Pertamina Edukasi Masyarakat Manfaatkan Eceng Gondok Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan

Friday, 19 August 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kelestarian Waduk Cengklik di Boyolali, Pertamina menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari, utamanya dengan mengedukasi masyarakat memanfaatkan eceng gondok di sekitar waduk sebagai sumber energi baru terbarukan.

Hal itu dijalankan dalam kegiatan pelatihan kepada Kelompok Masyarakat Ngudi Tirto Lestari di Kabupaten Boyolali yang berada di sekitar lokasi operasi Pertamina, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adi Soemarmo, pada Minggu (14/8).

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menjelaskan Waduk Cengklik merupakan kawasan perairan di Boyolali yang tidak hanya menjadi salah satu ikon wisata alam, tapi juga memberikan dampak lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Waduk buatan dengan luas genangan mencapai 300 Ha mampu menarik wisatawan setidaknya 13 ribu orang per tahun. Tidak hanya itu waduk tersebut juga menjadi sumber mata pencaharian bagi nelayan dan sumber pengairan lahan pertanian di sekitar waduk. Setidaknya masyarakat di 2 kecamatan di sekitar Waduk Cengklik, yaitu Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Nogosari menggantungkan sumber air dari waduk tersebut,” pungkasnya.

Disamping potensi yang besar itu, menurut Brasto, Waduk Cengklik memiliki permasalahan tersendiri, yaitu sedimentasi waduk yang disebabkan dari keberadaan enceng gondok yang berlebih.

“Hal itu menyebabkan daya tampung air yang semakin surut dari waktu ke waktu, mengingat tanaman eceng gondok dapat terus bertumbuh dengan cepat. Jika dibiarkan tentu akan mengganggu kebutuhan air bagi orang banyak,” terangnya.

Berangkat dari hal tersebut, Pertamina memberikan edukasi kepada kelompok masyarakat untuk mengumpulkan dan mengolah eceng gondok, utamanya sebagai bahan bakar biogas.

See also  Samator Gagal Cetak Hattrick

“Eceng gondok yang terkumpul kemudian dicacah dan difermentasi sehingga menghasilkan biogas ke dalam suatu wadah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, salah satunya untuk memasak menggunakan kompor gas. Dari pengujian 100 Kg eceng gondok mampu dikonversi menjadi biogas portabel dengan kapasitas 200 liter,” tuturnya.

Tidak hanya dimanfaatkan sebagai biogas, Pertamina juga mendorong masyarakat yang mayoritas petani di sekitar Waduk Cengklik untuk mengambil nilai manfaat eceng gondok sebagai pupuk organik padat dan cair untuk pertanian di sekitar waduk.

“Hal itu tidak hanya dapat menjaga kelestarian Waduk Cengklik, tapi juga mengurangi penggunaan pupuk kimia oleh petani, sehingga bahan yang digunakan lebih ramah lingkungan, dan memberikan penghematan serta hasil panen yang lebih sehat dan organik,” ungkap Brasto.

Turut Raharjo selaku Ketua Kelompok Ngudi Tirto Lestari merasa lega setelah menerima pelatihan yang diberikan Pertamina terkait pemanfaatan eceng gondok yang selama ini menjadi permasalahan utama di Waduk Cengklik.

“Kami berterimakasih kepada Pertamina karena telah membantu kami menemukan solusi dari permasalahan yang kami alami selama ini, bahkan memberikan nilai pemanfaatan dari masalah tersebut,” ungkapnya.

Komitmen ESG dan Kontribusi Terhadap SDGs

Brasto menjelaskan dari program CSR yang dijalankan merupakan salah satu wujud dari penerapan komitmen ESG (Environment, Social, Governance) yang dijalankan Pertamina. 

“Selain itu program ini juga ikut berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada poin 6  (Air Bersih dan Sanitasi Layak), poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim),” tutupnya.**

Berita Terkait

Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan JTTS dan Bangun Akses Baru di Tol Terpeka
Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional
Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 17:22 WIB

Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan JTTS dan Bangun Akses Baru di Tol Terpeka

Tuesday, 20 October 2026 - 13:18 WIB

Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional

Tuesday, 20 October 2026 - 13:15 WIB

Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Berita Terbaru

News

Perkuat Kompetensi Nuklir, ITPLN Sambangi BRIN

Wednesday, 21 Oct 2026 - 09:09 WIB