Go Digital, Pascarestrukturisasi Pertamina Pastikan Proses Bisnis Subholding Terpantau Melalui Integrated Command Center

Saturday, 11 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SVP Human Capital Management PT Pertamina Lelin Eprianto memberikan pemaparan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat mengunjungi ruang Pertamina Integrated Command Center di Grha Pertamina, Jumat (10/9). (Foto: Dok. Pertamina)

SVP Human Capital Management PT Pertamina Lelin Eprianto memberikan pemaparan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat mengunjungi ruang Pertamina Integrated Command Center di Grha Pertamina, Jumat (10/9). (Foto: Dok. Pertamina)

DAELPOS.com – Pascarestrukturisasi komitmen Pertamina menjadi global energy champion terus dibuktikan dengan berbagai inovasi, salah satunya dengan menghadirkan Pertamina Integrated Command Center (PICC). Inovasi teknologi berbasis digital tersebut hadir untuk menyajikan data secara realtime yang akan mendukung peran strategis Pertamina sebagai integrator seluruh lini bisnis dari aspek operasional dan komersial.

PICC merupakan pusat big data Pertamina yang memiliki 4 fungsi yakni  pertama sebagai integrator dan koordinator atas aktivitas memonitor operasional, baik yang bersifat core, critical maupun supporting process. Kedua, PICC akan menjadi single source of truth yang diperlukan baik di lingkungan internal Pertamina Group dengan data terintegrasi. Lalu ketiga, PICC berfungsi melakukan analisa data menjadi infomasi, mendeteksi data, anomali, menguji kehandalan data serta menyusun executive summary dan rekomendasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Yang keempat, PICC merupakan sistem yang memilki otoritas untuk menindaklanjuti keadaan anomali yang ditemukan sekaligus memberikan rekomendasi bagi top manajemen Pertamina Group.

Menteri BUMN, Erick Thohir didampingi Wakil Menteri BUMN 1  Pahala N Mansury, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati meninjau PICC yang terletak di  lantai 21 Grha Pertamina, Jakarta (10/9).   

Pada acara peresmian Subholding Pertamina yang dilaksanakan sebelum peninjauan, Erick menyampaikan, saat ini dunia  bisnis dituntut untuk terus berinovasi, termasuk Pertamina. Salah satu inovasi yang harus dilakukan adalah digitalization serta Research and Development  yang menjadi kunci kesuksesan perusahaan kelas dunia.  

“Banyak sekali perusahaan dunia yang tadinya bergantung pada sumber daya alam tergeser ke teknologi. Sekarang  perusahaan energi global di Top 10  tinggal Aramco,  selebihnya sudah diduduki oleh technology company dan investment company. Ini artinya, meski Pertamina merupakan  perusahaan energi,  tapi bidang research and development untuk digitalisasi menjadi sangat penting agar bisnis terus berkembang,” ujar Erick.

See also  Disdukcapil DKI Pantau dan Data Pendatang Baru Tanpa Yustisi

Hal senada disampaikan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Menurutnya, kehadiran PICC menjadi salah satu inovasi Pertamina untuk menjadi global energy champion. 

“Dengan adanya fasilitas ini,  Pertamina bisa menerapkan satu strategi secara menyeluruh demi memberikan efisiensi sekaligus mengurangi kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang, sehingga akuntabilitas Pertamina Group tetap terjaga,” jelasnya.

Komisaris Utama, Basuki Tjahaja Purnama, juga menyatakan bahwa dengan adanya Command Center akan memperbaiki tahapan pekerjaan seluruh lini bisnis Pertamina.

“Fasilitas ini seperti ruang perang, seluruh jenderal bisa menganalisis data di sini untuk mengambil langkah kebijakan ke depan,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh manajemen holding dan subholding mulai belajar membuat keputusan dari data yang ada di layar besar  Command Center.  “Ini terobosan yang sangat bagus dan harus terus dikembangkan untuk tujuan efisiensi. Kita bisa memanfaatkan semua data untuk membuat kebijakan yang tepat. Dewan komisaris akan sering datang untuk bertukar pikiran dan melihat perkembangannya,” kata Basuki.

