Upaya Kementerian PANRB, UNDP, dan KOICA Membumikan SP4N-LAPOR!

Tuesday, 16 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Keberadaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) sebagai layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui beragam upaya. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menargetkan pada 2024, masyarakat telah teredukasi dan memiliki pemahaman yang baik mengenai SP4N-LAPOR!.

“Perlu terus kita ingat bahwa target di 2024 ialah 1,8 juta laporan, tentu angka ini hanya akan dapat dicapai jika masyarakat mendapatkan edukasi dan pemahaman yang baik mengenai SP4N-LAPOR!,” ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa saat membuka Project Board Meeting Ke-9 Proyek Kerjasama Kementerian PANRB dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Development Programme (UNDP) secara daring, Selasa (16/11).

Diah menjelaskan, sosialisasi masif kepada masyarakat dengan target yang tepat sasaran dan berbasis target capaian, serta sejalan dengan dokumen strategi komunikasi yang telah disusun harus senantiasa dilakukan. Berbagai kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan seperti sosialisasi melalui billboard, bentuk kegiatan maupun kontennya dapat direplikasi dan disebarluaskan oleh kementerian/lembaga/pemerintah daerah kepada masyarakat.

Sejak Januari 2021 juga telah digelar berbagai kegiatan, seperti survei kepuasan pengguna LAPOR!, training untuk level pengambil keputusan, IT manager dan Operational Manager, penyusunan dokumen pedoman rencana aksi di tingkat instansi, Public Relation Champions, penguatan pengelolaan enam daerah percontohan, serta sosialisasi LAPOR! kepada kelompok masyarakat disabilitas, sebagai upaya akselerasi SP4N-LAPOR!. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian PANRB dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Development Programme (UNDP).

Pada Project Board Meeting Ke-9 ini, Diah juga mengapresiasi terlaksananya berbagai program dan hasil output yang ditargetkan meski berada di tengah gempuran Pandemi Covid-19. “Perlu selalu kita tanamkan bahwa kegiatan dan capaian tadi bukanlah akhir, tetapi justru kita masih di pertengahan jalan untuk mewujudkan cita-cita yang sebagaimana tertuang di dalam RPJMN Nasional dan Roadmap Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik,” imbuh Diah.

See also  Balai KSDA Yogyakarta Lepasliarkan Satwa Dilindungi di Taman Nasional Baluran

Selain membahas capaian sepanjang tahun 2021, dalam Project Board Meeting Ke-9 juga dipaparkan rencana kerja untuk sisa waktu di tahun 2021 dan tahun 2022. Diah menekankan beberapa poin yang harus diperhatikan untuk menjamin bahwa kerja sama yang dilakukan dapat membawa dampak positif yang lebih signifikan terhadap peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

Pertama, adanya evaluasi secara terukur agar manfaat dari kegiatan dapat dirasakan maksimal dan menjadi masukan yang baik untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya. Kedua, perlu ada pelibatan dan pengawasan yang aktif pihak yang terkait dalam kerja sama ini, contohnya seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pengembangan aplikasi, maupun Kementerian Dalam Negeri dalam monitoring dan evaluasi Pemerintah Daerah.

Senada dengan Diah, Deputy Resident Representative UNDP Sophie Kemkhadze menegaskan evaluasi kerja usai kegiatan digelar sangat diperlukan guna memastikan target-target yang dicangkan dapat tercapai. “Saya berharap, pada Project Board Meeting Ke-9 ini, kita dapat mengevaluasi kerja sama di tahun 2021 dan menghasilkan rencana strategis yang lebih baik untuk tahun 2022 yang mampu menopang capaian demi pengelolaan pengaduan yang semakin berkualitas,” tegasnya.

Sementara Country Director KOICA Indonesia YunGil Jeong meminta komitmen dari semua pihak agar proyek kerja sama yang telah disepakati dapat berjalan sesuai dengan rencana. “Tahun 2022 adalah tahun terakhir dari kerja sama ini, maka mari kita mengupayakan agar seluruh kegiatan dan program yang akan dilaksanakan di tahun depan lebih tajam lagi mengarah kepada target dan sasaran yang telah disepakati di dalam roadmap sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik 2020-2024,” tandasnya.

Berita Terkait

Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla
Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai
Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN
Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa
Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh
Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat
Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok

Berita Terkait

Tuesday, 25 August 2026 - 00:06 WIB

Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla

Monday, 24 August 2026 - 23:53 WIB

Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai

Monday, 24 August 2026 - 18:45 WIB

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air

Monday, 24 August 2026 - 16:20 WIB

Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN

Monday, 24 August 2026 - 15:09 WIB

Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa

Berita Terbaru

foto ist

News

BMKG Sebut Asap Karhutla Bisa Lintas Negara

Tuesday, 25 Aug 2026 - 00:16 WIB