Dalam Waktu 10 Hari, Kementerian PUPR Bangun 21 Unit Rumah Khusus Bagi Korban Bencana Cianjur

Sunday, 11 December 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan tengah mempercepat pembangunan rumah khusus bagi korban bencana di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Rumah khusus tersebut dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur guna merelokasi masyarakat terdampak bencana.

Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan relokasi seluas 2,5 hektare yang dapat dibangun sebanyak 200 unit RISHA di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.

Lahan tersebut statusnya telah dinyatakan clean and clear berdasarkan justifikasi BMKG, bahwa daerah tersebut aman dan tidak berada di daerah patahan dan rawan lainnya. Badan Geologi juga menilai topografi lahan aman dan layak bangun serta sesuai dengan tata ruang pemerintah daerah setempat.

“Clean and clear disini artinya BMKG telah memastikan bahwa lahan tempat relokasi ini aman dari patahan cesar aktif, dan aman dari risiko fatal bencana,” jelas Iwan saat melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembangunan RISHA di Kabupaten Cianjur, Minggu (11/12).

Pembangunan rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana di Cianjur mulai dilaksanakan sejak Kamis (1/12) lalu yang ditandai dengan peletakan batu pertama. Hingga saat ini, Kementerian PUPR mencatat total rumah khusus yang telah terbangun sebanyak 21 unit RISHA.

“Pembangunan RISHA sudah berjalan 10 hari dan tercatat sudah ada sekitar 21 unit yang terbangun di lapangan dari total target 200 unit yang akan dibangun. Jumlahnya akan terus meningkat karena prosesnya cepat sekali dan lebih mudah,” ujar Iwan.

Untuk mempercepat proses pembangunan RISHA, Kementerian PUPR menunjuk PT. Brantas Abipraya untuk menjadi pelaksana. Tercatat ada sekitar 180 pekerja dan tidak menutup peluang padat karya bagi masyarakat terdampak bencana, sehingga proses pengerjaan di lapangan bisa lebih cepat.

See also  HNW: Pajak Pertambahan Nilai Untuk Sekolah Membebani Rakyat

“Targetnya, 80 unit RISHA tahap pertama bisa selesai pada akhir Desember. Untuk tahap kedua sebanyak 120 unit akan kami upayakan selesai pada minggu ke tiga bulan Januari 2023,” jelas Iwan.

Iwan juga menerangkan, Kementerian PUPR juga akan melengkapi fasilitas perumahan ini dengan prasarana sarana dan utilitas yang memadai. Selain itu jaringan listrik, saluran air bersih PDAM dan tempat pengelolaan sampah terpadu juga akan dibangun sehingga masyarakat yang direlokasi menjadi lebih nyaman.

“RISHA ini dibangun dengan biaya Rp 150 juta per unit dan memiliki tipe 36 dan dibangun di atas lahan 75 meter persegi. Di dalamnya ada ruang keluarga, dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur,” tandas Iwan. (*)

Berita Terkait

Dukung Visi Pangan Presiden, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya Datangkan Ribuan Bibit & Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim
Wamen Viva Yoga Dorong Produk UMKM Transmigran Tembus Pasar Wisatawan
Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme
Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru
Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional
Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues
Kementerian PU Tangani Banjir Bandang di Sungai Cikalintu, Siapkan Penanganan Infrastruktur Sungai

Berita Terkait

Saturday, 7 November 2026 - 13:34 WIB

Dukung Visi Pangan Presiden, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya Datangkan Ribuan Bibit & Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim

Friday, 6 November 2026 - 09:02 WIB

Wamen Viva Yoga Dorong Produk UMKM Transmigran Tembus Pasar Wisatawan

Thursday, 5 November 2026 - 09:19 WIB

Terima Pengurus GMNI, Wamen Viva Yoga: Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme

Wednesday, 4 November 2026 - 13:19 WIB

Kementerian PU Alihkan Alur Sungai Regoyo dan Buka Akses Warga Terdampak Lahar Semeru

Tuesday, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Ketua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional

Berita Terbaru

Energy

ITPLN Pacu Kualitas Akademik, Bidik Akreditasi Unggul

Saturday, 7 Nov 2026 - 14:53 WIB