Balai KSDA Yogyakarta Lepasliarkan Satwa Dilindungi di Taman Nasional Baluran

Friday, 17 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Balai KSDA Yogyakarta bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Baluran (TN Baluran) KLHK, Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) dan The Centre for Orangutan Protection (COP) kembali melepasliarkan sebanyak 7 (tujuh) ekor burung terdiri atas 1 (satu) ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), 1 (satu) ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) Fase Gelap, 1 (satu) ekor Elang Laut Perut Putih (Haliaetus leucogaster), 4 (empat) ekor Merak Hijau (Pavo muticus) di kawasan Savana Bekol, TN Baluran, Rabu (15/7).

Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, menyampaikan bahwa keenam burung yang dilepasliarkan ini merupakan titipan Balai KSDA Yogyakarta yang direhabilitasi di Taman Satwa YKAY. Selain itu, 3 ekor Elang dan 3 ekor Merak ini merupakan hasil dari kegiatan penegakan hukum dan penyerahan masyarakat dan telah menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa YKAY. Satwa yang dilepasliarkan ini juga telah melewati proses habituasi terlebih dahulu di Taman Nasional Baluran selama tiga hari.

“Sebelum dilakukan proses translokasi, terhadap satwa tersebut juga telah dilakukan banding dan penandaan sebagai tahap akhir sebelum dilepasliarkan,” jelasnya.

Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Pudjiadi, yang juga hadir dalam acara pelepasliaran tersebut mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kerjasama antara Balai Taman Nasional Baluran dengan Balai KSDA Yogyakarta selama ini. Pada kesempatan ini tambahan 1 ekor Merak hijau yang dilepasliarkan berasal dari serahan masyarakat Situbondo kepada Balai Taman Nasional Baluran.

“Burung-burung yang direlease hari ini memang cocok dilepasliarkan di Baluran karena kawasan ini merupakan habitat yang sesuai untuk satwa-satwa tersebut, sehingga dapat mendukung terhadap pengkayaan genetik di kawasan TN Baluran,” kata Pudjiadi.

Kegiatan pelepasliaran satwa tersebut dihadiri juga oleh Ketua YKAY, Tarko Sudiono, dan Perwakilan COP. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan monitoring pasca release dan sekaligus untuk menunjang kegiatan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sekitar mengenai nilai penting keberadaan aves dalam ekosistem. Proses pelepasliaran saat ini harus dilaksanakan dengan berpedoman pada Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemi Covid-19.

See also  Menteri Transmigrasi Kunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY

Sebagai informasi, acara pelepasliaran satwa ini merupakan kegiatan road to HKAN 2020 dengan mengusung tema “Nagara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Rangkaian road to HKAN Balai KSDA Yogyakarta telah dimulai sejak Maret 2020.

  • 21 Maret 2020, pelepasliaran 2 (dua) ekor Elang Bido (Spilornis cheela) di Jatimulyo, Kulonprogo.
  • 19 Juni 2020 pelepasliaran 6 (enam) ekor Buaya muara (Crocodylus porosus) di Taman Nasional Way Kambas, yang langsung dilakukan oleh Dirjen KSDAE KLH, Ir. Wiratno, M.Sc.
  • 9 Juli 2020, pelepasliaran 29 (duapuluh sembilan) ekor tukik di Pantai Congot, Kulonprogo.
  • 10 Juli 2020, pelepasliaran 4 (empat) ekor Elang terdiri dari 2 (dua) Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan 2 (dua) Elang Alap Jambul (Accipiter trivirgatus) di komplek Stasiun Flora Fauna (SFF).
  • 15 Juli 2020, pelepasliaran 7 (tujuh) ekor aves terdiri atas 1 (satu) ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), 1 (satu) ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) Fase Gelap, 1 (satu) ekor Elang Laut Perut Putih (Haliaestus leucogaster), 4 (empat) ekor Merak Hijau (Pavo muticus) di Taman Nasional Baluran

Direncanakan pada bulan Oktober 2020, akan dilakukan pelepasliaran 2 ekor raptor jenis Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dan Elang Hitam (Ictinaetus malaiensis) yang direhabilitasi di Stasiun Flora Fauna Bunder, yang saat ini sedang menunggu hasil kajian lebih lanjut.

Berita Terkait

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terbaru