Triwulan III 2022, Menteri Bahlil Optimis Target Realisasi Investasi 2022 Tercapai

Monday, 24 October 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. / foto istimewa

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. / foto istimewa

DAELPOS.com – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data realisasi investasi triwulan III (Juli-September) 2022 yaitu sebesar Rp307,8 triliun, naik 42,1% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021 lalu dan berhasil menyerap 325.575 Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dengan capaian ini, maka realisasi investasi sepanjang Januari-September 2022 tercatat Rp892,4 triliun atau 74,4 % dari target yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2022 ini yaitu Rp1.200 triliun. Realisasi investasi tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi 965.122 TKI.

Menurut Bahlil, dunia saat ini sedang mengalami ketidakpastian ekonomi global. Banyak negara di dunia yang sedang mengalami krisis energi maupun pangan. Akan tetapi, Indonesia tetap harus bersyukur dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat baik saat ini dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya.

“Kita tahu bahwa ekonomi global sangat menghantui perkembangan ekonomi di semua negara termasuk Indonesia. Saya ingin menyampaikan bahwa sekalipun kondisi ekonomi global tidak menentu, saya bilang gelap, tapi secercah harapan untuk investasi agak terang. Investasi kita di kuartal III 2022 sebesar Rp307,8 triliun, ini tumbuh q-o-q 1,9% dan yoy 42,1% dengan total penyerapan TKI 325.575 orang.  Ini adalah sebuah target, Insya Allah target Rp1.200 triliun bisa dicapai,” ujar Bahlil dalam konferensi pers nya pagi tadi (24/10).

Data realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan III 2022 sebesar Rp168,9 triliun (54,9%) yang lebih besar dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yaitu Rp138,9 triliun (45,1%). Lebih lanjut, Bahlil memaparkan bahwa penyebaran realisasi investasi di luar pulau Jawa pada triwulan III 2022 ini juga menunjukkan peningkatan yang positif. Tercatat sebesar Rp166,3 triliun atau 54% dari capaian realisasi pada triwulan III 2022 ini berada di luar pulau Jawa dan Rp141,5 triliun berada di pulau Jawa.

See also  Jasa Raharja Raih Juara II Annual Report Award 2018

“Presiden minta investasi berkualitas, salah satu cirinya seimbang Jawa dan luar Jawa. Jangan membangun Indonesia Jawa sentris tapi Indonesia sentris. Kementerian Investasi dalam menerjemahkan arahan presiden adalah di luar Jawa sekarang sudah mencapai 54% atau Rp166,3 triliun tumbuh 47,9%,” ungkap Bahlil.

Pada triwulan III 2022 ini, kontribusi realisasi investasi dari provinsi di luar pulau Jawa terbesar yaitu Riau yaitu Rp27,5 triliun di peringkat ketiga dan Sulawesi Tengah sebesar Rp24,3 triliun di peringkat kelima. Selain itu, provinsi Jawa Barat (Rp44,9 triliun), DKI Jakarta (Rp28,4 triliun), dan Jawa Timur (Rp25,9 triliun) yang memberikan kontribusi terbesar lainnya dalam capaian realisasi investasi di periode ini.

Realisasi investasi asal negara Singapura masih mendominasi pada triwulan III 2022 ini, yaitu sebesar US$3,8 miliar yang diikuti oleh realisasi investasi asal R.R. Tiongkok sebesar US$1,6 miliar; Jepang sebesar US$ 1,0 miliar; Hongkong RRT sebesar US$1,0 miliar; dan Malaysia sebesar US$0,9 miliar.

Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya mendominasi capaian realiasi investasi triwulan III 2022 ini yaitu sebesar Rp44,0 triliun; yang diikuti oleh sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp32,5 triliun; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp28,9 triliun; pertambangan Rp28,3 triliun; dan listrik, gas, dan air sebesar Rp27,3 triliun.

“Di sini konsisten sekali bahwa kita tidak fokus lagi di sektor jasa, tapi kita sedang membangun hilirisasi. Data ini semakin membangun optimisme ke depan, bagi pembangunan ekonomi nasional,” jelas Bahlil.

