Menteri Basuki: Perhatikan Faktor Keselamatan dan Kerapihan dalam Penataan Pura Agung Besakih

Friday, 7 October 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam rangka mendukung Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melaksanakan penataan kawasan Pura Agung Besakih di Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali. Penataan dilakukan sebagai upaya perlindungan kawasan cagar budaya yang merupakan pusat peribadatan umat Hindu di Bali sekaligus destinasi wisata kelas dunia. Faktor keselamatan dan kerapihan bangunan menjadi perhatian Menteri Basuki saat tinjauan fisik.

Dalam kunjungan kerjanya ke Bali, Kamis (6/10/2022), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pekerjaan fisik penataan kawasan tidak akan menyentuh area bangunan utama Pura Besakih yang digunakan sebagai tempat ibadah. 

“Penataan kawasan ini adalah untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan ribuan pengunjung saat beribadah dan berwisata,” kata Menteri Basuki

“Untuk sirkulasi lalu lintas, jalur masuk dan keluar dibuat berbeda. Hal ini untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan,” ujar Menteri Basuki.

Selain itu ia meminta untuk memperhatikan kemiringan jalan yang cukup curam untuk meminimalisir risiko kecelakaan terutama untuk kendaraan besar, seperti bus.

“Posisi parkir bus harus diatur kembali untuk faktor keselamatan,” tegas Menteri Basuki.
 
Pura Agung Besakih yang terletak di kaki Gunung Agung ini merupakan pura terbesar dan paling suci di Bali, serta merupakan pusat pelayanan spiritual utama umat Hindu di Indonesia untuk melakukan persembahyangan. Perpaduan lansekap dan arsitektur bangunan pura yang indah juga menjadikan Kawasan Pura Agung Besakih sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan penataan kawasan Pura Agung Besakih dimulai sejak bulan Agustus 2021 dan ditargetkan rampung pada Januari 2023. 

“Penataan Kawasan Pura Agung Besakih dilakukan dengan mekanisme rancang dan bangun (design and build) menggunakan APBN sebesar Rp378,4 miliar. Progres fisik saat ini mencapai 62,37%,” ujar Dirjen Diana saat mendampingi Menteri Basuki dalam meninjau langsung progres pembangunan Kawasan Pura Agung Besakih, Kamis (6/10/2022). 

See also  Menteri PUPR Dorong Peran Aktif HPJI dalam Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan di Indonesia

Penataan Kawasan Pura Agung Besakih dilaksanakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor pelaksana dan PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai konsultan Manajemen Konstruksi dengan kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) 2021-2022. Selain itu, gedung parkir motor, kios dan ruang audio visual juga disiapkan melalui dana APBD Provinsi Bali yang dilaksanakan oleh PT. Waskita Karya.

Penataan dikerjakan di dua area yaitu Area Manik Mas dan Area Bencingah. Penataan Area Manik Mas meliputi gedung parkir 5 lantai, 20 unit kios besar, 36 unit kios kecil, Bale Pesandekan, Pura Melanting, bangunan Anjung Pandang, toilet dan jalan akses. Sedangkan penataan Area Bencingah meliputi pembangunan 194 unit kios besar, 140 unit kios kecil, Bale Pesandekan, Bale Gong, Pelataran, area bermain anak, toilet dan area parkir.

Dalam proses Penataan Kawasan Pura Agung Besakih ini, Kementerian PUPR tetap mengutamakan kearifan lokal Bali dengan mengadakan upacara agama sebelum, saat dan setelah pelaksanaan. Serta dalam proses konstruksinya juga turut dikerjakan oleh 125 orang tenaga lokal.

“Kios-kios agar diberikan sirkulasi yang baik agar tidak pengap serta dibuat sistem talang yang baik agar tidak tampias. Secara keseluruhan agar proses konstruksi dapat tuntas tepat waktu sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat Hindu Bali untuk Upacara besar pada awal 2023 yang akan datang,” tutup Menteri Basuki.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Utama PT. PP Novel Arsyad, Direktur Operasi 2 PT. Waskita Karya Bambang Rianto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan Bali Apri Artoto, Kepala BPPW Bali I Nyoman Sutresna dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali – Nusa Penida Eka Nugraha. (*)

Berita Terkait

Dukung Visi Pangan Presiden, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya Datangkan Ribuan Bibit & Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim
Wamen Viva Yoga Dorong Produk UMKM Transmigran Tembus Pasar Wisatawan
Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme
Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru
Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional
Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues
Kementerian PU Tangani Banjir Bandang di Sungai Cikalintu, Siapkan Penanganan Infrastruktur Sungai

Berita Terkait

Saturday, 7 November 2026 - 13:34 WIB

Dukung Visi Pangan Presiden, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya Datangkan Ribuan Bibit & Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim

Friday, 6 November 2026 - 09:02 WIB

Wamen Viva Yoga Dorong Produk UMKM Transmigran Tembus Pasar Wisatawan

Thursday, 5 November 2026 - 09:19 WIB

Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme

Wednesday, 4 November 2026 - 13:19 WIB

Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru

Tuesday, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional

Berita Terbaru

Energy

ITPLN Pacu Kualitas Akademik, Bidik Akreditasi Unggul

Saturday, 7 Nov 2026 - 14:53 WIB