Orangutan “CIKO” Dilepasliarkan di Hutan Lindung Sungai Lesan, Kalimantan Timur

Monday, 25 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection-Borneo Orangutan Rescue Alliance (COP-BORA) dan Kesatuan Pemangkuan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur serta dengan dukungan masyarakat desa Lesan Dayak, melepasliarkan 1 (satu) individu Orangutan Morio (Pongo pygmaeus morio) di kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan yang terletak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (21/10).

Orangutan yang diberi nama “Ciko”, merupakan orangutan jantan dewasa yang diperkirakan berusia diatas 20 (dua puluh tahun). Orangutan yang memiliki bobot  tubuh 70 – 80 kg ini diamankan oleh Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Timur, ketika Tim sedang melakukan kegiatan bersama penanganan keberadaan buaya muara di beberapa kolam pengendapan sekaligus pemantauan populasi orangutan yang berada di areal PT. KALTIM PRIMA COAL (PT. KPC).

Sebelumnya, beberapa kali juga telah dilaporkan mengenai keberadaan orangutan yang muncul dari arah areal reklamasi tambang dan berkeliaran di sekitar area workshop. Setelah melakukan kaji cepat dengan mempertimbangkan bahwa pergerakan orangutan berada pada pusat aktivitas pekerja yang beresiko tinggi menimbulkan konflik dengan manusia, maka tim memutuskan untuk melakukan upaya pengamanan lebih lanjut yakni rescue dan translokasi.

Pemantauan awal oleh dokter hewan BKSDA Kalimantan Timur menunjukkan bahwa Ciko dalam kondisi sehat dan memiliki perilaku liar bahkan sempat menunjukkan kekuatannya dengan menjebol pintu kandang transfer aluminium yang digunakan untuk memindahkannya dari lokasi menuju kandang transit. Kondisi tersebut menjadi dasar pertimbangan bahwa Ciko dapat segera dilepasliarkan ke lokasi yang lebih aman.

See also  Kemendagri Gelar Rapat Persiapan Inventarisasi Data Rupa Bumi Pulau

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Ivan Yusfi Noor setelah melakukan pelepasliaran orangutan “Ciko” menyampaikan bahwa kegiatan penyelamatan, pemindahan dan pelepasliaran orangutan, sebenarnya merupakan pilihan terakhir dalam pengelolaan konflik antara manusia dengan satwa liar khususnya orangutan.

“Ke depan kami sedang menyusun konsep bersama para pihak untuk mengembangkan pola-pola adaptasi untuk mengelola populasi satwa liar khususnya orangutan pada berbagai lanskap baik pada areal perkebunan, pertambangan maupun hutan industri,” kata Ivan.

Ivan menjelaskan bahwa konsep koeksistensi orangutan pada berbagai lanskap tersebut diharapkan mampu meretas tantangan dan kendala upaya-upaya konservasi orangutan di Kalimantan Timur yang populasinya cukup banyak berada di luar kawasan konservasi.

“Kerja kolektif yang panjang serta proses-proses yang kompleks harus ditempuh dalam rangka penyelamatan orangutan agar dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik di habitat alaminya,” pungkasnya.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

31 Bangunan Terdampak, Warga Kapuk Mulai Angkat Kaki

Saturday, 10 Oct 2026 - 20:08 WIB