Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme

Thursday, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Di hadapan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Kalibata, Jakarta, 3/11/2026, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menceritakan saat masih aktif menjadi pengurus PB HMI, dirinya dididik oleh salah satu pendiri HMI, Ahmad Dahlan Ranuwihardjo. Menurutnya, Dahlan Ranuwihardjo juga sering disebut sebagai orang GMNI. “Karena sering memberi pelatihan di GMNI”, ujarnya.

Dalam masa itu, Dahlan Ranuwihardjo kerap mengajak Viva Yoga ke tokoh-tokoh yang dekat dengan Presiden Soekarno seperti Ruslan Abdul Ghani untuk diskusi dan membincangkan berbagai masalah bangsa.

Dari pria yang akrab dipanggil Pak De itu, Viva Yoga belajar tentang pemahaman dan definisi nasionalisme. Menurutnya, definisi nasionalisme Indonesia berbeda dengan definisi nasionalisme bangsa lain. “Nasionalisme masing-masing bangsa memiliki ciri, karakter, sejarah, yang berbeda-beda”, ungkapnya.

Bagi negara yang ekspansionisme, negara agresor, nasionalisme adalah cara untuk melakukan penjajahan kepada negara dan bangsa lain. “Hal demikian berbeda dengan pemahaman nasionalisme Indonesia”, ujarnya. Mengutip Dahlan Ranuwihardjo, nasionalisme Indonesia adalah melawan penjajahan dan menentang kolonialisme. “Jadi nasionalisme Indonesia adalah anti-kolonialisme”, tegasnya.

Hal demikian penting sebab penjajahan atau kolonialisme adalah kezaliman. “Kezaliman merupakan melanggar hak asasi manusia dan ajaran agama”, tuturnya. “Dengan demikian nasionalisme Indonesia selain bersifat antikolonialisme juga religius”, tambahnya.

Untuk itu bila menyebut nasionalisme khususnya Indonesia maka harus menyebutnya secara utuh, yakni religius dan antikolonialisme. “Waktu menjadi anggota MPR dua periode, saya kerap menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar yang di antaranya ada Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD NRI Tahun 1945”, ucapnya.

Dalam dialog, salah satu pengurus bertanya tentang masih adanya konflik pertanahan di kawasan transmigrasi. Menanggapi masalah yang demikian, Viva Yoga mengakui di kawasan transmigrasi masih ada konflik pertanahan. Konflik pertanahan bisa terjadi karena kawasan yang ada tumpang tindih dengan kawasan hutan, lahan milik swasta, BUMN, lahan perorangan dan masyarakat, bahkan dengan wilayah negara lain. “Masalah administrasi inilah yang menyebabkan konflik pertanahan”, tuturnya.

See also  Permendikbudristek Nomor 67 Tahun 2024 Jadi Ruang Orpfrof Guru Untuk Aktualisasi Kompetensi Diri

Viva Yoga mengatakan, kawasan transmigrasi tersebut telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) sejak 1985. Namun, pada 2020, Kementerian Kehutanan menetapkan lahan tersebut sebagai kawasan hutan. Perbedaan status ini kemudian memicu konflik lahan.

“Hal seperti ini sering terjadi. Kementerian Transmigrasi saat ini sedang bekerja untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada,” ungkapnya.

Viva Yoga juga mengingatkan adanya keputusan Komisi V DPR yang menyatakan bahwa kawasan hutan yang berada di wilayah transmigrasi harus dilepaskan status kehutanannya oleh Kementerian Kehutanan.

“Kalau sudah menjadi kawasan transmigrasi dan terdapat tumpang tindih dengan kawasan kehutanan, maka Kementerian Kehutanan harus melepas status hutannya,” ujar mantan anggota Komisi V DPR tersebut.

Berita Terkait

Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru
Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional
Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues
Kementerian PU Tangani Banjir Bandang di Sungai Cikalintu, Siapkan Penanganan Infrastruktur Sungai
Dari Cerpen Kelas Lima SD hingga Novel, SBY: Kembalinya Seniman Setelah Mengembara
Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp44 Triliun dalam 100 Hari

Berita Terkait

Thursday, 5 November 2026 - 09:19 WIB

Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme

Wednesday, 4 November 2026 - 13:19 WIB

Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru

Tuesday, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional

Monday, 2 November 2026 - 18:15 WIB

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Monday, 2 November 2026 - 07:00 WIB

Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues

Berita Terbaru

Nasional

Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung

Wednesday, 4 Nov 2026 - 21:35 WIB