SVP Human Capital Management sekaligus Tim Leader PICC, Lelin Eprianto, menjelaskan PICC dikelola oleh Perwira (pekerja) Pertamina,  dengan display utama yang terdiri dari 84 layar 55 Inch untuk memantau dashboard kinerja seluruh subholding, mulai dari Upstream, Gas, Refinery & Petrochemical, Integrated Marine Logistics dan Commercial & Trading dalam mendukung ketahanan energi di Indonesia. Kedepan, juga akan dilengkapi dengan dashboard kinerja Pertamina New & Renewable Energy.  

Dashboard hulu  bertujuan untuk memastikan Operational Excellence dan kelancaran supply chain oil & gas Pertamina melalui serangkaian aktivitas serta hasil dari operasional pada seluruh aset Subholding Upstream Pertamina baik yang berlokasi di Indonesia maupun di luar negeri. 

Dashboard gas digunakan untuk melakukan monitoring, evaluasi dan optimalisasi kegiatan penerimaan, penjualan dan transportasi gas di Indonesia, termasuk yang melalui pipa  Subholding gas Pertamina sepanjang 24 ribu kilometer dan terpanjang di Asia Tenggara. 

See also  Dukung Kelancaran Ibadah Haji, Hutama Karya Buka Akses Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji - Seulimeum) Secara Terbatas

Dashboard kilang memantau kelancaran supply chain oil & gas Pertamina melalui serangkaian aktivitas operasional serta hasil produksi 7 aset kilang Subholding Refining and Petrochemical  Pertamina.

Dashboard Integrated Marine Logistics memonitor pergerakan seluruh kapal yang dipergunakan Pertamina untuk mengangkut minyak mentah maupun seluruh produk-produk Pertamina.

Dashboard Commercial & Trading menyajikan informasi ketersediaan stok BBM sampai level terminal,  depot serta SPBU, termasuk proses penjualan dan pelayanan kepada customer. Dengan demikian, apabila terdapat potensi kekurangan BBM di aset Pertamina dapat cepat tertangani, termasuk mendeteksi transaksi anomali atas produk subsidi di SPBU. Dashboard juga dilengkapi dengan informasi MyPertamina yang fokus pada monitoring  pelayanan pembayaran secara digital di SPBU serta informasi dari Pertamina Contact Center 135 yang merupakan layanan Call Center terintegrasi dan layanan interaksi operasional 135 melalui telepon,video call, media sosial dan Pertamina  Delivery Service.

PICC  juga memiliki Smart Meeting Room  untuk video conference, Interactive TV, Interactive Voice Command dan Smart Glass yang dapat digunakan oleh top manajemen holding dan subholding untuk memutuskan kebijakan strategis perusahaan.

Berita Terkait

Dukung Program Pemerintah Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik
Hutama Karya Dukung Program Mudik Nyaman Kementerian PU Lewat Tol Trans Sumatra
Prabowo Minta Menteri Tak Gelar Open House Lebaran Mewah
Hutama Karya bersama Polda Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Fungsional Tol Palembang-Betung
Prabowo Dorong Hemat BBM, Opsi WFH Disiapkan Hadapi Dampak Krisis Global
Sidang Debottlenecking Ke-5, Menkeu Purbaya Bahas Hambatan Perizinan Investasi
Jasa Marga Siap Layani 3,53 Juta Kendaraan Pemudik Lebaran 2026
Hutama Karya Teken Kontrak, Dua RSUD PHTC Siap Dibangun

Berita Terkait

Monday, 16 March 2026 - 13:03 WIB

Dukung Program Pemerintah Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik

Monday, 16 March 2026 - 12:28 WIB

Hutama Karya Dukung Program Mudik Nyaman Kementerian PU Lewat Tol Trans Sumatra

Sunday, 15 March 2026 - 01:49 WIB

Prabowo Minta Menteri Tak Gelar Open House Lebaran Mewah

Sunday, 15 March 2026 - 01:44 WIB

Hutama Karya bersama Polda Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Fungsional Tol Palembang-Betung

Saturday, 14 March 2026 - 12:19 WIB

Prabowo Dorong Hemat BBM, Opsi WFH Disiapkan Hadapi Dampak Krisis Global

Berita Terbaru

News

Tak Mau BBM Seret Saat Lebaran, Wamen ESDM Turun Gunung

Tuesday, 17 Mar 2026 - 05:22 WIB