Tahun Api

Friday, 1 January 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Istimewa

foto Istimewa

Oleh: Dahlan Iskan

DAELPOS.com – Selamat tinggal tahun pandemi, 2020.
Selamat datang 2021 –entah sebagai tahun apa.
Harapan saya: sebagai tahun vaksinasi.
Itu saja.

Saya tidak berharap banyak pada 2021. Ekonomi masih akan begitu sulitnya –kalau dilihat dari data semua indikator ekonomi. Sangat tidak memberi harapan.

Tapi saya masih sangat percaya pada kemampuan manusia untuk mempertahankan hidup. Tidak ada makhluk lain yang punya daya tahan melebihi manusia jenis kita.

Setidaknya sejak 10.000 tahun terakhir –dengan asumsi Adam lahir 8.000 tahun yang lalu. Bukan main perkembangan manusia dalam mempertahankan hidup.

Memang, beberapa jenis manusia sudah punah: Neanderthal yang agak besar itu. Yang saya pun masih keturunannya, biar pun hanya 2,5 persennya.

Juga manusia mini yang fosilnya ditemukan di Flores itu. Tidak ada lagi ditemukan di muka bumi –kecuali fosilnya. Demikian juga beberapa jenis manusia lainnya. Punah sama sekali. Kalah dengan manusia jenis kita.
Orang utan memang masih ada tapi kelihatannya juga akan punah.

Maka tinggal tiga jenis manusia yang seperti kita kenal sekarang –putih, kuning, hitam– yang berhasil bertahan dan berbiak.

Setidaknya dalam 10.000 tahun terakhir.
Di makhluk kambing pun kita tinggal mengenal tiga jenis. Sapi juga tinggal satu jenis? Kerbau sudah hampir punah.

Jenis burung dan serangga yang kelihatannya masih lebih banyak. Mungkin karena kita belum terlalu makan burung dan makan serangga. Kita juga belum berhasil membasmi nyamuk –meski pun dianggap mengganggu hidup manusia.

Nyamuk juga tidak berniat membasmi manusia –mungkin manusia dianggap tidak terlalu mengganggu nyamuk.
Manusia selalu menemukan cara untuk mempertahankan hidup. Juga menemukan cara mengatasi gangguan seperti nyamuk.
Aneh.

See also  Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Kemendes PDT Sukseskan Program Prioritas Nasional

Mengapa orang utan tidak bisa. Pun kerbau. Atau dinosaurus.
Buku Sapiens menyebut, pertama-tama, itu karena manusia ”bisa mendomestikasi api”. Api yang liar dijinakkan oleh manusia. Dimanfaatkan.

Ide memanfaatkan api itulah penemuan terbesar dalam sejarah manusia.
Ide itu mungkin kita anggap sepele, sekarang. Ide itu hanya ”bagaimana api itu bisa untuk membakar daging” binatang.

Tapi dengan memakan daging bakar itu, secara bertahap, otak manusia kian cerdas. Lalu menemukan: api bisa untuk mendidih kan air. Manusia menjadi bisa makan sayur lebih banyak.

Lalu manusia kian pintar. Api bisa untuk menghangatkan tubuh di musim salju. Masak air. Membuat energi lain. Dan seterusnya.

Kelemahan kerbau adalah tidak tahu api itu bisa untuk apa. Pun kalau orang utan diberi api paling justru memunahkannya: hutan terbakar.

Tapi dengan api itu manusia bisa makan banyak hal. Lalu otak mereka yang semula kurang pintar, kian lama kian genius. Termasuk kian kuat. Hanya yang badannya lemah yang mati oleh wabah di masa lalu. Sedang yang badannya kuat tetap bisa bertahan. Lalu, manusia pilihan itu melahirkan turunan yang lebih kuat. Lebih genius.

Termasuk akhirnya bisa menemukan vaksin anti virus –untuk mengatasi kepunahan jenis manusia kita ini.
Kepintaran itu berkembang juga di semua bidang. Termasuk bidang pertanian.

Maka di samping sebagai tahun vaksinasi, saya masih sedikit berharap dunia pertanian kita terpaksa maju. Kemampuan naluri manusia untuk mempertahankan hidup harus ditopang dengan hasil pertanian.

Meningkatnya kepintaran manusia itu memang sudah bisa membuat berbagai vitamin dan nutrisi. Tapi, untuk sementara ini, kita masih suka makan.

Maka pada 2021 saya tidak punya ekspektasi yang tinggi. Agar jiwa saya tetap bahagia.
Saya hanya ingin agar ide pertama manusia memanfaatkan api tetap menyalakan semangat keturunan manusia jenis seperti saya, seperti kita ini. (*)

Berita Terkait

Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme
Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru
Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional
Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues
Kementerian PU Tangani Banjir Bandang di Sungai Cikalintu, Siapkan Penanganan Infrastruktur Sungai
Dari Cerpen Kelas Lima SD hingga Novel, SBY: Kembalinya Seniman Setelah Mengembara
Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

Berita Terkait

Thursday, 5 November 2026 - 09:19 WIB

Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme

Wednesday, 4 November 2026 - 13:19 WIB

Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru

Tuesday, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional

Monday, 2 November 2026 - 18:15 WIB

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Monday, 2 November 2026 - 07:00 WIB

Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad / foto ist

Nasional

Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan

Thursday, 5 Nov 2026 - 19:00 WIB

ilustrasi / foto ist

News

Ekonomi Jakarta Catat Pertumbuhan 5,87 Persen

Thursday, 5 Nov 2026 - 18:22 WIB