teror, radikalisme, dan intoleransi belakangan ini pun kerap mendapat respon negatif terutama di media sosial. Di bidang politik dan hukum, KIM benar-benar dibuat kelimpungan. Apalagi, di dalam tubuh kabinet tidak terlihat ada figur yang mampu tampil sebagai negarawan yang merangkul semua pihak dan mampu meredakan tensi politik secara efektif. Justru, kerap terpancing pada suasana pilpres. Sehingga dikotomi politik yang terbentuk saat Pilpres belum bisa dipulihkan.

Komunikasi politik pun tidak berjalan dengan baik. Posisi Presiden kerap menjadi bulan-bulanan. Situasi yang sangat kontras dibanding saat jokowi memimpin Kabinet Indonesia Bersatu. Saat itu Jokowi menjadi media darling. Apapun yang dilakukan Jokowi selalu direspon positif. Kini keadaan berbalik. Salah satunya karena kabinet tidak bisa efektif bekerja. Sehingga hampir untuk semua respon politik mesti Presiden yang turun tangan.

Bandot menyarankan ini  saatnya Presiden mengevaluasi Kabinet dan mencoret menteri-menteri  amatir yang tak bisa bekerja.   Saatnya Jokowi menusun kabinet profesional yang mampu bekerja secara profesional lepas dari kepentingan politik tertentu dengan pertimbangan wabah Covid19. Sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan trengginas dan cakap menjawab semua tantangan.

Bandot juga memberi masukan kepada Jokowi agar menyertakan aktifis 98 dalam kabinet mendatang. Peran aktifis 98 sebagai bagian dari kabinet akan membantu secara signifikan dalam mengkondusifkan situasi politik dan mengefektifkan komunikasi politik. “Tapi tentu saja figurnya jangan asal-asalan. Jokowi harus memilih tokoh aktifis 98 yang masih aktif sebagai petinggi ormas pemuda terbesar misalnya. Jadi bukan semata pernah berfoto di Gedung DPR pada Mei 1998, tetapi benar-benar simpul aktif. Track record itu mesti dipadukan dengan pengalaman dan kemampuan organisatoris sebagai pengurus inti Ormas Pemuda yang selain memiliki kapasitas juga memiliki jaringan nasional yang tangguh ,” tandasnya. *

Berita Terkait

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 16:11 WIB

Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Monday, 5 October 2026 - 13:26 WIB

HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir

Monday, 5 October 2026 - 13:14 WIB

HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Tuesday, 6 Oct 2026 - 20:04 WIB

News

BNI Gandeng Indomaret, Akses Modal Mitra Usaha Diperkuat

Tuesday, 6 Oct 2026 - 19:56 WIB