KLHK Dorong Generasi Muda Inovatif, Produktif dan Aspiratif dalam Penguatan Energi Terbarukan dan Perubahan Iklim

Monday, 13 February 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya pada Minggu (12/2/2023) di Universitas Indonesia memberikan penghargaan kepada para pemenang kompetisi karya tulis nasional terkait energi, iklim dan keberlanjutan khususnya pada kategori lingkungan. Kegiatan lomba ini diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy (SRE) dan Rakyat Merdeka dengan target peserta para generasi muda.

Menteri Siti dalam pidatonya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan untuk mendorong peran, pemikiran dan tindakan generasi muda yang inovatif, produktif dan aspiratif dalam penguatan energi terbarukan di Indonesia. Dirinya mengungkapkan bahwa kegiatan ini termasuk dalam influential experiences karena bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterarikan Generasi Muda terhadap isu lingkungan dan transisi energi sekaligus menantang generasi muda untuk berkolaborasi dan mengasah kemampuan memecahkan masalah.

Pada kesempatan ini, Menteri Siti menerangkan kepada generasi muda bahwa, merujuk kepada IPCC Special Report 1.5 derajat C tahun 2018 and IPCC Sixth Assessment Report Working Group I on the physical science basis of climate change yang terbit tanggal 7 Agustus 2021, selama 2011 – 2020, suhu permukaan global telah meningkat rata-rata 1.09 derajat Celcius, dengan kenaikan suhu permukaan sebesar 1,5 derajat Celcius dan permukaan lautan sebesar 0,89 derajat Celcius.

Suhu global akan terus meningkat sampai 2,1 – 3,5 derajat Celcius pada skenario intermediate, jika tidak ada penurunan emisi GRK yang tinggi pada durasi 2020-2050 yang sangat tergantung kepada upaya-upaya yang ambisius pada tahun 2020-2030. “Kenaikan suhu 1,5 derajat Celcius akan meningkatkan intensitas curah hujan dan dampak ikutannya seperti banjir dan kekeringan di wilayah negara-negara di Asia,” terang Menteri Siti.

Menteri Siti mengapresasi pihak penyelenggara yang mengambil tema utama lomba yaitu energi, iklim dan keberlanjutan. Menurutnya, sangat strategis dan penting, serta merupakan hal mendasar bagi semua pihak untuk dapat melihat, memahami, juga mempelajari persoalan iklim dengan dasar-dasar analisis menyangkut energi.

See also  Mentan dan Mitra Selenggarakan Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia

“Sumber utama energi dalam planet bumi adalah matahari, dan dapat dikonversi dalam bentuk nukilir, kimia, panas dan mekanika atau kinetik. Tiga bentuk energy terakhir sangat erat dalam kaitan dengan muncunya kehidupan di bumi. Sentral kehidupan dibumi adalah photosintesis, dimana sinar matahari diterima dan ditangkap dan disimpan oleh tanaman, dan seterusnya dipakai manusia, tanaman dimakan, maka terjadi un-clock energy,” jelas Menteri Siti.

Pada konteks iklim, analisis neraca energi dan identifikasi kerusakan lapisan ozon, juga memakai konsep aliran energi. Energi yang dipancarkan dari matahari masuk ke bumi dengan flow energy permukaan bumi dan atmosfir. Interaksi antara permukaan bumi dan atmosfir, menentukan neraca energi planet.

Berdasarkan kondisi klimatologis, geografis dan demografis, Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Di sisi lain, Indonesia merupakan salah satu negara yang mengemisikan gas rumah kaca dalam jumlah besar ke atmosfer.

Menteri Siti kemudian mengungkapkan juga, untuk melindungi kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional serta turut serta dalam upaya global membatas kenaikan suhu pada 1,5 derajat Celcius, Indonesia telah menyusun kebijakan dan aksi-aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Selain telah meratifikasi Paris Agreement melalui Undang-Undang No. 16 tahun 2016 dan menerbitkan Peraturan Presiden No. 98 tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (NDC) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.

