MenkopUKM Teten: Koperasi Harus Masuk ke Sektor Produksi

Wednesday, 17 March 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Koperasi di Indonesia harus mampu melakukan aneka terobosan dalam pengembangan usahanya. Salah satunya, dengan masuk ke sektor produksi. Selain itu, juga harus memiliki karakter serta jati diri yang berbeda (dengan koperasi di negara lain), bukan sekadar besar. Yaitu, mempunyai kepedulian sosial yang tinggi.

Hal itu dikatakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara Hibah Rumah Siap Huni Koperasi Syariah (Kopsyah) Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Desa Laksana, Kampung Bojong, Paku Haji, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/3).

“Kopsyah BMI tidak hanya melakukan kegiatan ekonomi, melainkan juga membangun solidaritas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Menurut saya, ini model koperasi yang ideal untuk dikembangkan di Indonesia,” papar MenkopUKM, di acara yang juga dihadiri Deputi Bidang Perkoperasian KemenkopUKM Ahmad Zabadi dan Bupati Tangerang Ahmed Zaky Iskandar.

Sampai dengan Maret ini telah mencapai 293 unit rumah dibangun Kopsyah BMI untuk wilayah keanggotaan di Tangerang, Serang, Lebak, Pandeglang, dan Bogor.

“Program Hibah Rumah Siap Huni ini sangat membantu anggota koperasi dan masyarakat, khususnya yang belum mampu untuk memiliki rumah layak huni,” ucap Teten.

Teten berharap program yang telah dijalankan Kopsyah BMI ini dapat menjadi contoh dan direplikasi koperasi syariah lainnya.

Lebih dari itu, Teten akan terus mendorong model sirkuit ekonomi di dalam koperasi. Dimana segala kebutuhan anggota dan masyarakat lainnya bisa dipenuhi koperasi. “Kebutuhan akan rumah sakit, beras, bahan material bangunan, dan sebagainya, seharusnya mampu disediakan koperasi,” kata Teten.

Dengan membangun sirkuit ekonomi koperasi multipihak tersebut, lanjut Teten, dana besar yang dimiliki anggota tidak akan lari kemana-mana. Pasalnya, KSP selama ini lebih dominan membiayai sektor perdagangan. “Namun, mayoritas pedagang kita itu juga menjual produk yang dihasilkan usaha besar,” ulas MenkopUKM.

See also  Sehari Jelang Peluncuran SATRIA-1, Plt Dirut BAKTI Kominfo: Masih Sesuai Jadwal

Teten berharap ada perubahan dari Syarikat Dagang menjadi Syarikat Produksi. “Koperasi harus masuk ke sektor produksi. Sehingga, koperasi bisa menjual banyak produk berkualitas yang dihasilkan para anggota,” tukas MenkopUKM.

Menurut Teten, ada banyak sektor ekonomi yang bisa dimasuki bahkan direbut koperasi. Contoh, sektor kelautan dan perikanan, yang saat ini didominasi pelaku UMKM (98%). “Itu potensi besar yang belum digarap koperasi. Ada ikan tangkap, budidaya ikan, rumput laut, dan lainnya. Bahkan, banyak tempat pelelangan ikan sudah dikelola koperasi,” jelas Teten.

Di samping itu, MenkopUKM juga mendorong koperasi untuk masuk ke sektor produk berbasis teknologi, dengan dukungan riset dari BPPT, LIPI, dan perguruan tinggi.

“Pelaku UMKM kita tidak akan menjadi besar jika tidak masuk ke global value chain. Mengapa UMKM di China besar-besar, ya karena mereka mampu membuat komponen-komponen industri, hingga elektronik,” papar Teten.

Apalagi, kata Teten, inti dari UU Cipta Kerja adalah mendorong UMKM untuk bisa menjadi bagian dari industri berbasis teknologi tinggi. “Jadi, proses ekonomi dari hulu ke hilir bisa dinikmati koperasi,” kata MenkopUKM.

Koperasi Bikin Koperasi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menegaskan bahwa jika koperasi hanya menjalankan usaha simpan pinjam saja, tidak ada kebanggaan sama sekali. “Harus ada pemberdayaan,” tandas Kamaruddin.

Kamaruddin mengakui, dalam mengembangkan unit usaha Kopyah BMI, pihaknya tidak akan membuat perusahaan (PT). “Koperasi harus istiqomah dengan tidak akan membuat PT. Koperasi ya harus bikin koperasi dalam pengembangan usahanya,” imbuh imbuh Kamaruddin.

Saat ini, Kopsyah BMI sudah memiliki beberapa anak usaha seperti Koperasi Konsumen BMI, Koperasi Perumahan BMI, dan Koperasi Kesehatan BMI.

See also  Fokus Berdayakan Masyarakat Setempat, Kementrans Tempatkan Hampir 1.300 Transmigran Lokal di 10 Lokasi

“Ke depan, kita akan membangun dua koperasi lagi. Yakni, Koperasi Produsen Benteng Madani Indonesia dan koperasi jasa yaitu Koperasi Marketing BMI,” ungkap Kamaruddin.

Untuk koperasi produsen, lanjut Kamaruddin, akan membangun industri air mineral, pupuk, hingga Biothanol. “Biothanol bisa menjadi pengganti bensin bagi kendaraan bermotor. Kita ada lahan seluas di Cisoka untuk bangun pabrik Biothanol,” kata Kamaruddin.

Bagi Kamaruddin, banyak sektor usaha dijalankan Kopsyah BMI untuk kesejahteraan anggota, atau dari anggota untuk anggota. “Perputaran uang tidak akan keluar, tapi berkutat diantara kita sendiri,” tukas Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, dengan jumlah anggota sekitar 200 ribu orang dan aset Rp750 miliar (80% milik anggota), Kopsyah BMI harus membangun dan membesarkan koperasi dengan peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

“Koperasi harus memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Ekonomi keluarga anggota harus tumbuh baik, begitu juga dengan tingkat pendidikan dan kesehatan,” pungkas Kamaruddin.

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas
Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda
Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang
HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain
Salurkan Air Minum di Tengah Kekeringan, Kementerian PU Beri Bantuan ke Desa Terdampak di Kabupaten Banjar
Peringati Hari Anak Nasional, Hutama Karya dan Yayasan KAKAK Perkuat Perlindungan Anak di Karanganyar
Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Mulai Dimanfaatkan untuk Dukung MPLS dan Persiapan Kegiatan Belajar

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 19:59 WIB

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas

Tuesday, 28 July 2026 - 17:02 WIB

Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda

Tuesday, 28 July 2026 - 12:16 WIB

Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung

Sunday, 26 July 2026 - 01:23 WIB

Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang

Saturday, 25 July 2026 - 17:08 WIB

HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain

Berita Terbaru

News

Purbaya Soal Bursa Gubernur BI: Saya Ikuti Arahan Presiden

Wednesday, 29 Jul 2026 - 12:58 WIB

News

DPD RI Desak Penertiban ODOL untuk Jaga Kualitas Jalan Daerah

Wednesday, 29 Jul 2026 - 08:23 WIB

Berita Terbaru

Kementerian PU Terus Perkuat Infrastruktur KSPEAN Wanam Merauke

Wednesday, 29 Jul 2026 - 00:01 WIB