Logika Baru Pelayanan Publik, Pemerintah dan Masyarakat yang Kolaboratif

Friday, 3 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pelayanan publik tidak selalu bergantung pada pemerintah. Kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah akan menghasil suatu logika pelayanan baru. Studi mengenai pelayanan publik terus berkembang, kini dikenal konsep public service logic yang mengutamakan kolaborasi bersama masyarakat untuk menciptakan nilai sebuah pelayanan.

Nilai atau value ini merupakan sebuah pegangan yang kuat yang menjadi dasar sebuah keterikatan antara kita sebagai penyelenggara layanan dengan penerima layanan, yakni masyarakat. “Dengan adanya value yang kuat maka akan tercipta pelayanan publik yang partisipatif, yang sesuai dengan harapan masyarakat, dan kepuasan masyarakat,” ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa, saat membuka Rapat Kerja Pelayanan Publik, secara virtual dari Batam, Kamis (02/12).

Saat ini, partisipasi masyarakat bisa terbangun dalam forum konsultasi publik (FKP) dan survei kepuasan masyarakat (SKM). Dua kegiatan rutin itu sebagai refleksi pemerintah untuk melihat titik lemah layanan.

Diah menegaskan, adanya partisipasi dan kolaborasi yang baik maka inovasi dapat diciptakan dan kualitas pelayanan publik dapat meningkat. Hal yang diperlukan adalah komitmen kuat dari pimpinan, transformasi sistem, tata kelola pemerintahan, serta perubahan pola pikir dan budaya kerja.

Transformasi mengharuskan organisasi atau perusahaan berubah dengan cepat. Proses bisnis yang berubah, dengan pemanfaatan teknologi informasi memangkas tahapan-tahapan yang rumit.

“Transformasi digital menuntut setiap orang mempunyai digital skill antara lain kemampuan menggunakan teknologi, kemampuan komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai sektor, kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri, dan mengajar orang lain,” jelas Diah.

Salah satu wujud pengintegrasian adalah berdirinya Mal Pelayanan Publik (MPP) di berbagai daerah, serta Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP). MPP tidak sekadar gedung berisi banyak pelayanan, tapi juga sistem yang terintegrasi. Sebab, kedepannya seluruh pelayanan bisa diakses melalui smartphone.

See also  Lindungi Hak Karyawan Dari Virus Covid-19

Secara keseluruhan, untuk mewujudkan transformasi menuju pelayanan prima terdapat tantangan besar yang harus dihadapi. Kondisi saat ini merupakan proses transformasi, sebelumnya berada pada posisi comfort zone (zona nyaman) dan kemudian beralih pada learning zone yaitu peralihan dalam bentuk digital. “Setiap dari kita harus siap melangkah keluar dari zona nyaman dan memulai perjuangan menuju apa yang ingin dicapai,” ungkap Diah.

Acara raker ini dilanjutkan dengan diskusi panel oleh setiap Asisten Deputi bidang Pelayanan Publik. Diskusi ini membawa materi percepatan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP), penyelenggaraan pelayanan ramah kelompok rentan, transformasi digital, SKM dan keterlibatan publik, serta inovasi pelayanan publik berkelanjutan.

Benang merah dari rapat ini, diperlukan komitmen dan sinergi antar-lembaga, melalui berbagai strategi. Strategi pertama adalah percepatan pembangunan MPP untuk integrasi layanan.

Kedua, menyiapkan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur pelayanan publik digital. Ketiga adalah penciptaan, pengembangan, dan pelembagaan inovasi pelayanan publik.

Strategi berikutnya adalah pelibatan masyarakat dalam perumusan kebijakan pelayanan publik, survei kepuasan masyarakat, dan forum konsultasi publik. Terakhir, yakni penyelenggaraan pelayanan yang inklusif dan ramah kelompok rentan. (

Berita Terkait

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja
Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium
Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah
Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf
Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel
Kementerian Transmigrasi Serahkan 27 Sertipikat Tanah kepada Transmigran di Maluku Tengah
Dari Panen ke Pasar, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Jajaki Pasokan Sayur ke SPPG
Bangun Infrastruktur, Berdayakan Masyarakat, PISEW Kementerian PU Serap 8.011 Tenaga Kerja

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 17:18 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Monday, 26 October 2026 - 12:45 WIB

Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium

Sunday, 25 October 2026 - 13:39 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Sunday, 25 October 2026 - 09:31 WIB

Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf

Sunday, 25 October 2026 - 09:05 WIB

Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi

Monday, 26 Oct 2026 - 22:09 WIB