“Berdasarkan data yang ada, maka sektor energi sangat berperan di dalam menentukan pencapaian target penurunan emisi GRK yang telah dikomitmenkan terakhir melalui Enhanced NDC yaitu sebesar 31,89% atau 915 juta ton CO2 dengan kemampuan sendiri (CM1) yang disumbang oleh sektor energi sebesar 12,5% atau 358 juta ton CO2e,” ungkap Menteri Siti.

See also  Pelita Air-Pertamina Terjun Salurkan Bantuan dan Evakuasi Bencana

Pencapaian target tersebut akan dipenuhi melalui aksi mitigasi antara lain penerapan energi terbarukan, efisiensi energi, penggunaan BBM rendah emisi GRK, clean coal technology dan gas power plant serta reklamasi lahan paska tambang. Sebagaimana kita ketahui dan mungkin sudah disampaikan oleh Bapak Menteri ESDM, menuju Net-Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat, telah disusun peta jalan dan kebijakan mengenai transisi energi antara lain melalui pensiun dini pembangkit batu bara.

Mengakhiri pidatonya di hadapan para akademisi, Menteri Siti menghimbau kepada aktivis di SRE, serta para dosen, peneliti, mahasiswa untuk semakin giat melaksanakan dan menyuarakan hasil-hasil risetnya di tingkat nasional dan di internasional. Kiprah beberapa peneliti dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia di IPCC sangat mendukung kepentingan nasional misalnya melalui penerbitan Supplement of IPCC Guidelines 2006 for National GHG Inventories: Wetlands, sangat mendukung perhitungan inventarisasi GRK dari lahan gambut serta IPCC Special Report on Oceans and Cryospheres, sangat mendukung upaya- upaya kita menggali potensi dari blue carbon serta pada penerbitan IPCC AR6 Working Group I, II dan III.

“Mengingat keterlibatan peneliti Indonesia di IPCC masih didominasi pada metodologi sektor lahan, saya menghimbau agar SRE turut memperkuat basis sains dari IPCC untuk sektor energi,” pungkas Menteri Siti.

Hadir dalam acara tersebut Sekjen Kementerian ESDM, Sekjen KLHK, CEO Rakyat Merdeka, Dirjen PPKL, Kepala Biro Humas KLHK, Dewan Juri, Pimpinan SRE, dan Mahasiswa.

Berita Terkait

Menteri Dody Percepat Pemulihan Dua Jembatan Vital di Flores, Dibangun Lebih Tahan Gempa
Hutama Karya Kerahkan Excavator Bantu Pulihkan Akses Pascagempa di NTT
Banjir Melanda Parigi Moutong, Kementerian PU Gerak Cepat Siagakan Peralatan Penanganan
Di Tengah Tragedi Gaza, Anak TK Bandung Galang Donasi
Kementerian PU Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Jateng
Kementerian PU Suplai Air Untuk Tangani Kebakaran Lahan di Kalteng dan Malut
Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla
Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 17:13 WIB

Menteri Dody Percepat Pemulihan Dua Jembatan Vital di Flores, Dibangun Lebih Tahan Gempa

Friday, 28 August 2026 - 15:08 WIB

Hutama Karya Kerahkan Excavator Bantu Pulihkan Akses Pascagempa di NTT

Friday, 28 August 2026 - 00:56 WIB

Banjir Melanda Parigi Moutong, Kementerian PU Gerak Cepat Siagakan Peralatan Penanganan

Thursday, 27 August 2026 - 17:25 WIB

Di Tengah Tragedi Gaza, Anak TK Bandung Galang Donasi

Wednesday, 26 August 2026 - 09:43 WIB

Kementerian PU Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Jateng

Berita Terbaru

Hukum

Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang

Friday, 28 Aug 2026 - 15:30 WIB

Ekonomi - Bisnis

Menkeu Purbaya Paparkan Pokok RAPBN 2027 di Banggar DPR

Friday, 28 Aug 2026 - 14:50 WIB