Berdasarkan data tahun 2019 sampai September 2022, perkembangan realisasi investasi di sektor sekunder terus mengalami peningkatan. Realisasi investasi sektor sekunder pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp216 triliun; tahun 2020 sebesar Rp272,9 triliun; tahun 2021 sebesar Rp325,4 triliun; dan sepanjang Januari-September 2022 ini tercatat sebesar Rp365,2 triliun, meningkat 50,6% dibandingkan data tahun 2019 lalu.

See also  Rampungkan Dua Proyek EPC, Hutama Karya Segera Berkontribusi pada Kegiatan Industri Semen dan Energi Nasional

Secara akumulatif, data realisasi investasi sepanjang Januari-September 2022 untuk PMA mencapai Rp479,3 triliun atau 53,7%, sedangkan PMDN sebesar Rp413,1 triliun atau 46,3%. Sedangkan, untuk penyebaran realisasi investasi di luar Jawa tercatat sebesar Rp472,1 triliun atau 52,9% dan di pulau Jawa sebesar Rp420,3 triliun atau 47,1%.

Pada periode yang sama, realisasi investasi didominasi oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya yaitu sebesar Rp131,8 triliun; diikuti oleh sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp97,6 triliun; pertambangan Rp96,5 triliun; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp80,5 triliun; dan listrik, gas, dan air sebesar Rp68,6 triliun.

Sama seperti data triwulan III 2022, data realisasi investasi terbesar sepanjang Januari-September 2022 berada di provinsi Jawa Barat yaitu Rp128,4 triliun; selanjutnya disusul oleh provinsi DKI Jakarta Rp108,9 triliun; Jawa Timur Rp79,5 triliun; Sulawesi Tengah Rp76,4 triliun; dan Riau Rp71,9 triliun.

Sedangkan, berdasarkan asal negara, realisasi investasi investasi sepanjang Januari-September 2022 didominasi oleh Singapura yaitu US$10,5 miliar; R.R Tiongkok US$5,2 miliar; RRT Hongkong US$3,9 miliar; Jepang US$2,8 miliar; dan Malaysia US$2,2 miliar. Namun jika dilihat dalam peringkat 10 besar, Amerika Serikat, Korea Selatan, Belanda, Bermuda, dan Inggris juga termasuk dalam realisasi investasi tertinggi.

“Pemerataan terhadap kecenderungan negara-negara melakukan realisasi investasi di Indonesia semakin paten. Hal ini tidak terlepas dari UU Cipta Kerja yang memberikan rasa optimis dan keyakinan bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia,” tegas Bahlil. (*)

Berita Terkait

Investasi Jepang Tembus US$17,1 Miliar, Pemerintah Kantongi Komitmen Baru US$23,6 Miliar
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
Program Pertapreneur Aggregator Tembus Rp5,7 Miliar, Pendapatan UMK Terdongkrak
Epson Indonesia Ajak Media Main Padel Sebelum Buka Puasa Bersama
OJK: Kinerja Perbankan Diproyeksikan Tetap Solid pada Triwulan I 2026
BNI Bawa 10 UMKM Binaan Tampil di Dhawafest Pesona 2026
Mudik Gratis 2026: Telkom Buka Pendaftaran, Sediakan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut
BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026

Berita Terkait

Friday, 3 April 2026 - 02:25 WIB

Investasi Jepang Tembus US$17,1 Miliar, Pemerintah Kantongi Komitmen Baru US$23,6 Miliar

Wednesday, 1 April 2026 - 16:41 WIB

Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

Wednesday, 1 April 2026 - 16:25 WIB

Program Pertapreneur Aggregator Tembus Rp5,7 Miliar, Pendapatan UMK Terdongkrak

Thursday, 12 March 2026 - 00:59 WIB

Epson Indonesia Ajak Media Main Padel Sebelum Buka Puasa Bersama

Tuesday, 10 March 2026 - 00:55 WIB

OJK: Kinerja Perbankan Diproyeksikan Tetap Solid pada Triwulan I 2026

Berita Terbaru