Kementerian Investasi-SwissCham Jalin Kerja Sama Promosi Hubungan Ekonomi dan Investasi

Tuesday, 15 March 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno ( Foto Istimewa )

Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno ( Foto Istimewa )

DAELPOS.com – Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat meningkatkan kerja sama bidang ekonomi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Dalam Mempromosikan Hubungan Ekonomi dan Penanaman Modal Asing Langsung antara Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Swiss-Indonesian Chamber of Commerce (SwissCham) pada pagi ini (15/03).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan secara daring oleh Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno dan Chairman SwissCham Indonesia Christopher Franz Bendl, yang disaksikan oleh Staf Ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Heldy Satrya Putera dan Duta Besar Swiss Untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Kurt Kunz.

Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Riyatno yang mewakili Menteri Investasi/BKPM, menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini semakin melengkapi kerja sama bilateral antara Indonesia dan Swiss seperti perjanjian perdagangan bebas Indonesia-The European Free Trade Association-Comprehensive Economic Partnership Agreement (EFTA-CEPA).

“Nota kesepahaman ini, seperti halnya CEPA dan Bilateral Investment Treaty mendatang, diharapkan dapat mendorong kerja sama ekonomi dan investasi untuk kedua negara. Di tahun 2021, Swiss merupakan negara asal investasi terbesar ke-10 di Indonesia, dengan capaian realisasi investasi sebesar USD599,8 juta. Oleh karena itu, kami percaya Swiss merupakan mitra yang tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” jelas Riyatno.

Sejalan dengan hal tersebut, Chairman SwissCham Indonesia Christopher Franz Bendl menyampaikan bahwa hingga saat ini ada sekitar 150 perusahaan asal Swiss yang berinvestasi di Indonesia dan menciptakan 50.000 lapangan kerja.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan momen yang sangat spesial. Kami harap semakin banyak perusahaan Swiss yang berinvestasi di Indonesia,” ungkap Bendl.

Lebih lanjut, Bendl mengungkapkan bahwa investasi Swiss di Indonesia saat ini mencakup beberapa sektor seperti farmasi, kosmetik, manufaktur, permesinan, makanan dan minuman, pertanian, akuakultur, dan jasa.

See also  Ratusan Pendonor Donasikan Darah di Kilang Pertamina Internasional Unit Balongan

Adapun ruang lingkup dari nota kesepahaman ini adalah kedua pihak akan melakukan fasilitasi diskusi terkait kebijakan dan peraturan penanaman modal; pertukaran informasi mengenai kebijakan, peraturan, dan prosedur tentang masalah dan peluang investasi yang potensial; menyediakan bantuan kepada perusahaan tentang prospek penanaman modal asing; fasilitasi baik penanam modal yang datang ke Indonesia maupun penanam modal Indonesia yang melaksanakan kegiatan penanaman modal di negara yang menjadi tempat kantor grup/afiliasi dari SwissCham; kerja sama dalam penyusunan, pengadaan informasi, dan pelaksanaan promosi penanaman modal melalui kegiatan seminar, penjajakan minat pasar, forum bisnis, atau melalui kunjungan misi; dan kegiatan lainnya yang disepakati. (*)

Berita Terkait

Menkeu: APBN 2026 Tetap Ekspansif, Anggaran Kesehatan Tembus Rp247,3 Triliun
BI Prediksi Ekonomi Jakarta 2026 Tumbuh hingga 5,6%
UMKM Pertamina Laris Manis di INACRAFT 2026, Digemari Buyer Asing Hingga Tembus Transaksi Miliaran
Pacu Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas
INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, PDB Capai Rp23.821 Triliun
JK Perkuat Peran BPD Lewat KUB untuk Dorong UMKM Daerah
BNI Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Global

Berita Terkait

Monday, 9 February 2026 - 17:44 WIB

Menkeu: APBN 2026 Tetap Ekspansif, Anggaran Kesehatan Tembus Rp247,3 Triliun

Monday, 9 February 2026 - 17:27 WIB

BI Prediksi Ekonomi Jakarta 2026 Tumbuh hingga 5,6%

Sunday, 8 February 2026 - 17:15 WIB

UMKM Pertamina Laris Manis di INACRAFT 2026, Digemari Buyer Asing Hingga Tembus Transaksi Miliaran

Thursday, 5 February 2026 - 18:35 WIB

Pacu Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas

Thursday, 5 February 2026 - 18:13 WIB

INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar

Berita Terbaru

foto istimewa

Ekonomi - Bisnis

BI Prediksi Ekonomi Jakarta 2026 Tumbuh hingga 5,6%

Monday, 9 Feb 2026 - 17:27 WIB