Indonesia Bergabung dengan Koalisi Aksi Adaptasi

Wednesday, 5 May 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Perubahan iklim merupakan tantangan besar bagi perekonomian, kehidupan masyarakat dan mata pencaharian Indonesia melalui dampaknya terhadap produksi dan distribusi pangan, air dan energi, serta kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, Indonesia telah menetapkan target adaptasi yang ambisius baik dalam dokumen NDC yang diperbarui dan Strategi Jangka Panjang untuk Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050. Demikian disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, ketika menjadi panelis pada peluncuran Adaptation Action Coalition on Water Workstream yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa, 4 Mei 2021 dan merupakan satellite event dari Petersberg Climate Dialogue 2021.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Alue Dohong menyatakan bahwa Indonesia memperlakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sebagai dua tindakan yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat dilihat sebagai alternatif satu sama lain, karena keduanya memiliki peran yang saling melengkapi. Semakin besar upaya mitigasi, semakin sedikit dampak yang harus diadaptasi, dan semakin sedikit risiko yang harus dikelola. “Sasaran adaptasi kami adalah untuk mengurangi risiko dan kerentanan serta meningkatkan kapasitas dan ketahanan adaptif di semua sektor dan wilayah pembangunan”, demikian ditegaskan Wamen Alue.

Terkait dengan tema acara yang terkait dengan air, Wamen Alue menegaskan bahwa air merupakan salah satu fokus prioritas Indonesia dalam membangun kapasitas adaptasi dan ketahanan terhadap bencana alam dan perubahan iklim. Di Indonesia, hilangnya sumber daya air akibat terganggunya neraca air berkisar antara 0,33 – 0,43% dari PDB Nasional.

Indonesia, melalui salah satu program utama Nationally Determined Contribution (NDC,) yaitu “Pengelolaan DAS Terpadu”, mengembangkan pengelolaan DAS yang berketahanan iklim dengan: (i) meningkatkan perencanaan pengelolaan DAS yang mempertimbangkan kerentanan, risiko, dan dampak iklim; (ii) mengembangkan kebijakan dan instrumen untuk menilai ketahanan DAS; dan (iii) meningkatkan sinergi lintas sektor dan wilayah melalui penerapan pendekatan hulu dan hilir yang terintegrasi dalam rehabilitasi dan restorasi hutan.

See also  Di Depan Ratusan Siswa, Menteri Basuki Dampingi Presiden Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan

Upaya lain termasuk integrasi pengelolaan DAS ke dalam rencana tata ruang daerah, perbaikan permukiman dan pengelolaan sumber daya air, serta mendorong pembangunan infrastruktur yang tahan iklim. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi di antara kementerian dan lembaga terkait dalam menangani masalah lintas sektor termasuk manajemen pengetahuan dan keterlibatan masyarakat untuk aksi iklim lokal.

Wamen Alue memberikan contoh bagaimana Strategi Jangka Panjang Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memasukkan strategi Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku Berkelanjutan, Pengembangan Waduk Multiguna dan Modernisasi Irigasi, serta Pengembangan pengelolaan risiko dan pembangunan infrastruktur berketahanan bencana dalam menanggapi perubahan iklim. Selama tahun 2015 – 2019, sejumlah bendungan/waduk, danau, penampungan air dan bangunan penampungan air lainnya telah dibangun, direhabilitasi, ditingkatkan, atau direvitalisasi. Selain itu, Kementerian Pertanian juga membangun sejumlah infrastruktur konservasi air terkait anomali iklim di 32 provinsi pada 2019.

“Program Kampung Iklim (PROKLIM) yang sekarang diterapkan di lebih kurang 3.000 Desa, dan akan ditingkatkan menjadi 20.000 desa pada tahun 2024, merupakan salah satu contoh partisipasi masyarakat di dalam peningkatan ketahanan air”, jelas Wamen Alue sambil merujuk bagaimana Indonesia memberikan contoh nyata capaian aksi di lapangan dan komitmen Indonesia untuk selalu menjadi leading by examples.

Pada akhir statemennya, Wamen Alue Dohong menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan global adaptasi, Indonesia berharap dapat bekerja sama dengan komunitas global dalam memperkuat kapasitas dan kapabilitas untuk meningkatkan ketahanan iklim di semua skala dan tingkatan. Untuk itu Indonesia sangat mendukung dan menyatakan ikut bergabung dengan Adaptation Action Coalition.

Acara tersebut didahului oleh sambutan dari Alok Sharma, COP26 President Designate dan dimoderatori oleh Mark Smith dari International Water Management Institute, selain Wamen LHK, beberapa menteri atau wakil menteri yang berpartisipasi dalam sesi panel adalah, Nancy Tembo, Minister of Forestry and Natural Resources Malawi, Mohamed Abdel-Aty, Minister of Irrigation and Water Resources Mesir, Haydee Rodriguez-Romero, Vice Minister for Water and the Ocean, Kosta Rika dan Roald Laperre, Vice Minister for the Environment and International Affairs, Belanda. Diskusi panel tersebut ditutup dengan kesimpulan oleh Lord Zac Goldsmith, Minister of State Department of Environment, Food & Agriculture & FCDO, Kerajaan Inggris. (*)

Berita Terkait

Percepat Pemulihan Aceh, Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dan Lumpur Bencana
Ketua Komite IV DPD RI Terima LPI 2025: Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Tekankan Sinergi Pembiayaan Sektor Riil
Menteri Dody Minta 86 Sumur Bor di Sumatera Rampung Sebelum Ramadhan
Tinjau Jalan Koto Mambang–Balingka/Malalak, Menteri Dody Tegaskan Konektivitas
Mendes Yandri Sambangi Peternakan Telur Omega di Serang
Kemenag Ajukan ABT Rp5,87 Triliun untuk Tunjangan Guru dan Dosen
Pemerintah Cegah Penipuan Online dengan Registrasi Biometrik
Dorong Pemerataan Pendidikan, Senator Erni Daryanti dan Kemendikdasmen Salurkan Ribuan Beasiswa PIP di Kalteng

Berita Terkait

Thursday, 29 January 2026 - 17:04 WIB

Percepat Pemulihan Aceh, Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dan Lumpur Bencana

Thursday, 29 January 2026 - 14:16 WIB

Ketua Komite IV DPD RI Terima LPI 2025: Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Tekankan Sinergi Pembiayaan Sektor Riil

Wednesday, 28 January 2026 - 21:13 WIB

Menteri Dody Minta 86 Sumur Bor di Sumatera Rampung Sebelum Ramadhan

Wednesday, 28 January 2026 - 20:37 WIB

Tinjau Jalan Koto Mambang–Balingka/Malalak, Menteri Dody Tegaskan Konektivitas

Wednesday, 28 January 2026 - 19:02 WIB

Mendes Yandri Sambangi Peternakan Telur Omega di Serang

Berita Terbaru

Berita Utama

Prabowo Panggil Menteri ATR Bahas Perlindungan Sawah

Thursday, 29 Jan 2026 - 14:24 WIB

Berita Utama

Menkeu Purbaya Lantik 27 Pejabat Eselon II Kemenkeu

Thursday, 29 Jan 2026 - 14:12 WIB